investasi
17 Februari 2026
Naufal Mamduh
Gaskeun! Bongkar Rahasia Dividen Saham, Pengertian, Bentuk dan Cara Mendapatkannya
Banyak orang investasi saham hanya fokus di jual beli saham sesuai harga pasar saat itu. Namun, tidak semua menyadari bahwa saham juga dapat memberikan keuntungan lain berupa dividen. Dividen menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan menghasilkan laba dan membagikan sebagian keuntungan tersebut kepada pemegang sahamnya.
Bagi investor, dividen bukan hanya tambahan pendapatan, tetapi juga mencerminkan kualitas dan keberlanjutan bisnis sebuah perusahaani. Karena itu, memahami apa itu dividen, bentuknya, serta cara mendapatkannya menjadi langkah penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham baik itu di pasar modal atau pasar sekunder securities crowdfunding.
Apa Itu Dividen?
Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Pembagian ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana dikutip dari situs resmi OJK.
Investor berhak menerima dividen jika namanya tercatat sebagai pemegang saham pada tanggal pencatatan yang telah ditentukan perusahaan. Oleh karena itu, saham harus dimiliki hingga melewati tanggal tersebut agar berhak atas pembagian dividen.
Bentuk-Bentuk Dividen
Dividen yang dibagikan perusahaan tidak selalu dalam bentuk yang sama. Secara umum, terdapat dua bentuk dividen yang dapat diterima oleh investor, yaitu dividen tunai dan dividen saham. Keduanya sama-sama berasal dari keuntungan perusahaan, tetapi diberikan dalam bentuk yang berbeda.
1. Dividen Tunai
Dividen tunai adalah pembagian keuntungan perusahaan dalam bentuk uang. Investor akan menerima sejumlah uang sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Besaran dividen biasanya dihitung per lembar saham, lalu dikalikan dengan total saham yang dimiliki investor.
Baca juga: Ajib! 7 Strategi Cerdas Investasi Saham Jangka Panjang, Invest Santai Bebas Panik!
Dividen tunai menjadi bentuk dividen yang paling umum karena memberikan manfaat langsung berupa tambahan dana ke rekening investor.
2. Dividen Saham
Selain tunai, perusahaan juga dapat membagikan dividen dalam bentuk saham tambahan. Artinya, investor tidak menerima uang, tetapi mendapatkan tambahan jumlah saham dari perusahaan.
Dengan adanya dividen saham, total kepemilikan saham investor akan bertambah. Hal ini dapat meningkatkan potensi keuntungan di masa depan, terutama jika nilai saham perusahaan mengalami pertumbuhan.
Cara Mendapatkan Dividen Saham
Dividen merupakan salah satu keuntungan yang bisa diperoleh investor dari kepemilikan saham. Namun, tidak semua pemegang saham otomatis berhak menerima dividen. Ada mekanisme dan periode tertentu yang harus dipenuhi agar investor diakui sebagai penerima dividen.
1. Memiliki Saham Perusahaan
Langkah pertama tentu adalah memiliki saham dari perusahaan yang membagikan dividen. Tidak semua perusahaan membagikan dividen secara rutin, karena keputusan ini bergantung pada kinerja keuangan dan hasil persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Perusahaan yang stabil dan menghasilkan laba secara konsisten umumnya memiliki peluang lebih besar untuk membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.
2. Memegang Saham Hingga Tanggal yang Ditentukan
Agar berhak menerima dividen, investor harus memegang saham tersebut hingga tanggal pencatatan pemegang saham, yang dikenal sebagai recording date. Pada tanggal ini, perusahaan akan mencatat siapa saja yang secara resmi terdaftar sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen.
Jika investor menjual saham sebelum tanggal tersebut, maka hak dividen akan berpindah kepada pemegang saham berikutnya. Karena itu, penting bagi investor untuk memahami jadwal pembagian dividen, terutama tanggal cum date (hari terakhir pembelian saham) dan recording date, agar tidak kehilangan hak atas dividen.
3. Tetap Tercatat sebagai Pemegang Saham yang Sah
Selama investor masih tercatat sebagai pemegang saham pada periode yang ditentukan, maka dividen akan diberikan sesuai jumlah saham yang dimiliki. Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar dividen yang akan diterima.
Memiliki Saham adalah Syarat untuk Mendapatkan Dividen
Untuk mendapatkan dividen, investor harus memiliki saham dan tercatat sebagai pemegang saham pada periode yang ditentukan. Tanpa kepemilikan saham, investor tidak memiliki hak atas pembagian keuntungan perusahaan.
Saat ini, saham tidak hanya dapat dibeli melalui pasar modal, tetapi juga melalui Pasar Sekunder LBS Urun Dana. Investor bisa membeli maupun menjual saham dari bisnis sektor riil yang telah berjalan, sehingga membuka peluang untuk mendapatkan dividen dan berpartisipasi dalam pertumbuhan usaha.
Apa Itu Pasar Sekunder LBS Urun Dana?
Pasar Sekunder LBS Urun Dana adalah fasilitas yang memungkinkan investor membeli dan menjual saham dari emiten yang tersedia selama periode pasar dibuka. Melalui fitur ini, investor dapat mengelola portofolio, mengambil peluang investasi baru, dan mengoptimalkan potensi hasil investasi secara terukur.
Mulai tahun ini, Pasar Sekunder LBS Urun Dana akan diadakan empat kali dalam setahun. Periode pertama akan berlangsung pada 2 hingga 13 Maret 2026, selama 10 hari kerja. Investor dapat melakukan transaksi saham secara transparan melalui platform LBS Urun Dana. Beberapa emiten yang tersedia antara lain Harvies Coffee, Makacha Bakery, Frutta Gelato, Radaza D’mamam, RSIA Annisa, dan MFlash. Emiten-emiten ini berasal dari sektor riil yang memiliki aktivitas bisnis nyata dan potensi pertumbuhan.
Baca juga: Top! Panduan Belajar Saham untuk Pemula, Wajib Tahu Biar Gak Boncos!
Melalui Pasar Sekunder LBS Urun Dana, investor kini memiliki akses lebih mudah untuk memiliki saham, sekaligus membuka peluang mendapatkan dividen dari keuntungan perusahaan. Di Pasar Sekunder LBS Urun Dana, investor tidak hanya dapat membeli dan menjual saham, tetapi juga didukung oleh indikator yang membantu pengambilan keputusan investasi, salah satunya adalah LEDX dan parameter Dividend Yield di masing-masing saham.
Sepintas Tentang LEDX
Pasar Sekunder LBS Urun Dana dilengkapi dengan LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index), yaitu indeks yang mencerminkan kinerja seluruh saham yang tersedia di platform. Melalui LEDX, investor dapat melihat gambaran umum kondisi pasar secara lebih jelas dan transparan.
Jika LEDX mengalami kenaikan, hal ini menunjukkan bahwa mayoritas saham di Pasar Sekunder sedang mengalami pertumbuhan. Sebaliknya, jika LEDX menurun, hal ini dapat menjadi indikasi adanya tekanan atau koreksi pasar. Dengan adanya LEDX, investor dapat memahami kondisi pasar secara keseluruhan tanpa harus menganalisis setiap saham secara terpisah.
Dividend Yield sebagai Parameter Imbal Hasil Dividen
Selain LEDX, investor juga dapat melihat parameter Dividend Yield pada masing-masing emiten. Dividend Yield adalah rasio yang menunjukkan potensi imbal hasil dividen yang dapat diterima investor dibandingkan dengan harga sahamnya.
Parameter ini membantu investor memahami potensi pendapatan dari dividen, sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih saham di Pasar Sekunder LBS Urun Dana.
Pasar Sekunder Makin Dekat, Persiapkan Sekarang!
Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri sebelum Pasar Sekunder LBS Urun Dana dibuka. Segera daftar, lengkapi proses KYC, dan pastikan akun Anda siap digunakan sebelum Pasar Sekunder berlangsung pada 2–13 Maret 2026. Daftar di sini.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






