berita
10 April 2026
Naufal Mamduh
Riba! Utang Pinjol Orang Indonesia Capai Rp100 Triliun, Milenial Banyak Terjebak!
Utang pinjaman online (pinjol) di Indonesia terus menunjukkan angka yang mencemaskan. Pada Februari 2026, total utang pinjol masyarakat Indonesia tercatat mencapai Rp100,69 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp80,07 triliun. Peningkatan ini menunjukkan betapa besar dampak pinjol terhadap keuangan masyarakat, yang semakin banyak mengandalkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pinjol Jadi Solusi Keuangan?
Pinjol memang menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan dana. Namun, kemudahan tersebut sering kali justru membawa masalah jangka panjang. Banyak orang yang awalnya hanya meminjam sedikit untuk kebutuhan mendesak, namun tanpa disadari terjebak dalam utang yang terus berkembang. Bunga pinjol yang tinggi semakin memperburuk keadaan, membuat utang semakin menumpuk dan menambah beban finansial.
Baca juga: Geger! Defisit APBN 2026 Melonjak 140%, Menkeu Purbaya Buka Suara!
Sebagaimana dikutip dari Goodstats pada Jumat (10/4/2026), tren kenaikan utang pinjol ini terlihat jelas sepanjang 2025 hingga 2026. Dimulai dari Rp79,97 triliun pada Maret 2025, angka ini terus meningkat hingga menembus Rp100 triliun pada Februari 2026. Hal ini mencerminkan betapa banyak orang yang bergantung pada pinjol untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, namun tanpa menghasilkan aset yang menguntungkan atau mengarah pada kestabilan finansial.
Pengguna Pinjol Mayoritas Milenial
Berdasarkan survei APJII, sekitar 45,15% pengguna pinjol berasal dari kalangan Milenial. Mereka merupakan kelompok yang paling banyak terjebak dalam utang pinjol, meskipun Gen Z juga merupakan kelompok yang rentan terhadap pinjol. Kebanyakan pengguna pinjol berada di kelas menengah dengan pengeluaran Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan, dan sebagian besar menggunakan pinjol untuk membeli barang dengan cicilan atau memenuhi kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan.
Meskipun pinjol memberikan akses cepat dan mudah, kenyataannya pinjol membawa dampak negatif bagi keuangan pribadi. Utang yang semakin menumpuk dapat mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang dan menyulitkan perencanaan keuangan pribadi.
Mengapa Investasi Lebih Penting Dari Berutang?
Alih-alih berutang, lebih baik mulai berinvestasi untuk membangun masa depan yang lebih stabil. LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding yang diawasi OJK, yang mempertemukan investor dengan pengusaha melalui investasi sukuk dan saham.
Baca juga: Ruwet! Harga Plastik Naik, Ini Penyebab dan Dampaknya ke UMKM hingga Konsumen!
Didirikan oleh Pakar Fikih Muamalah, Ustadz Dr. Erwandi, MA, LBS Urun Dana memastikan setiap transaksi transparan dan amanah, tanpa khawatir tentang bunga yang terus membengkak. Dengan berinvestasi di LBS Urun Dana, Anda membangun aset yang memberikan proyeksi cemerlang di masa depan, bukan sekadar terjebak dalam utang. Segera mulai Investasi di LBS Urun Dana. Silakan daftar dan pilih investasi favorit Anda.
Tentang LBS Urun Dana
LBS Urun Dana tidak hanya memberikan solusi investasi, tetapi juga akses pendanaan bagi pengusaha. LBS Urun dana menawarkan pendanaan mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis dan mempercepat pertumbuhannya.
Didirikan dan dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah, LBS Urun Dana memastikan setiap transaksi mengusung transparansi dan profesionalisme tinggi. Untuk informasi terbaru tentang ekonomi, peluang investasi, dan pembaruan LBS Urun Dana, ikuti akun Instagram @lbsurundana dan kunjungi situs resmi di lbs.id.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






