investasi

calendar_today

7 Juni 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Full Senyum! Begini Kinerja Saham Makacha Bakery Jelang Pasar Sekunder Juni 2026

IHSG bergejolak. Saham-saham besar tertekan. Banyak investor mulai bertanya-tanya apakah mereka menaruh dana di tempat yang tepat.

Di tengah situasi itu, ada kelas instrumen yang bekerja dengan logika berbeda. Securities crowdfunding LBS Urun Dana tidak ikut panik ketika indeks turun. Harganya tidak bergerak harian, tidak terpengaruh sentimen sesaat, dan kinerjanya lebih ditentukan oleh satu hal: seberapa sehat bisnis di baliknya.

Makacha Bakery adalah jawabannya.

Dari Kue Tradisional ke Portofolio Investor

Makacha Bakery bukan nama baru di Pekanbaru. Produk Bolu Kemojo mereka sudah punya pelanggan setia jauh sebelum sahamnya masuk ke platform LBS Urun Dana. IPO di harga Rp20.000 per saham, dan di Pasar Sekunder LBS Urun Dana Maret 2026 harganya sudah menyentuh Rp25.000. Naik 25 persen.

Yang menarik bukan hanya angka kenaikannya, tapi alasan di baliknya.

Bisnisnya Tumbuh, Bukan Kebetulan

Investasi saham di emiten lokal memang terdengar berisiko. Dan memang ada risikonya. Tapi yang membedakan Makacha dari yang lain adalah dua tahun data yang bisa dicek, bukan sekadar narasi. 

  • Pendapatan tumbuh dari Rp3,4 miliar di 2023 menjadi Rp5,2 miliar di 2025, naik lebih dari 52 persen dalam dua tahun.
  • Kenaikan pendapatan 2025 dibanding 2024 tercatat 22,61 persen, pertumbuhan yang konsisten bukan lonjakan sesaat.
  • Produk Kemojo sebagai andalan menyumbang Rp2,5 miliar dari total pendapatan, naik dari Rp2,3 miliar tahun sebelumnya.
  • Laba bersih naik dari Rp516 juta di 2024 menjadi Rp647 juta di 2025.
  • Margin laba bersih ikut membaik dari 12,25 persen ke 12,65 persen. Margin 12,65 persen untuk bisnis F&B lokal bukan angka yang mudah dijaga, apalagi di tengah kenaikan biaya bahan baku. 


Bisnis yang tumbuh pendapatannya sambil menjaga efisiensi adalah kombinasi yang tidak banyak ditemukan bahkan di emiten blue chip sekalipun.

Dividen Sudah Cair, Bukan Sekadar Janji

Di sinilah Makacha benar-benar berbicara kepada investor. Dividen tahun buku 2025 sudah dibayarkan pada 17 April 2026, bukan sekadar rencana yang tertulis di laporan tahunan.

  • Laba bersih 2025 sebesar Rp647 juta menjadi dasar perhitungan.
  • Setelah penyesuaian upah mudharib (bagian pengelola sebelum laba dibagi) 20 persen, laba dasar dividen tercatat Rp517,6 juta.
  • Dividend payout ratio (persentase laba yang dibagikan ke investor) ditetapkan 50 persen, total dividen yang dibagikan Rp258,8 juta.
  • Setiap lembar saham mendapat dividen Rp464,61.


Kalau tren ini berlanjut, investor yang masuk sekarang berpotensi menikmati dividen berikutnya. Komitmen yang sudah terbukti sekali punya alasan lebih kuat untuk terulang. 

Periode Juni 2026 tinggal hitungan hari. Daftar di LBS Urun Dana sekarang sebelum verifikasi akun belum selesai saat periode buka. 

Riset Dulu Lewat LEDX, Baru Masuk

Pasar Sekunder LBS Urun Dana hanya buka empat kali setahun. Jendela waktunya sempit dan tidak ada tombol undo setelah keputusan diambil.

LBS menyediakan LEDX atau LBS Equity Crowdfunding Index sebagai ruang riset sebelum bertransaksi. Pergerakan harga, volume, dan data historis emiten semuanya bisa dicermati dari sana. Ini berlaku untuk semua kalangan. Bagi yang baru memulai investasi saham untuk pemula, LEDX jauh lebih andal dibanding mengandalkan rekomendasi dari grup chat. Masuk tanpa data bukan keberanian, itu ketidaksiapan yang belum disadari.

Kapan Pasar Sekunder LBS Urun Dana Dibuka?

Riset sudah, data sudah dipahami. Sekarang soal timing. Periode terdekat berlangsung 8 sampai 22 Juni 2026, setiap hari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Belum punya akun? Daftar di LBS Urun Dana sekarang karena proses verifikasi butuh waktu dan Anda tidak mau kehilangan hari pertama hanya karena akun belum aktif.

Sudah punya akun? Login, buka LEDX, dan mulai pelajari data Makacha sebelum periode buka tiba.

Ada yang Ingin Ditanyakan Dulu?

Kalau ada yang masih belum jelas soal Pasar Sekunder LBS Urun Dana, cara beli saham, atau sekadar ingin diskusi soal investasi saham sebelum memutuskan masuk, tim LBS ada dan siap diajak ngobrol. Tidak perlu menunggu periode buka untuk mulai bertanya.

a. Wisnu: WhatsApp
b. Faris: WhatsApp
c. Dwian: WhatsApp

FAQ

Pasar Sekunder LBS Urun Dana itu sebenarnya apa?

Simpelnya, ini tempat jual beli saham yang sebelumnya diterbitkan lewat platform LBS Urun Dana. Kalau di pasar perdana investor bertransaksi langsung dengan perusahaan, di sini transaksinya terjadi antar sesama investor. Lebih personal, lebih terbatas, dan justru karena itu persiapannya tidak bisa asal-asalan.

Kapan dibukanya?

Empat kali dalam setahun, masing-masing 10 hari kerja. Periode terdekat: 8 sampai 22 Juni 2026. Investor yang sudah berpengalaman biasanya tidak menunggu periode buka untuk mulai riset. Mereka masuk hari pertama sudah dengan keputusan yang matang.

Sebelum beli, kenali dulu LEDX untuk apa?

LEDX atau LBS Equity Crowdfunding Index adalah alat pantau performa investasi saham di platform LBS Urun Dana. Data pergerakan pasar, volume, dan histori harga semuanya ada di sana. Kalau Anda sudah mempertimbangkan investasi saham lewat securities crowdfunding, LEDX adalah langkah selanjutnya sebelum tombol beli ditekan.

Disclaimer: Investasi saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID