inspirasi nabawiyah
23 Oktober 2026
Naufal Mamduh
Panutan!: Zaid bin Haritsah, Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Seorang anak kehilangan keluarganya setelah ditawan dan diperjualbelikan. Bertahun-tahun kemudian, ayahnya datang untuk membawanya pulang. Namun, ketika diberi kebebasan memilih, ia justru memutuskan tetap tinggal bersama Rasulullah ﷺ.
Anak itu adalah Zaid bin Haritsah radhiyallahu anhu, sahabat Nabi yang namanya disebut secara langsung dalam Al-Qur'an.
Awal Kisah Zaid bin Haritsah Menjadi Anak Angkat Rasulullah ﷺ
Zaid berasal dari kabilah Kalb. Saat masih kecil, ia dibawa ibunya, Su'da binti Tsa'labah, mengunjungi kerabatnya. Dalam sebuah serangan, Zaid ditawan dan kemudian diperjualbelikan di pasar Ukaz.
Ia dibeli Hakim bin Hizam, lalu diberikan kepada bibinya, Khadijah binti Khuwailid. Ketika Khadijah menikah dengan Muhammad ﷺ, Zaid dihadiahkan kepada beliau.
Rasulullah ﷺ kemudian memerdekakannya. Zaid pun tinggal bersama beliau dan dikenal sebagai anak angkatnya.
Baca juga: Takbir! Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib, Pahlawan Uhud yang Dijuluki Singa Allah ﷻ
Memilih Tetap Bersama Rasulullah ﷺ
Ayah Zaid, Haritsah, terus mencari keberadaan putranya. Setelah mengetahui bahwa Zaid berada di Makkah, ia datang bersama saudaranya, Ka'ab, untuk menjemputnya.
Rasulullah ﷺ memberikan Zaid pilihan untuk pulang bersama ayahnya atau tetap tinggal bersama beliau. Zaid memilih Rasulullah ﷺ.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabalah bin Haritsah, saudara Zaid, ia menceritakan bahwa Zaid berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Demi Allah, aku tidak akan memilih seorang pun selain engkau.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Jami' at-Tirmidzi no. 3815, pada bab keutamaan Zaid bin Haritsah. Riwayat tersebut dinilai hasan gharib. Sejak itu, Zaid dikenal sebagai Zaid bin Muhammad.
Ketentuan Islam tentang Anak Angkat
Allah ﷻ kemudian menurunkan ketentuan agar anak angkat tetap dinisbatkan kepada ayah kandungnya. Allah ﷻ berfirman:
“Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” (QS. Al-Ahzab: 5)
Zaid pun kembali dikenal sebagai Zaid bin Haritsah. Ketentuan ini menegaskan bahwa status anak angkat tidak mengubah nasab seseorang.
Mengapa Nama Zaid Disebut dalam Al-Ahzab Ayat 37?
Zaid bin Haritsah memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Namanya disebut secara langsung dalam QS. Al-Ahzab ayat 37, yang berkaitan dengan perceraiannya dari Zainab binti Jahsy dan pernikahan Zainab dengan Rasulullah ﷺ.
Allah ﷻ berfirman, “Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia.” (QS. Al-Ahzab: 37). Peristiwa ini menjelaskan ketentuan Islam mengenai mantan istri anak angkat.
Anak angkat tidak memiliki kedudukan yang sama dengan anak kandung dalam ketentuan pernikahan. Zaid pun dikenal sebagai satu-satunya sahabat Nabi yang namanya disebut secara eksplisit dalam Al-Qur'an.
Gugur sebagai Panglima dalam Perang Mu'tah
Pada tahun 8 Hijriah, Rasulullah ﷺ menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima pertama dalam Perang Mu'tah di wilayah Syam.
Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari, Rasulullah ﷺ menetapkan Zaid sebagai pemegang panji pasukan. Apabila Zaid gugur, panji akan diserahkan kepada Ja'far bin Abi Thalib, kemudian kepada Abdullah bin Rawahah jika Ja'far gugur. (Sahih al-Bukhari, hadis no. 4261).
Zaid gugur dalam pertempuran tersebut. Ja'far dan Abdullah bin Rawahah kemudian juga gugur, sebelum akhirnya panji diambil alih oleh Khalid bin Walid.
Baca juga: Heroik! Kisah Ikrimah bin Abu Jahal, Sahabat Nabi ﷺ yang Dicap “Putra Firaun”
Kisah ini menunjukkan besarnya kepercayaan Rasulullah ﷺ kepada Zaid, bukan hanya sebagai sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin pasukan kaum Muslimin.
Keteladanan yang Bisa Dipetik
Kisah Zaid mengajarkan bahwa kesetiaan tidak harus lahir dari paksaan. Rasulullah ﷺ memberinya kebebasan memilih, tetapi Zaid tetap ingin berada di sisi beliau.
Kisahnya juga mengingatkan kita untuk menaati ketentuan Allah ﷻ, sekalipun harus melepaskan sesuatu yang dianggap sebagai kehormatan.
Semoga Allah ﷻ meridhoi Zaid bin Haritsah radhiyallahu anhu dan menjadikan kisahnya sebagai pelajaran bagi kita.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






