investasi
16 Februari 2026
Naufal Mamduh
Gaspol! Bedah Istilah dan Parameter di Pasar Sekunder, Investasi Cerdas Dimulai!
Bagi para investor, kehadiran Pasar Sekunder selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Di LBS Urun Dana, momen ini membuka kesempatan emas untuk tidak hanya membeli tetapi juga menjual saham dari berbagai bisnis potensial yang telah berkembang pesat.
Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang Pasar Sekunder LBS Urun Dana baik itu istilah, parameter serta fitur LEDX yang akan membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Apa Itu Pasar Sekunder LBS Urun Dana?
Pasar Sekunder adalah terobosan yang memberikan fleksibilitas dan likuiditas bagi investor. Fitur ini memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi jual-beli saham dari emiten yang tercatat, kapan saja selama periode pasar dibuka. Dengan demikian, Anda memiliki kendali penuh untuk mengelola investasi, merespons tren pasar, dan mengoptimalkan strategi portofolio Anda secara lebih dinamis dan terukur.
Mulai tahun ini, Pasar Sekunder LBS Urun Dana akan diselenggarakan lebih rutin, yakni empat kali dalam setahun. Periode perdana akan dibuka pada 2 hingga 13 Maret 2026 (selama 10 hari kerja), memberikan Anda kesempatan luas untuk berpartisipasi dalam ekosistem investasi di securities crowdfunding yang transparan.
Daftar Emiten di Pasar Sekunder Periode Ini
Simak daftar bisnis inspiratif yang sahamnya dapat Anda perdagangkan:
1. Harvies Coffee
Brand kopi lokal kebanggaan Banda Aceh yang telah membangun identitas kuat sejak 2014 melalui kualitas produk dan loyalitas pelanggan. Dengan sejumlah gerai aktif dan ekspansi yang terencana, bisnis ini menunjukkan fondasi yang solid di industri F&B.
2. Makacha Bakery
Inovator dari Pekanbaru yang mengangkat Bolu Kemojo (kue tradisional Riau) menjadi produk modern bernilai tinggi. Keberhasilannya dalam membranding budaya dan berinovasi telah memperkuat posisinya di pasar.
3. Frutta Gelato
Produsen gelato halal premium berbasis di Bali yang fokus pada bahan-bahan berkualitas tinggi dan diferensiasi produk. Brand ini memiliki positioning yang unik di segmen lifestyle halal yang terus berkembang.
4. Radaza D’mamam
Spesialis frozen food sehat untuk balita, sebuah segmen niche dengan permintaan yang stabil. Fokus pada kualitas nutrisi dan edukasi telah berhasil menciptakan basis pelanggan yang sangat loyal.
5. RSIA Annisa
Rumah sakit ibu dan anak terpercaya yang telah beroperasi sejak 1997 di Pekanbaru. Dengan reputasi yang excellence dan layanan kesehatan yang konsisten, RSIA Annisa merupakan pilar bisnis yang berkelanjutan di sektor kesehatan.
6. MFlash (MGI Tiga Indonesia
Penyedia jasa perbaikan gadget terpercaya untuk handphone, tablet, laptop, dan printer. Dengan pengalaman menangani lebih dari 10.000 perangkat, khususnya di wilayah Jabodetabek, MFlash menunjukkan track record dan permintaan pasar yang sangat stabil. Kini, saham MFlash tersedia untuk diperdagangkan, memberi Anda kesempatan menjadi bagian dari pertumbuhan bisnisnya.
Baca juga: Ajib! 7 Strategi Cerdas Investasi Saham Jangka Panjang, Invest Santai Bebas Panik!
Berkenalan dengan LEDX
Kepercayaan diri dalam berinvestasi datang dari informasi yang akurat. Didukung oleh LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index), fitur terbaru yang membantu Anda memantau performa dan pergerakan saham dengan kejelasan yang lebih baik. Data yang komprehensif dari LEDX memungkinkan Anda melakukan analisis yang mendalam, sehingga setiap keputusan investasi dapat diambil dengan landasan yang kuat.
Bedah Parameter dalam LEDX
LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index) tidak hanya sekadar angka indeks. Ia adalah dashboard cerdas yang dilengkapi dengan berbagai parameter kunci untuk membantu Anda menganalisis peluang investasi seperti seorang profesional.
Berikut adalah 9 parameter andalan dalam LEDX yang wajib Anda pahami untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan strategis:
1. Rentang Waktu
Gunakan fitur rentang waktu untuk menganalisis trend dan pola pergerakan saham secara visual. Pilih perspektif yang Anda butuhkan:
- 1D (1 Hari): Potret singkat perdagangan hari ini.
- 5D (5 Hari): Tren performa dalam satu minggu perdagangan.
- 1M (1 Bulan) & YTD (Year to Date): Gambaran performa jangka menengah.
- 1Y (1 Tahun): Analisis jangka panjang untuk melihat konsistensi.
2. Open
Open adalah nilai pertama yang tercatat saat pasar dibuka. Ia seperti “saham perdana” yang menggambarkan sentimen dan ekspektasi investor di awal sesi perdagangan. Nilai Open yang tinggi seringkali menandakan optimisme dalam investasi saham.
3. Prev Close
Prev Close adalah harga penutupan hari sebelumnya. Parameter ini adalah benchmark utama untuk mengukur apakah harga hari ini mengalami apresiasi (naik) atau depresiasi (turun).
4. High & Low
Pahami perbedaan High dan Low untuk memantau pergerakan saham dengan lebih maksimal.
- High: Titik puncak yang dicapai saham hari ini. Menunjukkan level maksimum optimisme dan daya beli.
- Low: Titik terendah yang disentuh saham hari ini. Menggambarkan level pesimisme dan tekanan jual.
Kedua titik ini membantu Anda memahami volatilitas dan rentang pergerakan saham dalam satu hari.
5. 40-d High & Low:
Selain periode harian Anda juga dapat melihat dinamika peningkatan dan penurunan indeks saham dalam 40 Hari Parameter ini memberikan perspektif jangka menengah yang lebih berharga:
- 40-d High: Rekor tertinggi dalam 40 hari terakhir. Membantu mengidentifikasi momentum bullish dan level resistance.
- 40-d Low: Rekor terendah dalam 40 hari terakhir. Berguna untuk melihat level support dan potensi harga terendah.
6. Volume
Volume adalah jumlah lembar saham yang diperdagangkan. Volume tinggi adalah oksigen bagi pasar. Parameter ini menandakan likuiditas yang baik dan minat yang kuat dari investor. “Follow the volume” sering kali adalah nasihat yang bijak.
7. Market Cap
Market Cap (Kapitalisasi Pasar) adalah cerminan nilai perusahaan di mata publik, yang dihitung dari Harga Saham x Jumlah Saham Beredar. Ini bukan sekadar angka, tetapi indikator untuk mengklasifikasikan ukuran perusahaan (small-cap, mid-cap, large-cap) dan menilai tingkat kepercayaan investor secara keseluruhan.
Fitur Grafik dan Parameter Masing-masing Saham
LBS Urun Dana tidak hanya menghadirkan LEDX untuk melihat indeks saham secara keseluruhan, tetapi juga menyediakan grafik dan parameter untuk setiap saham yang diperdagangkan. Ini membantu investor dalam investasi saham dan securities crowdfunding untuk menganalisis tren dan pergerakan saham di Pasar Sekunder dengan lebih jelas.
1. Rentang Waktu
Gunakan fitur rentang waktu untuk menganalisis tren dan pola pergerakan saham secara visual. Pilih perspektif yang sesuai dengan kebutuhan analisis Anda:
- 1D (1 Hari): Potret singkat perdagangan hari ini.
- 5D (5 Hari): Tren performa saham dalam satu minggu perdagangan.
- 1M (1 Bulan) & YTD (Year to Date): Gambaran performa jangka menengah.
- 1Y (1 Tahun): Analisis jangka panjang untuk melihat konsistensi.
2. Parameter Saham
LBS Urun Dana menyediakan berbagai parameter untuk membantu investor investasi saham dan securities crowdfunding memahami dinamika pasar saham lebih mendalam:
- Current Price (Harga Saat Ini): Harga saham yang terus berubah, mengikuti aktivitas jual dan beli investor.
- Open Price (Harga Pembukaan): Harga saham pada transaksi pertama di awal sesi perdagangan.
- Close Price (Harga Penutupan): Harga saham pada akhir sesi perdagangan hari tersebut.
- Prev Close Price (Harga Penutupan Sebelumnya): Harga saham pada penutupan sesi perdagangan sebelumnya.
- Lowest Price (Harga Terendah): Harga saham paling rendah yang tercapai dalam satu hari perdagangan.
- Highest Price (Harga Tertinggi): Harga saham paling tinggi yang tercapai dalam satu hari perdagangan.
3. Indikator Fundamental
Selain grafik dan parameter teknikal, LBS Urun Dana juga menyediakan indikator fundamental untuk membantu investor investasi saham dan securities crowdfunding menilai nilai saham dengan lebih tepat:
- Fair Value (Nilai Wajar): Estimasi harga wajar saham berdasarkan kondisi fundamental perusahaan seperti kinerja keuangan, aset, prospek bisnis, dan risiko.
- P/E Ratio (Price to Earnings Ratio): Rasio yang menunjukkan perbandingan harga saham dengan laba per saham (EPS) untuk menilai apakah saham tergolong mahal atau murah.
- Dividend Yield (Imbal Hasil Dividen): Rasio yang menunjukkan persentase imbal hasil dividen yang diterima investor dibandingkan dengan harga saham.
- Market Cap (Kapitalisasi Pasar): Nilai total perusahaan di pasar, dihitung dari harga saham dikalikan jumlah saham beredar.
Dengan semua fitur ini, LBS Urun Dana memberikan informasi yang komprehensif bagi investor untuk memantau dan menganalisis saham di Pasar Sekunder secara lebih transparan dan terukur.
Baca juga: Top! Panduan Belajar Saham untuk Pemula, Wajib Tahu Biar Gak Boncos!
Siap Berinvestasi di Pasar Sekunder LBS?
Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri menyambut Pasar Sekunder LBS Urun Dana. Gunakan LEDX untuk memantau pergerakan saham dan menemukan peluang investasi yang lebih terukur. Pastikan Anda memahami fitur dan emiten yang tersedia agar dapat membuat keputusan investasi dengan lebih matang dan percaya diri.
Daftar sekarang, lengkapi proses KYC, dan pastikan akun Anda siap sebelum Pasar Sekunder dibuka pada 2–13 Maret 2026. Daftar di sini!

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






