investasi

calendar_today

25 Mei 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Bongkar Prospek Edtech Indonesia Jelang Listing Sukuk Cartenz, Untung atau Buntung?

Sukuk PT Cartenz Technology Indonesia segera listing di LBS Urun Dana. Banyak Sahabat LBS yang sudah tidak sabar untuk memilikinya. Sebelum masuk lebih jauh, mari lihat dulu prospek sektor yang mendasarinya, khususnya industri edtech yang sedang tumbuh pesat.

Prospek Cerah Investasi Edtech 

Di sektor edtech, data menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Menurut IMARC Group, pasar edtech Indonesia diproyeksikan naik dari USD 3,2 miliar pada 2024 menjadi hampir USD 8,8 miliar pada 2033. 

Secara global, Fortune Business Insights mencatat pertumbuhan dari USD 214,58 miliar pada 2026 menuju USD 588,72 miliar pada 2034 dengan CAGR sekitar 13,45 persen.

Dari data tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

a. Permintaan pendidikan digital terus naik, dan tidak ada tanda-tanda melambat
b. Transformasi digital di sektor pendidikan sudah jadi kebutuhan struktural, bukan sekadar tren sesaat
c. Pasar yang tumbuh membuka ruang luas bagi pelaku industri dan infrastruktur yang mendukungnya
d. Semakin banyak pengguna, semakin kompleks kebutuhan teknologinya
e. Edtech ikut bergerak seiring percepatan digitalisasi di negara berkembang maupun maju

Singkatnya, edtech sedang tumbuh dan ruangnya masih lebar. Di sinilah Investasi Sukuk Cartenz jadi salah satu yang menarik untuk diperhitungkan. 

Baca juga: Resmi! Sukuk Cartenz Hadir di LBS Urun Dana, Siap Garap Proyek IT Kerja Sama RI-Korsel

Cartenz dan KOICA untuk Digitalisasi Pendidikan UI

PT Cartenz Technology Indonesia dipercaya KOICA, lembaga resmi kerja sama pembangunan internasional milik pemerintah Korea Selatan, untuk membangun infrastruktur teknologi dalam proyek digitalisasi pendidikan di Universitas Indonesia. Proyeknya bukan main, pembangunan MOOC Education System, platform pembelajaran digital yang bisa diakses ribuan pengguna sekaligus, fleksibel, dan berjalan penuh secara online.

Peran masing-masing sudah jelas:

a. PT Cartenz: pengembang dan pengelola infrastruktur teknologi
b. KOICA: inisiator kerja sama pembangunan internasional
c. Universitas Indonesia: pengguna utama sistem
d. MOOC: platform pembelajaran digital skala besar

Proyek seperti ini tidak ada yang abu-abu. Semuanya jelas, bisa dicek, dan bisa ditelusuri. Itulah juga yang bikin investasi sukuk cocok untuk pemula, tidak ada yang perlu ditebak-tebak. 

Rekam Jejak Sukuk Cartenz di Industri Teknologi

Cartenz bukan pemain baru. Sejak 2014, mereka sudah terlibat langsung dalam proyek digital untuk instansi publik Indonesia, dari pemerintah daerah hingga kementerian. Lebih dari satu dekade, dan rekam jejaknya cukup bicara sendiri.

Beberapa angka yang perlu diketahui:

a. Melayani lebih dari 200 pemerintah daerah di Indonesia
b. Bermitra dengan lebih dari 10 kementerian dan lembaga internasional
c. Termasuk kerja sama dengan Prospera (Australia Aid) dan Kementerian Keuangan RI
d. Fokus pada pengembangan sistem e-Government dan layanan publik berbasis digital

Di lapangan, mereka mengerjakan aplikasi yang langsung dipakai masyarakat:

a. "Kesatu" untuk Diskominfo Kabupaten Kediri
b. "Asinan Bogor" untuk Pemerintah Kota Bogor
c. "Bedas Digital Services" untuk Pemerintah Kabupaten Bandung

Sistem yang mereka bangun bukan untuk dipajang, tapi dipakai jutaan orang setiap harinya. Kompleksitasnya tidak kecil, dan tuntutan stabilitasnya sangat tinggi.

Pengalaman itulah yang kemudian membuat Cartenz dipercaya dalam proyek bersama KOICA dan Universitas Indonesia. Bukan karena kebetulan, tapi karena rekam jejaknya memang sudah teruji di skala yang tidak jauh berbeda.

Detail Sukuk PT Cartenz

Ini yang perlu Anda tahu sebelum mulai:

a. Nilai pendanaan: Rp5.600.000.000
b. Proyeksi ROI: 16% per tahun
c. Tenor: 9 bulan
d. Minimum investasi: Rp1.000.000
e. Jadwal listing: TBC. 

Modal mulai Rp1 juta sudah cukup untuk ikut mendanai proyek bisnis riil ini. Setiap proyek di LBS Urun Dana melewati seleksi ketat sebelum ditawarkan ke publik, dari sisi administrasi, kinerja bisnis, hingga kepatuhan syariah yang diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Investor terlindungi dari dua sisi sekaligus: regulasi OJK dan bebas riba.

Lihat detail lengkapnya di lbs.id/detail/cartenz.

Baca juga: Main Cantik! 7 Strategi Investasi 2026 Biar Cuan Jalan Risiko Ketahan!

Mulai Investasi Sekarang

Pelajari profil bisnis dan dokumen penawaran Sukuk PT Cartenz di lbs.id. Ada pertanyaan? Tim LBS siap membantu:

a. Wisnu: Chat via WhatsApp
b. Faris: Chat via WhatsApp
c. Dwian: Chat via WhatsApp

Kuota hanya Rp5,6 miliar. Begitu penuh, penawaran ditutup. Segera daftar atau login di lbs.id untuk mulai berpartisipasi sebelum kehabisan.

Apa Itu Sukuk?

Sukuk adalah efek berbasis syariah yang imbal hasilnya berasal dari manfaat proyek nyata, bukan bunga utang. Di LBS Urun Dana, setiap sukuk yang listing melewati kurasi ketat dari sisi administrasi, kinerja bisnis, dan kepatuhan syariah. Seluruh transaksinya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah Kontemporer sekaligus Founder LBS Urun Dana. 

Disclaimer

Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk gagal bayar dan likuiditas. Investasikan hanya dana yang siap ditempatkan hingga tenor berakhir. Baca prospektus sebelum berinvestasi. LBS Urun Dana berizin dan diawasi OJK

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID