berita
8 September 2026
Naufal Mamduh
Siap-Siap! Volume Transaksi Tembus 15 Miliar, BI Jajaki QRIS untuk Umrah dan Haji
Bank Indonesia sedang menjajaki perluasan kerja sama QRIS lintas negara ke Arab Saudi. Bila terealisasi, jemaah umrah dan haji asal Indonesia berpotensi dapat bertransaksi menggunakan QRIS tanpa perlu membawa dan menukarkan uang tunai dalam jumlah besar.
Kabar itu datang bersamaan dengan pencapaian Quick Response Code Indonesian Standard di dalam negeri. Secara kumulatif, volume transaksi QRIS telah menembus 15 miliar kali hingga Juli 2026.
Menurut Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, QRIS menjadi salah satu inovasi sistem pembayaran yang mengubah perilaku bertransaksi masyarakat, termasuk pada masa pandemi Covid-19 ketika aktivitas ekonomi harus tetap berjalan di tengah pembatasan mobilitas.
Baca juga: Top Banget! MDR QRIS 0% Mulai Oktober 2026, Ini Fakta dan Ketentuannya
Ekosistem QRIS Terus Melebar
Pesatnya adopsi QRIS terlihat dari luasnya jaringan pedagang yang menerimanya. Sampai saat ini jumlah merchant QRIS telah mencapai 45 juta unit usaha, jumlah yang menurut Filianingsih bahkan melampaui populasi sejumlah negara tetangga.
Dari sisi pengguna, angkanya sudah menembus 67 juta orang dan masih terus bertambah. Ekosistem tersebut ditopang oleh 96 bank, 60 lembaga non-bank, dan 4 perusahaan switching berizin BI. Kombinasi itu yang membuat satu kode QR bisa menerima pembayaran dari aplikasi manapun, tanpa pedagang perlu menyediakan kode berbeda untuk tiap penyedia dompet digital.
QRIS Sudah Tersedia di 6 Negara
Perkembangan QRIS tidak berhenti di dalam negeri. Saat ini Indonesia sudah memiliki konektivitas pembayaran QRIS dengan 6 negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.
"Kita bukan cuma jago kandang ini QRIS ya, QRIS ini sudah cross border," kata Filianingsih.
Keberadaan skema lintas negara ini memudahkan masyarakat Indonesia yang bepergian ke negara mitra. Mereka tidak perlu lagi menukarkan uang tunai di money changer untuk pembayaran sehari-hari, cukup membayar lewat ponsel selama saldonya mencukupi.
Arus sebaliknya juga tercatat. Nilai transaksi wisatawan dan warga negara asing yang menggunakan QRIS di Indonesia sampai Juli 2026 mencapai Rp5,9 triliun atau setara US$326,3 juta, dengan volume 19,76 juta transaksi.
QRIS Siap Menjajaki Arab Saudi
BI kini tengah menjajaki perluasan kerja sama QRIS lintas negara ke sejumlah kawasan lain. Diskusi intensif sedang berlangsung dengan Hong Kong, Timor Leste, India, hingga Arab Saudi.
Bagi Indonesia, kerja sama dengan Arab Saudi punya arti tersendiri. Setiap tahun ratusan ribu jemaah asal Indonesia berangkat ke Tanah Suci, dan urusan penukaran uang selalu menjadi salah satu kerepotan yang berulang.
Bila QRIS bisa dipakai di sana, kerepotan itu berkurang, sekaligus menurunkan risiko kehilangan uang tunai selama perjalanan. Perlu dicatat, kerja sama ini masih dalam tahap penjajakan dan belum ada tanggal pelaksanaan yang diumumkan.
Baca juga: Kabar Gembira! Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,5 Miliar di Agustus 2026
Dampaknya ke Pengusaha RI
Di balik angka 45 juta merchant, ada perubahan yang lebih mendasar bagi pengusaha. Transaksi digital meninggalkan jejak yang tercatat rapi, dan catatan itu belakangan menjadi salah satu bahan penilaian ketika sebuah usaha ingin mengakses pendanaan.
Bagi pengusaha yang selama ini pembukuannya bergantung pada catatan manual, riwayat transaksi digital yang konsisten bisa menjadi bukti awal bahwa bisnisnya berjalan dan tumbuh.
Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan literasi keuangan publik. Informasi yang termuat tidak merepresentasikan pandangan resmi, kebijakan, maupun skema transaksi dan investasi yang berlaku di LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






