investasi

calendar_today

3 Juni 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Catat! 5 Langkah Persiapkan Diri Jelang Pasar Sekunder LBS Urun Dana

Pasar Sekunder LBS Urun Dana segera hadir, dan banyak investor belum tahu cara mempersiapkan dirinya. Padahal periode Juni ini bukan sekadar pasar buka seperti biasa. Keempat emiten yang hadir sudah punya rekam jejak membagikan dividen kepada investornya. Ini momentum yang sayang dilewatkan, untuk memiliki saham bisnis lokal yang nyata di sekitar kita, mulai dari rumah sakit, produsen makanan, sampai kedai kopi, lewat LBS Urun Dana

Di LBS Urun Dana, investor bisa membeli saham emiten saat penawaran perdana. Setahun kemudian, saham itu bisa diperjualbelikan di Pasar Sekunder, baik untuk menambah porsi kepemilikan maupun merealisasikan keuntungan.

Berbeda dengan saham pada umumnya, Pasar Sekunder LBS hanya buka empat kali setahun. Periode Juni ini dibuka 8–22 Juni 2026 mulai pukul 09.00 WIB - 16.00 WIB di lbs.id. Ini 5 langkah persiapan yang perlu diselesaikan sebelum tanggal itu tiba.

1. Daftar Akun LBS Urun Dana

Langkah pertama sebelum bisa trading saham di Pasar Sekunder LBS Urun Dana adalah memastikan Anda sudah terdaftar sebagai investor.

Kunjungi lbs.id/register dan isi data sesuai KTP: nama lengkap, nomor identitas, email aktif, dan nomor telepon. Verifikasinya tidak lama. Pastikan datanya akurat karena akan dipakai untuk semua transaksi dan pelaporan investasi ke depan.

2. Miliki SID (Single Investor Identification)

SID adalah nomor identitas resmi investor yang diterbitkan KSEI. Wajib punya ini sebelum bisa bertransaksi saham di Pasar Sekunder LBS Urun Dana.

Satu orang hanya punya satu SID, meski berinvestasi di banyak platform sekaligus. Fungsinya seperti KTP, tapi khusus untuk ekosistem pasar modal Indonesia. 

Kalau belum punya, tim LBS bisa bantu prosesnya:


Baca juga: Merapat! Saham RSIA Annisa Ramaikan Pasar Sekunder, Cek Kinerjanya di Sini

3. Pahami Limit Investasi di Platform Securities Crowdfunding

Sebelum mulai trading saham, pahami dulu aturan limitnya. Berdasarkan POJK No. 17 Tahun 2025 batas maksimal investasi di platform securities crowdfunding adalah 5% dari total penghasilan tahunan. Semakin besar angka yang dimasukkan, semakin besar ruang yang tersedia. Tapi pastikan datanya akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Selain saham, LBS Urun Dana juga menyediakan instrumen sukuk bagi investor yang ingin diversifikasi portofolio dengan pendekatan syariah. Limit investasi yang sama berlaku untuk semua instrumen di platform ini.

4. Pelajari Emiten Saham di Pasar Sekunder Juni 2026

Sebelum memutuskan membeli saham emiten manapun, luangkan waktu untuk memahami bisnisnya. Bukan soal analisis yang rumit, tapi soal kebiasaan investasi yang sehat. Di Pasar Sekunder LBS Urun Dana Juni 2026, ada empat emiten yang bisa ditransaksikan:

a. RSIA Annisa Pekanbaru

RSIA Annisa sudah berdiri sejak 1997 di Pekanbaru, dan menjadi salah satu rumah sakit favorit masyarakat di sana. Rekam jejak hampir tiga dekade di sektor kesehatan adalah modal yang tidak kecil.

b. Radaza D'mamam

Produsen frozen food sehat spesialis nugget toddler yang berdiri sejak 2015. Sudah punya 11 toko offline dan jaringan agen yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Segmen pasar Radaza D’mamam spesifik, dan itu biasanya berarti loyalitas konsumen yang cukup kuat.

c. Makacha Bakery

Makacha Bakery adalah produsen roti dan kue asal Pekanbaru yang berdiri tahun 2017. Selain produk utamanya, mereka juga memproduksi kemojo, kue khas Riau. Ada nilai budaya di situ yang bisa jadi pembeda di pasar.

d. Harvies Coffee 

Harvies Coffee berdiri di Aceh sejak 2014 dengan fokus pada kopi Gayo. Yang menarik, dividen mereka naik drastis di 2025. Cafenya bebas asap rokok dan melarang bermain game, dua aturan yang terdengar ketat tapi justru membentuk loyalitas pelanggan yang kuat. 

Untuk masing-masing emiten, cek tiga hal dasar: pertumbuhan pendapatan dan laba dari laporan keuangan, seberapa lama bisnis ini sudah berjalan, dan apakah mereka rutin membagikan dividen. Laporan keuangannya bisa diakses langsung di halaman masing-masing emiten di platform LBS Urun Dana.

Baca juga: Tips Investasi Sukuk dan Saham di LBS Urun Dana! 

5. Pahami Risiko Sebelum Investasi Saham 

Satu hal yang sering dilewatkan investor sebelum trading saham di securities crowdfunding adalah memahami risikonya. Harga saham sepenuhnya bergantung pada kinerja bisnis yang Anda danai. Kalau bisnisnya berkembang, nilai saham dan dividen ikut naik. Kalau tidak, ya sebaliknya. 

Soal likuiditas: pasar buka empat kali setahun. Kalau tiba-tiba butuh dana di luar jadwal, tidak ada cara untuk mencairkannya. Masukkan dana yang memang sudah disiapkan untuk tidak disentuh dalam jangka menengah.

Emiten di platform ini juga bukan perusahaan besar dengan cadangan kas tebal. Mereka bisnis skala menengah yang masih tumbuh, dengan segala ketidakpastiannya. Pahami itu sebelum masuk.

Kenalan dengan LEDX Sebelum Trading Saham

Untuk membantu riset emiten, LBS Urun Dana menghadirkan LEDX, LBS Equity Crowdfunding Index. Indeks ini dirancang untuk memantau pergerakan saham di platform secara lebih terstruktur.

Dari LEDX, Anda bisa lihat pergerakan harga, volume transaksi, dan berbagai indikator lain sebelum mengambil keputusan. Di Pasar Sekunder yang cuma buka empat kali setahun, masuk tanpa data adalah risiko yang tidak perlu. 

Kelima persiapan di atas tidak butuh waktu lama kalau dimulai sekarang. Pasar Sekunder LBS Urun Dana buka 8 Juni 2026. Mulai persiapan di lbs.id.

Disclaimer: Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID