investasi

calendar_today

10 Mei 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Horor! 5 Alasan Bisnis Kuliner Gagal Cuan dan Peluang Saham F&B Menarik

Anda pasti pernah melihatnya. Ada tempat makan baru buka di sudut jalan. Opening-nya ramai, antriannya panjang, viral di mana-mana. Semua orang membicarakannya. Lalu, 3 bulan kemudian? Tutup. Tanpa pengumuman, tanpa penjelasan. Ini bukan kebetulan. Dan ini bukan soal makanannya tidak enak.

Penyebabnya Bukan dari Rasa Makanannya 

Data dari Opaper App menyebutkan bahwa 70% bisnis kuliner tutup di tahun pertama. Angka yang mengejutkan, tapi kalau ditelusuri, penyebabnya selalu berulang:

1. Salah Pilih Lokasi 

Ramai memang, tapi pengunjungnya bukan target pasar yang tepat. Ingat, trafik tinggi tidak selalu berarti penjualan tinggi. 

2. Manajemen Keuangan yang Buruk

Uang masuk besar tapi tidak tahu ke mana perginya. Tanpa catatan yang rapi, bisnis bisa bocor pelan-pelan tanpa disadari. 

3. Tidak Ada Inovasi Produk dan Promosi

Di bisnis kuliner, berhenti berinovasi sama dengan mati perlahan. Pelanggan cepat bosan, dan kompetitor terus bergerak. 

4. Operasional yang Berantakan

Stok habis tiba-tiba, karyawan tidak konsisten dan standar rasa tidak terjaga. Hasilnya pelanggan kecewa dan tidak mau kembali lagi. 

5. Terlalu Bergantung pada Hype

Viral memang menggiurkan, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Begitu viralnya reda, sepi total. Yang tersisa hanya kursi kosong. 

Baca juga: 5 Tips Jitu Investasi Bisnis Restoran agar Gak Kejebak FOMO Semata!

Kelima poin tadi bukan teori. Itu benar-benar terjadi di lapangan, berulang, pada banyak bisnis yang dulu sempat ramai. Dan kalau dipikir-pikir, masalahnya bukan soal berani atau tidak untuk memulai. Masalahnya adalah cara masuk ke industri ini yang selama ini dianggap harus selalu dari nol.

Cara Punya Bisnis Tanpa Bangun dari Nol

Padahal ada cara lain, yakni investasi saham lewat securities crowdfunding. Anda bisa punya bisnis kuliner tanpa harus ikut repot mengurus administrasi, manajemen, sampai operasional harian. Skema yang jauh lebih terukur, terutama bagi Anda yang baru mau mulai di dunia investasi untuk pemula. 

Peluang terbaik yang bisa Anda pertimbangkan saat ini adalah saham PT Mang Ujang Indonesia, yang hanya tersedia di LBS Urun Dana. Ini bukan bisnis yang baru merintis. Faktanya:

a. Berdiri sejak 2021 sebagai holding bisnis restoran Sambal Bakar Mang Ujang
b. 3 outlet aktif dan profitable di Bandung
c. Lebih dari 1.700 pelanggan per hari
d. Laba bersih naik konsisten: Rp967 juta, Rp1,1 miliar, lalu Rp1,8 miliar

Bukan proyeksi. Ini angka yang sudah terjadi. Prospektus lengkap bisa Anda baca di sini

Ikhtisar Saham Mang Ujang

Tertarik? Ini detail lengkap penawaran sahamnya.

  1. Total Penerbitan Saham: Rp5.464.146.482
  2. Harga per Lembar Saham: Rp179
  3. Pembelian Saham Minimal: Rp1.000.073
  4. Jumlah Saham Ditawarkan: 344.474.042 lembar
  5. Proyeksi Dividen Payout Ratio: 90%
  6. Indikasi Dividen Yield 2026: 5,74%

Baca juga: Bedah Saham Mang Ujang yang Siap Listing di LBS, Prospeknya Cerah?

Mang Ujang dibangun di atas fondasi yang terukur, bukan sekadar viral sesaat. Rekam jejaknya konsisten, model bisnisnya siap ekspansi, dan struktur keuangannya sehat serta bebas utang. 

Kalau Anda sedang mencari investasi saham yang bukan cuma menarik di atas kertas, ini salah satu yang layak dipertimbangkan dengan serius. 

Daftar atau login di lbs.id untuk mulai investasi saham Mang Ujang sebelum periode penawaran ditutup. Butuh bantuan? Tim kami siap membantu:

Wisnu: Link WhatsApp
Faris: Link WhatsApp
Dwian: Link WhatsApp

Disclaimer

Investasi sukuk dan saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko. Pastikan Anda membaca prospektus sebelum berinvestasi. LBS Urun Dana adalah platform resmi berizin dan diawasi OJK.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID