inspirasi nabawiyah
7 Agustus 2026
Naufal Mamduh
Suri Tauladan! Kisah Jabir bin Abdullah, Sahabat Nabi ﷺ yang Amanah dan Ikhlas
Dalam kisah sahabat Rasulullah ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits, nama Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhu menempati posisi yang sangat istimewa. Lebih dari 1.500 hadits tersebar dari lisannya, 58 di antaranya masuk dalam kitab Shahihain. Namun di balik angka-angka itu, tersimpan kisah-kisah hidup yang jauh lebih berbicara tentang siapa Jabir sebenarnya.
Mengenal Jabir bin Abdullah
Jabir bin Abdullah lahir sekitar 15 tahun sebelum hijrah di kota Madinah, dari ayah bernama Abdullah bin Amr bin Haram, salah satu tokoh penting Suku Khazraj yang syahid di Perang Uhud pada 3 H / 625 M. Ia masuk Islam sejak sebelum Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan menjadi peserta termuda dalam Bai'atul Aqabah Kedua bersama ayahnya.
Sejak ayahnya gugur di Uhud, Jabir mengambil alih seluruh tanggung jawab keluarga. Ia menjaga tujuh saudari perempuannya, melunasi hutang-hutang peninggalan ayahnya, dan tetap hadir dalam hampir setiap peperangan bersama Rasulullah ﷺ setelahnya, mulai dari Hamra'ul Asad, Dzat Ar-Riqa', Khandaq pada 5 H / 627 M, hingga Hunain.
Di Masjid Nabawi, Jabir memiliki halaqah tetap tempat para tabi'in menimba ilmu darinya. Di antara murid-muridnya yang kelak menjadi ulama besar adalah Hasan al-Bashri, Atha' bin Abi Rabah, dan Abu Ja'far al-Baqir. Setelah wafatnya Ibnu Umar pada tahun 73 H, Jabir didapuk menjadi Mufti kota Madinah hingga akhir hayatnya.
Baca juga: Penuh Haru! Kisah Ja'far bin Abi Thalib, Sahabat Nabi ﷺ yang Dicintai Kaum Duafa
Hikmah di Balik Buah Kurma
Sepeninggal ayahnya yang syahid di Uhud pada 3 H / 625 M, Jabir mewarisi tidak hanya tanggung jawab keluarga, tapi juga hutang-hutang yang tidak ringan. Ia datang kepada Rasulullah ﷺ meminta tolong agar para pemberi hutang bersedia membebaskan tanggungan ayahnya. Namun mereka menolak.
Rasulullah ﷺ kemudian memerintahkan Jabir untuk mengatur kurmanya menjadi beberapa kelompok, lalu memberitahu beliau setelah selesai. Jabir melaksanakannya. Rasulullah ﷺ lalu duduk di tengah-tengah tumpukan kurma itu dan memerintahkan semua orang yang menghutangi ayah Jabir untuk datang.
Satu per satu mereka maju. Jabir menakar dan membayar, menakar dan membayar, hingga seluruh hutang ayahnya lunas. Yang mengherankan, kurma di sekitar tempat duduk Rasulullah ﷺ tidak berkurang sedikitpun.
Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhu. Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa Jabir berkata, "Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, kurma itu seakan-akan tidak berkurang sedikitpun setelah aku membayar semua hutang ayahku."
Inilah hikmah di balik peristiwa yang tampak sederhana: ketika seseorang berjuang menunaikan amanah dengan penuh keikhlasan, Allah ﷻ membuka jalan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Kisah Kala Memberi Makan Satu Pasukan
Pada 5 H / 627 M, saat penggalian Khandaq berlangsung hampir sebulan penuh, seluruh pasukan termasuk Rasulullah ﷺ kerap dilanda kelaparan. Jabir menyaksikan sendiri Rasulullah ﷺ tidak makan apapun selama tiga hari kecuali air putih, bahkan mengganjal perut beliau dengan batu untuk menahan lapar.
Jabir hanya memiliki seekor kambing kecil yang tidak terlalu gemuk. Ia pulang diam-diam, menyembelihnya, membakarnya, dan meminta istrinya membuat roti dari gandum yang ada. Niatnya sederhana: mengundang Rasulullah ﷺ seorang diri untuk makan.
Namun ketika undangan itu disampaikan, Rasulullah ﷺ justru mengumumkan kepada seluruh pasukan, "Pergilah kalian semua ke rumah Jabir."
Jabir terkejut. Ia menggumam, "Innalillahi wa innaa ilaihi rooji'uun."
Namun ia tidak menolak. Rasulullah ﷺ datang, membaca basmalah, dan mulai menyantap. Setelah itu satu rombongan masuk, makan hingga kenyang, keluar. Rombongan berikutnya masuk. Begitu terus berulang hingga seluruh pasukan penggali Khandaq kenyang semuanya.
Baca juga: Masya Allah! Ukkasyah bin Mihshan dan Rahasia Di Balik Jaminan Surga Tanpa Hisab
Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhu dalam Shahih Bukhari (Kitab al-Maghazi). Jabir meriwayatkan, "Kami menggali parit bersama Rasulullah ﷺ, dan aku melihat beliau dalam keadaan sangat lapar... maka aku pulang kepada istriku." Imam Bukhari mencatat bahwa setelah seluruh pasukan kenyang, makanan yang tersisa masih sama seperti semula.
Inilah hikmah di balik keikhlasan yang tidak pernah menghitung. Jabir tidak bertanya apakah makanannya cukup. Ia hanya ingin berbuat baik untuk satu orang yang dicintai, dan Allah ﷻ melipatgandakannya untuk ratusan orang.
Tawakal Sejati Seorang Jabir
Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhu mengajarkan kita bahwa keikhlasan tidak perlu besar untuk berdampak besar. Sebuah kambing kecil, setumpuk kurma, dan hati yang tulus ternyata bisa menjadi jalan bagi Allah ﷻ untuk menurunkan keberkahan-Nya.
Tawakal sejati bukan berarti pasif. Jabir pun tetap berjuang dan bergerak, termasuk dalam mengelola apa yang Allah ﷻ titipkan kepadanya, salah satunya harta. Dan dalam setiap langkahnya, ia selalu menyandarkan hasilnya hanya kepada Allah ﷻ.
Jabir bin Abdullah wafat di Madinah pada 78 H / 697 M dalam usia 94 tahun, meninggalkan lebih dari 1.500 hadits sebagai warisan ilmu bagi umat Islam. Semoga Allah ﷻ meridhainya, mengampuni dosanya, dan mengumpulkannya bersama Rasulullah ﷺ di surga. Aamiin.
Profil LBS Urun Dana
LBS Urun Dana, platform securities crowdfunding berizin OJK dan di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Founder LBS Urun Dana dan Pakar Fikih Muamalah.
Ingin belajar lebih dalam soal Fikih Muamalah dari pakarnya? Ikuti Tabayyun (Tanya, Bahas, dan Temukan Jawabannya), dipandu langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, dan diadakan secara rutin oleh LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






