investasi

calendar_today

6 Februari 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Ajib! 7 Strategi Cerdas Investasi Saham Jangka Panjang, Invest Santai Bebas Panik!

Investasi jangka panjang adalah cara yang bijak untuk mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan, seperti dana pensiun, biaya pendidikan anak, atau keperluan lainnya. Investasi ini cocok untuk Anda yang ingin memastikan keuangan tetap stabil untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun. 

Dengan berinvestasi, Anda sudah mempersiapkan diri untuk mengamankan dana yang dibutuhkan di masa depan. Berikut adalah 7 tips sukses strategi investasi jangka panjang yang dapat membantu Anda meraih tujuan finansial dengan cerdas.

1. Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi 2026 di mana Anda menginvestasikan jumlah dana yang sama secara rutin, tanpa peduli apakah pasar sedang naik atau turun. Keuntungan menggunakan DCA adalah Anda bisa berinvestasi secara konsisten dan menghindari keputusan emosional yang seringkali merugikan.

Kelebihan:

Dengan DCA, Anda mengurangi risiko membeli pada harga tinggi dan dapat berinvestasi dengan lebih stabil, terutama dalam menghadapi fluktuasi pasar. Ini juga membantu Anda berinvestasi dalam kondisi pasar apapun tanpa ketergantungan pada prediksi pasar.

Risiko:

Meskipun DCA mengurangi risiko emosional, metode ini tidak dapat menghindari kerugian besar dalam pasar yang sedang menurun. Jika Anda berinvestasi di instrumen yang tidak menguntungkan, meskipun secara rutin, hasilnya tetap bisa negatif dalam jangka panjang.

2. Pilih Perusahaan dengan Manajemen yang Baik

Sebelum memilih saham atau perusahaan untuk investasi, pastikan untuk mempelajari kinerja manajemen dan kinerja keuangan perusahaan tersebut selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang dikelola dengan baik dan memiliki transparansi serta visi strategi investasi saham jangka panjang lebih berpotensi untuk bertumbuh dengan baik.

Kelebihan:

Perusahaan yang dikelola dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif, stabilitas, dan dapat bertahan lama meskipun ada ketidakpastian pasar. Manajemen yang solid juga memastikan bahwa keputusan strategis dan operasional mengarah pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

Risiko:

Tidak semua perusahaan dengan manajemen baik dapat bertahan lama. Faktor eksternal seperti krisis ekonomi atau perubahan regulasi dapat mempengaruhi keberlanjutan perusahaan meskipun manajemennya sangat solid.

Baca juga: Ninuninu! 7 Fakta Penggeledahan Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan

3. Melakukan Evaluasi Secara Berkala

Meskipun investasi Anda bersifat jangka panjang, tetap lakukan evaluasi berkala terhadap portofolio investasi. Evaluasi ini meliputi pemantauan perkembangan pasar, laporan keuangan, dan kebijakan perusahaan. Jika perusahaan yang Anda pilih masih memiliki prospek yang baik, lanjutkan strategi investasi saham tersebut.

Kelebihan:

Evaluasi berkala memungkinkan Anda untuk menyesuaikan strategi investasi 2026 dengan perubahan kondisi pasar dan perkembangan perusahaan. Dengan demikian, Anda bisa menjaga agar portofolio tetap seimbang dan menguntungkan.

Risiko:

Jika evaluasi tidak dilakukan secara tepat atau terlalu sering melakukan perubahan berdasarkan informasi yang tidak akurat, Anda bisa saja kehilangan kesempatan investasi yang lebih baik. Terlalu sering menyesuaikan portofolio juga dapat menambah biaya transaksi.

4. Investasikan Kembali Dividen (Compounding Interest)

Salah satu cara efektif untuk memperbesar nilai investasi jangka panjang adalah dengan menginvestasikan kembali dividen yang diperoleh. Compounding interest adalah ketika dividen yang Anda terima diinvestasikan kembali untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan di masa depan.

Kelebihan:

Dengan cara ini, Anda memanfaatkan efek akumulasi keuntungan yang dapat memberikan hasil yang lebih besar dalam jangka panjang. Ini adalah strategi yang sangat efektif untuk memaksimalkan potensi keuntungan tanpa perlu investasi tambahan dari Anda.

Risiko:

Jika dividen yang Anda terima berasal dari perusahaan yang tidak stabil, menginvestasikannya kembali bisa berisiko karena dividen yang dibayarkan mungkin tidak berkelanjutan atau bahkan dihentikan pada masa depan.

5. Diversifikasi Portofolio Anda

Diversifikasi portofolio adalah langkah cerdas untuk mengurangi risiko dalam investasi. Jangan hanya mengandalkan satu jenis saham atau sektor saja. Dengan memiliki portofolio yang beragam, Anda dapat menyebar risiko dan meningkatkan peluang keuntungan.

Baca juga: Main Cantik! 7 Strategi Investasi 2026 Biar Cuan Jalan Risiko Ketahan!

Kelebihan:

Diversifikasi membantu Anda mengelola risiko lebih baik, dengan cara menyebarkan investasi di berbagai sektor, aset, atau kelas saham yang berbeda. Ini juga mengurangi kemungkinan kerugian besar pada satu sektor yang sedang mengalami penurunan.

Risiko:

Meskipun diversifikasi mengurangi risiko, terlalu banyak memecah portofolio juga bisa mengurangi potensi keuntungan yang maksimal. Sebagian saham atau instrumen investasi mungkin tidak menghasilkan sesuai harapan.

6. Hindari Spekulasi dan Investasi Berisiko Tinggi

Investasi jangka panjang seharusnya berfokus pada stabilitas dan pertumbuhan yang konsisten, bukan spekulasi atau investasi berisiko tinggi. Hindari terjebak dalam tren pasar yang tidak pasti atau investasi yang menjanjikan keuntungan instan namun berisiko besar.

Kelebihan:

Menghindari spekulasi memungkinkan Anda untuk menjaga pertumbuhan yang aman dan stabil tanpa terpengaruh tren pasar yang berubah‑ubah. Ini juga memastikan bahwa tujuan investasi jangka panjang Anda tetap terjaga.

Risiko:

Jika Anda terlalu berhati-hati dan tidak berani mengambil risiko yang terkendali, Anda bisa kehilangan peluang keuntungan yang lebih besar. Keseimbangan antara risiko dan pengembalian penting dalam strategi investasi.

7. Fokus pada Investasi dengan Potensi Pertumbuhan Berkelanjutan

Pilihlah investasi yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. Ini sangat penting agar investasi Anda tidak hanya tumbuh dalam jangka pendek, tetapi tetap berkembang secara konsisten dalam jangka panjang.

Kelebihan:

Investasi dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan akan memastikan keuntungan jangka panjang, mengurangi risiko kerugian karena perubahan pasar yang mendadak, dan menjaga kestabilan portofolio Anda.

Risiko:

Meski potensi pertumbuhan jangka panjang bagus, beberapa sektor atau perusahaan yang dianggap berkelanjutan bisa juga mengalami kegagalan akibat tantangan eksternal yang tidak terduga, seperti resesi atau perubahan mendasar dalam regulasi industri.

Investasi Saham Sektor Riil di LBS Urun Dana 

Investasi saham kini tidak hanya menguntungkan pribadi, tapi juga memberi dampak positif bagi dunia usaha. Di LBS Urun Dana, Anda bisa berinvestasi di sektor riil, mulai dari industri kesehatan, kopi, hingga gelato.

Baca juga: Gaskeun! 10 Cara Jitu Perencanaan Keuangan 2026, Sekarang atau Tidak Sama Sekali!

Didirikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah Kontemporer, LBS Urun Dana diawasi oleh OJK, LBS Urun Dana memberi kesempatan untuk Anda berinvestasi saham maupun sukuk dari bisnis produktif dan berdampak. 

Apalagi mulai tahun ini Pasar Sekunder LBS Urun Dana akan diadakan empat kali setahun, memberikan lebih banyak kesempatan bagi Anda untuk berinvestasi saham dan memperluas portofolio.

Sekaligus akan didukung oleh LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index) untuk membantu Anda memantau pergerakan saham dengan lebih tepat dan transparan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Daftar sekarang dan mulai berinvestasi di LBS Urun Dana!

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID