berita

calendar_today

15 Juni 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Alhamdulillah! Setelah Sempat Bikin Waswas, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

Pasar keuangan Indonesia memberi kabar baik, dan ini momen yang pas untuk meninjau ulang strategi investasi saham Anda. Setelah sehari sebelumnya sempat tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melesat dan kembali menembus level psikologis 6.000, sementara rupiah ikut menguat mendekati Rp17.800 per dolar AS. 

Menariknya, momentum ini juga bertepatan dengan periode Pasar Sekunder LBS Urun Dana yang sedang berjalan, membuka peluang bagi Anda untuk mempertimbangkan diversifikasi di luar bursa utama.

IHSG Melesat 2,68% ke Level 6.043

Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 2,68 persen ke level 6.043,55 hingga penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (12/6/2026). Indeks bergerak menguat sejak pembukaan di level 5.960,41, jauh dari posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di 5.886,03 setelah terkoreksi tipis 0,28 persen.

Volume perdagangan tercatat 21,56 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,84 triliun. Tercatat 1.364.802 kali transaksi terjadi hingga akhir sesi pertama. Indeks LQ45 juga ikut menguat 3,21 persen ke level 605,658, dengan 610 saham menguat, 101 melemah, dan 100 stagnan.

Sentimen yang Sebelumnya Bikin Pasar Was-was

Penguatan ini menarik karena sebelumnya sejumlah analis justru memperkirakan pasar akan bergerak terbatas, bahkan rentan tertekan. Analis Phintraco Sekuritas mencatat pelemahan rupiah 0,25 persen ke Rp17.989 per dolar AS pada Kamis sempat memicu perkiraan Bank Indonesia berpotensi menaikkan BI rate pada rapat dewan gubernur pekan depan.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia turut menyoroti penguatan bursa Wall Street pada Kamis sebagai sentimen positif bagi IHSG. Analis BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan serupa soal arah pergerakan pasar ke depan.

Baca juga: Waspada! Rupiah Ambruk ke Level Rp18.100, Ini yang Harus Dilakukan Investor

Rupiah Menguat, Apa yang Mendorongnya?

Rupiah juga semakin perkasa terhadap dolar AS, menguat 0,72 persen ke level Rp17.845 per dolar AS per pukul 14.06 WIB, menjauh dari posisi penutupan Kamis di Rp17.975.

Faktor utama di balik penguatan ini adalah pelemahan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) tercatat turun 0,08 persen ke level 99,785, melanjutkan koreksi dari sehari sebelumnya yang juga melemah 0,09 persen. Saat dolar melemah secara global, mata uang negara berkembang termasuk rupiah cenderung mendapat ruang untuk menguat.

Dengan posisi Rp17.845, rupiah kini mendekati level psikologis Rp17.800, menjauh dari level Rp18.000 yang sempat menjadi tekanan besar dalam beberapa hari terakhir.

Mengapa IHSG dan Rupiah Bisa Menguat Bersamaan?

Penguatan IHSG dan rupiah pada hari yang sama bukan kebetulan. Keduanya didorong oleh sentimen global yang serupa: pelemahan dolar AS dan penguatan bursa Wall Street pada Kamis malam.

Saat dolar melemah, dua hal terjadi sekaligus. Arus modal asing cenderung lebih mudah masuk ke aset-aset di negara berkembang seperti Indonesia, dan tekanan terhadap rupiah pun berkurang. Di sisi lain, penguatan Wall Street memberi sinyal optimisme global yang turut terbawa ke bursa-bursa Asia, termasuk IHSG.

Secara teknikal, analis Phintraco sebelumnya sudah melihat sinyal ini lebih dulu lewat indikator MACD yang berpotensi membentuk golden cross, didukung posisi IHSG yang sudah berada di atas MA5 dan MA10. Sinyal teknikal ini ternyata terbukti akurat, dan penguatan yang terjadi bahkan melampaui ekspektasi awal yang hanya menargetkan kisaran 5.900 hingga 5.950.

Saat Bursa Utama Menguat, Bagaimana dengan Investasi Anda?

Penguatan IHSG dan rupiah seperti ini sering menjadi momen menarik bagi investor, sekaligus pengingat bahwa pasar keuangan selalu punya dua sisi. Hari ini menguat tajam, kemarin terkoreksi, dan arah ke depan tetap dipengaruhi banyak variabel di luar kendali investor individu, dari nilai tukar dolar hingga kebijakan bank sentral.

Momen seperti ini juga sering jadi pengingat untuk meninjau ulang portofolio. Investasi saham di bursa utama maupun sukuk memang punya tempatnya masing-masing, namun keduanya tetap bergerak mengikuti sentimen pasar yang fluktuatif seperti yang terjadi belakangan ini.

Di sinilah investasi saham melalui securities crowdfunding menawarkan pengalaman yang berbeda. Lewat LBS Urun Dana, Anda bisa berinvestasi di bisnis riil yang pergerakan nilainya lebih banyak ditentukan oleh performa usahanya sendiri, bukan oleh sentimen IHSG maupun kurs dolar.

Mengenal LBS Urun Dana 

LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK. Angkanya bicara sendiri: lebih dari Rp328 miliar sudah disalurkan ke pengusaha Indonesia, dengan lebih dari 16.800 investor aktif yang sudah bergabung. Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah sekaligus Founder LBS Urun Dana.

Berbeda dengan IHSG dan rupiah yang bergerak karena sentimen global, nilai investasi di LBS Urun Dana lebih banyak ditentukan oleh performa bisnis itu sendiri. Minimumnya pun terjangkau, mulai dari Rp1.000.000. Bukan karena murah itu tujuannya, tapi karena tidak ada alasan menunda hanya karena modal belum besar.

Baca juga: Cair! Imbal Hasil Sukuk LBS Urun Dana Sudah Sukses Masuk ke Investor 

Bagi yang baru memulai investasi saham untuk pemula, ini bisa jadi pelengkap portofolio yang menarik di luar saham dan sukuk yang biasa diperdagangkan di pasar modal konvensional.

Mulai Kapan Saja, Tidak Perlu Menunggu Momentum

Penguatan IHSG dan rupiah seperti hari ini datang dan pergi. Tapi keputusan untuk mulai berinvestasi pada bisnis yang Anda percaya tidak perlu menunggu momentum pasar tertentu.

Kalau masih ada yang ingin didiskusikan, tim LBS siap ngobrol:

a. Wisnu — Chat via WhatsApp
​​b. ​Faris — Chat via WhatsApp
c. Dwian — Chat via WhatsApp

Kalau sudah yakin, tidak perlu ditunda. Daftar di lbs.id, pilih bisnis yang Anda percaya, dan mulai dengan cara yang tenang di hati.

Disclaimer: Investasi saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID