berita
24 Juni 2026
Naufal Mamduh
Wadidaw! Prabowo Marah Besar Sama Pengusaha Karena Rugikan Negara Rp15.000 Triliun
Presiden Prabowo Subianto marah terhadap pengusaha Indonesia karena aksi kecurangan berupa under invoicing atau pemalsuan dokumen yang dilakukan. Tahu kerugiannya berapa? Sangat banyak hingga Rp 15.000 triliun.
Ketum Gerindra itu menilai kalau praktik under invoicing adalah salah satu penyakit bisnis yang harus diberantas. Sebab, banyak pengusaha yang membuat laporan ekspor palsu di bawah harga sebenarnya.
"Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, tapi hanya lapor 500 ton. Artinya apa? artinya negara rugi," ucapnya dalam acara penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 di Bangkalan, Madura kemarin (23/6/2026).
Under invoicing adalah praktik manipulasi pelaporan nilai transaksi perdagangan atau ekspor atau impor yang dibuat lebih rendah dari nilai sebenarnya untuk menghindari pajak atau bea.
Baca juga: Oke Gas! 8 Program Stimulus Ekonomi Pemerintah Senilai Rp26,34 T Resmi Meluncur
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menurut data United Nations Comtrade yang diolah oleh Dewan Ekonomi Nasional, Indonesia rugi hingga ratusan miliar dolar selama 34 tahun. Ia menyebut salah satu dampaknya adalah gaji guru yang tidak bisa naik, karena banyak uang yang lari ke luar negeri.
"Kita telah rugi US$ 908 miliar dolar selama 34 tahun atau Rp 15.000 triliun. Rp 15.000 triliun! saudara-saudara ini semua data keluar, saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa naik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan? karena uangnya gak ada, diambil terus saudara-saudara," kata Prabowo.
Prabowo Ungkap Kekayaan Negara yang Sebenarnya
Menurut beliau angka kekayaan negara sebenarnya mencapai US$ 683 miliar, tetapi karena kebocoran banyak terjadi ditambah nilai tukar Rupiah semakin melemah membuat uang yang kabur semakin banyak.
"Kalau sekarang ada yang mengatakan Rupiah kita lemah ini dan itu, ya karena kekayaan keluar. Kalau darah kita tiap hari darah kita keluar, di ujungnya badan kita kolaps, mati. Begitu kayaknya republik kita tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri saudara-saudara," tuturnya sebagaimana dikutip dari CNBC.
Ulasan mengenai kekayaan negara yang bocor sebenarnya lagu lawas yang sering didengungkan oleh Prabowo Subianto. Datanya memang merujuk dari United Nation Comtrade yang menyebut perdagangan Indonesia sebesar US$ 436 miliar dalam 22 tahun terakhir. Namun di sisi lain, ada US$ 343 miliar aliran dana yang keluar negara.
Konteksnya serupa, namun ada perbedaan rentang waktu yang disebutkan, yang sebelumnya 22 tahun, kemudian disebut 34 tahun, tanpa penjelasan lebih lanjut apakah keduanya merujuk pada periode pengukuran yang sama.
Terlepas dari polemik dana yang lari ke luar negeri, ada hal lain yang patut jadi perhatian para pengusaha di dalam negeri sendiri. Selama ini, banyak pelaku usaha kecil dan menengah kesulitan mengakses kredit perbankan karena syarat kolateral yang berat atau bunga yang membebani arus kas. Akses pendanaan yang adil dan transparan jadi makin dicari.
Punya Bisnis? Saatnya Akses Pendanaan Bisnis Bebas Riba
Di tengah sorotan soal dana yang terus mengalir ke luar negeri, pendanaan modal usaha justru masih menjadi tantangan nyata bagi banyak pengusaha Indonesia di dalam negeri sendiri. Jika bisnis Anda sedang dalam fase berkembang dan membutuhkan suntikan modal, ada alternatif yang lebih adil dari pinjaman berbunga.
LBS Urun Dana membuka akses pendanaan bisnis mulai Rp500 juta hingga Rp10 miliar melalui skema penerbitan saham atau sukuk kepada investor, bukan pinjaman konvensional berbunga.
Sebelum mengajukan, pastikan bisnis Anda memenuhi kriteria berikut:
- Dana yang dibutuhkan minimal Rp500 juta
- Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
- Usaha sudah berjalan minimal satu tahun
- Berbadan hukum PT atau CV
- Memiliki laporan keuangan
Baca juga: Cihuy! Equity Day 2026 Hadir, Modal Usaha Tanpa Utang Kini Bukan Mimpi!
Ajukan Sekarang atau diskusikan dulu kondisi usaha Anda bersama tim melalui Open Plan LBS Urun Dana:
- Esa: Chat via WhatsApp
- Rasyid: Chat via WhatsApp
Daripada uang terus mengalir keluar tanpa kendali, kini saatnya pelaku usaha lokal punya akses pendanaan yang lebih adil untuk tumbuh di dalam negeri. Bagi yang sudah siap bergerak, jangan biarkan momentum ini berlalu begitu saja.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






