Mengenal Arief Firmanto, Sosok di Balik Penilaian Calon Penerbit di LBS Urun Dana
Banyak investor terfokus pada satu hal: proyek mana yang menarik? Wajar. Tapi ada pertanyaan yang jarang muncul, padahal sama pentingnya: siapa yang sudah memeriksa proyek itu sebelum Anda melihatnya?
Bukan soal tidak percaya. Tapi investasi yang baik bukan hanya soal imbal hasil yang tertera di halaman penawaran. Ada analisis di baliknya. Ada orang yang membaca laporan keuangan penerbit, memahami konteks industrinya, dan memutuskan apakah bisnis itu layak dibawa ke hadapan investor.
Di LBS Urun Dana, orang itu adalah Arief Firmanto. Platform yang hingga kini telah menyalurkan pendanaan Rp332,6 miliar dari lebih dari 16.900 investor ini punya divisi khusus yang mengawal seleksi penerbit sebelum melakukan penawaran sukuk atau saham. Arief yang memimpinnya.
Mengenal Sosok Arief Firmanto
15 tahun lebih Arief berkarier di berbagai industri ekonomi mulai dari perbankan, lembaga sosial keuangan Islam, lalu sekarang securities crowdfunding. Dari pengalamannya itulah beliau membawa kepekaan membaca angka dan risiko bisnis, sekaligus menganalisa valuasi perusahaan.
Arief bergabung di LBS Urun Dana September 2024 sebagai Research Analyst dan naik naik menjadi Head of Research and Analyst sejak Februari 2025. Tidak hanya itu, beliau juga aktif sebagai dosen dan tutor online di beberapa universitas. Kombinasi antara mengajar dan bekerja di industri, membuatnya semakin tajam dalam menganalisa bisnis perusahaan dan tetap up to date terhadap ilmu pengetahuan.
Baca juga: Profil dan Kiprah CEO LBS Urun Dana Rezza Zulkasi, MAppFin di Dunia Securities Crowdfunding
Apa yang Terjadi Sebelum Proyek Sukuk dan Saham Listing?
Sebelum sebuah proyek sukuk atau saham muncul di halaman penawaran LBS Urun Dana, Arief dan timnya sudah lebih dulu bekerja. Tidak ada proyek yang tayang begitu saja.
Setiap calon penerbit yang mengajukan pendanaan diaudit secara menyeluruh oleh tim Research and Analyst. Empat hal yang diperiksa:
- Analisis kelayakan keuangan: menelaah laporan keuangan, proyeksi arus kas, valuasi dan kemampuan bayar penerbit
- Penilaian risiko bisnis: menilai model bisnis, posisi di industri, dan faktor risiko yang relevan
- Riset industri: memahami konteks sektor tempat penerbit beroperasi
- Rekomendasi investasi: menyusun pandangan terstruktur sebagai dasar keputusan
Hasil analisis tim kemudian dibawa ke Komite Listing untuk dievaluasi lebih lanjut. Hanya penerbit yang dinyatakan lolos oleh Komite yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Di sinilah seleksi benar-benar diuji, bukan sekadar dicatat.
Baca juga: Inspiratif! I Made Adi Saputra dan Perannya Mengawal Pasca Pendanaan LBS Urun Dana
Setelah Komite Listing menyetujui, proyek baru disahkan melalui fatwa Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA selaku Founder LBS dan Pakar Fikih Muamalah Kontemporer, dan DSN MUI sebelum akhirnya listing di LBS Urun Dana.
Bagi investor visioner yang ingin dananya bekerja di sektor riil, inilah yang membedakan LBS Urun Dana. Bukan hanya platform yang menawarkan proyek, tapi platform yang sudah menyaring sebelum Anda diminta memutuskan.
Mulai Langkah Investasi Anda di LBS Urun Dana
Kalau Anda sedang mempertimbangkan investasi di securities crowdfunding, pertanyaan yang tepat bukan hanya "berapa imbal hasilnya?" tapi juga "siapa yang sudah memeriksa bisnis ini sebelum saya?"
Di LBS Urun Dana, jawabannya ada. Setiap proyek melewati seleksi tim riset, Komite Listing, fatwa syariah, dan pengawasan OJK sebelum sampai ke tangan investor. Modal mulai Rp1 juta sudah cukup untuk ikut mendanai proyek bisnis riil. Cek proyek yang sedang buka pendanaan, atau tanya dulu ke tim kami:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau kalau sudah yakin, langsung saja. Daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






