berita
9 Mei 2026
Naufal Mamduh
Satset! 7 Jurus BI Hadapi Tekanan Rupiah: Dolar Dibatasi, Intervensi Diperkuat!
Tekanan terhadap rupiah membuat Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah lebih serius. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan hal ini usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa malam (5/5/2026), sekaligus melaporkan tujuh langkah utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Yang paling jadi sorotan adalah pembatasan pembelian dolar AS. Batas transaksi tanpa underlying sudah turun dari US$100.000 menjadi US$50.000 per orang per bulan. BI bahkan mempertimbangkan penurunan lagi ke US$25.000, di mana setiap pembelian wajib disertai alasan jelas seperti impor, pendidikan, atau kebutuhan bisnis.
"Yang kami sudah keluarkan adalah pembatasan pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying," kata Perry.
Tujuannya: memangkas transaksi spekulatif yang menekan rupiah. Berikut ketujuh langkah lengkapnya, dikutip dari CNBC (8/5/2026):
Baca juga: Rupiah Anjlok di Angka Rp17.122, Ini Penjelasan BI dan Kemenkeu!
1. Intervensi Rupiah Dilanjutkan
BI akan terus melakukan intervensi rupiah di pasar domestik maupun global, termasuk di Hong Kong, Singapura, London, hingga New York untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
2. Pembelian Dolar Akan Diperketat
Seperti telah dijelaskan di awal bahwa pembelian dolar AS akan diperketat. Setelah batas transaksi tanpa underlying turun menjadi US$50.000, BI kini mempertimbangkan penurunan lagi menjadi US$25.000.
3. BI Ingin Menarik Dana Asing Masuk
BI akan memperkuat instrumen SRBI untuk menarik kembali dana asing masuk di tengah derasnya arus modal keluar dari pasar saham dan obligasi.
Baca juga: Arus Modal Asing ke RI Awal 2026 Naik, Ini 5 Negara Investor Terbesar!
4. Pembelian SBN Akan Dilanjutkan
Bersama Kementerian Keuangan, BI juga akan terus membeli SBN di pasar sekunder guna menjaga stabilitas pasar obligasi dan likuiditas.
5. Likuiditas Perbankan Dijaga Tetap Longgar
BI memastikan kondisi likuiditas perbankan masih aman dan cukup longgar. Perry menyebut pertumbuhan uang primer masih tumbuh double digit, yakni sekitar 14,1%. Kondisi ini dianggap penting agar aktivitas ekonomi dan penyaluran kredit tetap berjalan stabil.
6. Bank Lokal Akan Dilibatkan di Pasar Offshore
BI juga memperkuat intervensi di pasar offshore non-deliverable forward. Menariknya, bank-bank domestik nantinya diperbolehkan ikut menjual offshore NDF di luar negeri. Dengan pasokan yang lebih besar, BI berharap gejolak rupiah di pasar offshore bisa lebih terkendali.
7. Pengawasan ke Bank dan Korporat Diperketat
Langkah terakhir adalah meningkatkan pengawasan terhadap bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar cukup tinggi. BI akan berkoordinasi dengan OJK untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap aman. Bahkan, pengawas disebut akan langsung diterjunkan untuk memantau aktivitas tertentu.
Transaksi Yuan-Rupiah Mulai Berkembang
Perry juga menyebut berkembangnya transaksi Yuan-Rupiah sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan Indonesia-China, yang dinilai penting untuk stabilitas jangka panjang.
Peluang di Tengah Gejolak
Gejolak nilai tukar seperti ini justru mengingatkan pentingnya diversifikasi ke instrumen berbasis rupiah. Aset yang berakar pada ekonomi riil lebih tahan terhadap tekanan spekulatif dibanding instrumen yang bergantung pada fluktuasi mata uang. Ketika dolar makin diperketat dan arus modal asing bergerak tak menentu, investor yang sudah menempatkan dananya pada bisnis produktif dalam negeri justru berada di posisi yang lebih tenang.
Di sinilah LBS Urun Dana hadir sebagai pilihan yang relevan. Sebagai platform securities crowdfunding di bawah pengawasan OJK, LBS menghubungkan investor dengan pengusaha yang membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnis nyata. Mulai Rp1 juta, Anda bisa berinvestasi pada sukuk dan saham dari bisnis riil yang telah terseleksi ketat, dengan imbal hasil yang berakar pada kinerja usaha nyata, bukan fluktuasi pasar.
Seluruh proses dilakukan secara transparan, dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA selaku Pakar Fikih Muamalah & Founder LBS Urun Dana, sehingga transaksi investasi yang amanah tetap terjaga. Info lengkap di lbs.id dan Instagram @lbsurundana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






