investasi

calendar_today

15 Juni 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Heboh! Rekap 5 Hari Pertama Pasar Sekunder LBS Urun Dana, Ini Pergerakan Lengkapnya

Investasi saham di Pasar Sekunder LBS Urun Dana resmi menutup pekan pertamanya. Lima hari perdagangan, enam emiten, dan satu indeks yang terus bergerak dinamis. Buat investor yang sudah masuk sejak hari pertama maupun yang masih mengamati dari pinggir, ini rekap lengkap yang layak disimpan.

Saham LEDX Pasar Sekunder Sepekan: Dari 223,31 ke 205,1

LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index) membuka pekan pertama di angka 223,31 pada Senin 8 Juni 2026, dan menutupnya di 205,1 pada Jumat 12 Juni 2026. Secara keseluruhan, indeks terkoreksi sekitar 8,2% sepanjang pekan pertama.

Berikut pergerakan LEDX hari per hari:

Volume transaksi tertinggi terjadi di hari pertama (77.410 lembar), kemudian turun signifikan di hari-hari berikutnya. Ini pola yang wajar. Antusiasme di hari pembukaan selalu lebih tinggi sebelum pasar menemukan ritmenya sendiri.

Baca juga: Epik! Hari Keempat Pasar Sekunder LBS Urun Dana, Giliran Makacha Bakery Pimpin Penguatan

Rekap Saham 5 Hari Pertama: Siapa Naik, Siapa Turun?

Ini saham yang diperdagangkan selama pekan pertama beserta pergerakan harga dari hari pertama ke hari kelima:

Dua emiten mencatat kenaikan kumulatif positif sepanjang pekan pertama: Harvies Coffee +12,01% dan Makacha Bakery +10,80%. Keduanya bergerak dari segmen makanan dan minuman, dan keduanya menunjukkan ada minat investor yang konsisten di segmen tersebut. 

Tiga Catatan Penting Bagi Investor Saham dari Pekan Pertama

Pertama, Harvies Coffee konsisten. Dari hari pertama sampai kelima, Harvies Coffee hanya terkoreksi satu hari (hari keempat, -1,64%) dan hari kelima kembali stabil di Rp11.900. Ini contoh nyata dalam investasi saham untuk pemula yang baru mengenal securities crowdfunding, ini contoh nyata bagaimana emiten dengan fundamental kuat bisa bertahan di tengah tekanan pasar.

Kedua, koreksi bukan berarti kolaps. LEDX turun sekitar 8% dalam sepekan, tapi ini bukan pertanda buruk. Ini adalah fase price discovery yang normal terjadi di awal pembukaan pasar sekunder. Pasar sedang menemukan keseimbangan harga yang lebih realistis.

Ketiga, diversifikasi itu penting. Investor yang hanya masuk ke satu emiten merasakan volatilitas penuh. Yang masuk ke beberapa emiten memiliki bantalan lebih baik. Inilah pelajaran terbesar dari Pasar Sekunder LBS Urun Dana pekan pertama.

Pasar Sekunder LBS Urun Dana Pekan Kedua Masih Menanti

Pasar Sekunder LBS Urun Dana pekan pertama sudah selesai. Dan hari ini, Senin 15 Juni 2026, pekan kedua resmi dimulai. Pasar kembali buka, dan peluang masih terbuka sampai 22 Juni 2026, setiap hari kerja pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Data pekan pertama sudah cukup bicara. Harvies Coffee dan Makacha Bakery membuktikan bahwa ada emiten yang tahan tekanan. LEDX memang terkoreksi, tapi pasar belum tutup. Masih ada waktu untuk masuk dengan keputusan yang lebih matang dari sebelumnya.

Sebelum masuk, pelajari dulu pergerakan pasar lewat LEDX. Semua data tersedia di sana. Transaksi bisa langsung di Pasar Sekunder. Belum daftar? Mulai di sini!.

Ada yang mau ditanyakan dulu? Tim LBS Urun Dana siap:


Pekan pertama sudah bicara banyak. Sekarang giliran Anda yang bergerak.

Baca juga: Catat! 5 Langkah Persiapkan Diri Jelang Pasar Sekunder LBS Urun Dana 

Disclaimer: Investasi saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID