investasi

calendar_today

23 Juni 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Tuntas! Rekap 10 Hari Pasar Sekunder LBS Urun Dana Juni 2026, Penuh Kejutan!

Investasi saham di Pasar Sekunder LBS Urun Dana resmi menutup periode pertamanya. Sejak dibuka Senin 8 Juni hingga ditutup Senin 22 Juni 2026, total 10 hari perdagangan melewati berbagai dinamika: kenaikan di hari pembukaan, koreksi berkepanjangan, hingga lonjakan tak terduga di hari penutupan.

Drama 10 Hari LEDX Pasar Sekunder Ditutup dengan Kenaikan +6,51%

LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index) membuka periode di angka 223,31 pada hari pertama, dan menutupnya di 187,08 pada hari terakhir. Berikut pergerakan lengkapnya: 

Catatan: Selasa 16 Juni libur Tahun Baru Hijriah, Pasar Sekunder tidak buka.

Total dalam 10 hari, LEDX terkoreksi sekitar 16,2% dari titik pembukaan. Tapi yang menarik justru terjadi di hari penutupan: setelah delapan hari berturut-turut didominasi warna merah, LEDX melonjak +6,51% di hari terakhir, menjadi kenaikan harian terbesar sepanjang periode ini. 

Baca juga: Heboh! Rekap 5 Hari Pertama Pasar Sekunder LBS Urun Dana, Ini Pergerakan Lengkapnya

Volume Saham Tertinggi Justru Terjadi Saat Harga Sedang Tertekan

Salah satu temuan menarik dari rekap 10 hari ini adalah pola volume transaksi. Volume tertinggi tidak terjadi di hari pertama pembukaan, melainkan di hari kesembilan (Jumat, 19 Juni) dengan 97.089 lembar, tepat ketika LEDX mencatatkan koreksi terdalam di angka -4,74%.

Ini pola yang umum terjadi di pasar mana pun: volume transaksi cenderung meningkat justru saat harga bergerak tajam, baik naik maupun turun. Investor yang tadinya menunggu di pinggir lapangan akhirnya bergerak ketika harga menyentuh level yang mereka anggap menarik.

Saham Emiten yang Konsisten vs Volatil

Dari enam emiten yang diperdagangkan, polanya berbeda-beda. Harvies Coffee memulai dari Rp10.625 dan ditutup Rp10.900, naik tajam di awal lalu terkoreksi bertahap, tapi performa kumulatifnya tetap positif. Makacha Bakery bergerak dari Rp25.000 ke Rp27.000 dengan tren naik yang relatif stabil.

RSIA Annisa Pekanbaru mengalami koreksi paling dramatis, sempat turun ke Rp765.000, sebelum melonjak +10,00% di hari terakhir menjadi Rp770.550. Radaza D'mamam menunjukkan ketahanan menarik, ditutup Rp49.000 dari pembukaan Rp45.000.

MFlash dan Frutta Gelato menjadi dua emiten paling volatil, dengan koreksi tajam berulang termasuk beberapa hari mencatat penurunan maksimal -10,00%.

Tiga Pelajaran Investasi Saham dari Periode Pertama Pasar Sekunder

Sepuluh hari perdagangan menyisakan lebih dari sekadar angka. Ada beberapa pola yang konsisten muncul dan layak dijadikan pegangan sebelum masuk ke periode berikutnya.

Pertama, harga bergerak dua arah, bukan satu arah. Delapan hari koreksi berturut-turut diikuti lonjakan tajam di hari terakhir membuktikan bahwa saham di pasar sekunder tidak bergerak linear. Investor yang menarik kesimpulan terlalu cepat dari tren jangka pendek berisiko salah membaca arah sebenarnya.

Kedua, volume tinggi adalah sinyal, bukan jaminan. Volume tertinggi terjadi saat harga tertekan dalam, bukan saat harga naik. Ini menunjukkan bahwa aktivitas tinggi bisa berarti banyak hal: ada yang menjual karena panik, ada yang membeli karena melihat peluang.

Ketiga, setiap emiten punya karakter sendiri. Dari enam emiten yang diperdagangkan, tidak ada dua yang bergerak identik. Inilah pentingnya bagi siapa pun yang menjajal securities crowdfunding dan investasi saham untuk pemula untuk memahami bahwa diversifikasi dan riset per emiten jauh lebih penting dibanding mengikuti tren indeks secara umum.

Baca juga: Kalem! Saham Pasar Sekunder Terkoreksi, Ini 3 Cara Investor Cerdas Menyikapinya

Siap Hadapi Pasar Sekunder LBS Urun Dana Berikutnya?

Periode pertama Pasar Sekunder LBS Urun Dana sudah tuntas. Tapi ini bukan akhir, melainkan data berharga untuk periode berikutnya yang akan dibuka pada September 2026.

Bagi yang belum sempat masuk, jangan sampai melewatkan periode September mendatang. Pantau informasi terbaru lewat lbs.id dan pelajari LEDX sebagai acuan sebelum bertransaksi.

Ada yang ingin didiskusikan dulu? Tim LBS Urun Dana siap:


Sepuluh hari sudah berlalu. Pelajarannya sudah di tangan. September nanti, giliran yang sudah siap untuk melangkah lebih awal.

Disclaimer: Investasi saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID