literasi keuangan

calendar_today

15 Januari 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Ditinjau oleh Arief Firmanto

Gaskeun! 10 Cara Jitu Perencanaan Keuangan 2026, Sekarang atau Tidak Sama Sekali!

Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk memulai langkah baru dalam mengelola keuangan, baik untuk keluarga maupun usaha. Bagi pengusaha UKM, perencanaan keuangan yang baik adalah dasar untuk mengelola arus kas dan mencapai tujuan jangka panjang. 

Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa menghadapi tahun ini dengan lebih percaya diri, terhindar dari kekhawatiran finansial, dan siap meraih setiap tujuan yang telah direncanakan.

Cara Membangun Tujuan Keuangan di Tahun 2026

Perencanaan keuangan yang efektif dimulai dengan tujuan yang jelas. Tujuan ini bisa dibagi menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang. Dengan tujuan yang terarah, Anda bisa fokus pada pengeluaran yang penting dan menghindari pemborosan.

1. Tujuan Jangka Pendek

Untuk keluarga, tujuan jangka pendek bisa berupa liburan, renovasi rumah kecil, atau menambah dana darurat. Bagi pengusaha, ini bisa berarti menyelesaikan proyek kecil atau memperbaiki cash flow bisnis. Tujuan ini biasanya tercapai dalam waktu kurang dari satu tahun.

2. Tujuan Jangka Menengah

Tujuan jangka menengah untuk keluarga bisa mencakup menyiapkan biaya sekolah anak atau membeli kendaraan. Pengusaha mungkin akan fokus pada pengembangan produk atau memperluas pasar. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 hingga 5 tahun.

3. Tujuan Jangka Panjang

Bagi keluarga, ini bisa berarti mempersiapkan dana pendidikan tinggi anak atau dana pensiun. Untuk pengusaha, tujuan ini bisa termasuk ekspansi bisnis atau merencanakan dana pensiun yang lebih stabil. Tujuan ini memerlukan perencanaan lebih dari 5 tahun.

Dengan menuliskan tujuan secara spesifik, Anda bisa lebih terkontrol dalam mengelola anggaran dan mencapai tujuan yang diinginkan.

10 Langkah Membuat Perencanaan Keuangan 2026

Agar perencanaan keuangan keluarga berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan, berikut adalah 10 langkah praktis yang bisa Anda terapkan:

1. Evaluasi Keuangan Tahun Sebelumnya

Tinjau pengeluaran dan pendapatan dari tahun sebelumnya. Untuk keluarga, ini membantu mengidentifikasi pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana. Bagi pengusaha, evaluasi arus kas usaha sangat penting untuk mengetahui area yang perlu diperbaiki agar rencana keuangan tahun ini lebih efisien.

2. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis

Untuk keluarga, gunakan rumus 50/30/20: 50% untuk kebutuhan hidup, 30% untuk tabungan dan investasi, 20% untuk dana darurat atau utang. Bagi pengusaha UKM, buat anggaran usaha yang realistis, dengan memperhitungkan biaya operasional dan pengembangan bisnis. Sekaligus disiplin untuk memisahkan antara keuangan pribadi dan perusahaan. 

3. Susun Strategi Penghematan

Mulailah dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Untuk keluarga, ini bisa berarti mengurangi pengeluaran gaya hidup. Bagi pengusaha, penghematan pada biaya operasional seperti bahan baku atau energi dapat memberikan dana tambahan untuk ekspansi.

Baca juga: Cengli! 5 Jurus Alokasi Gaji untuk Investasi, Pintar Atur Duit Demi Cuan No Limit!

4. Perkuat Dana Darurat

Dana darurat sangat penting untuk mengatasi situasi tak terduga. Idealnya, dana darurat setara dengan tiga hingga enam kali kebutuhan bulanan keluarga. Bagi pengusaha, pastikan usaha Anda juga memiliki dana darurat untuk mengatasi gangguan operasional atau krisis ekonomi.

5. Optimalkan Pengelolaan Utang

Jika memiliki utang konsumtif, buat strategi penyelesaian yang tepat. Pengusaha UKM juga harus memprioritaskan penyelesaian utang usaha dengan menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi finansial, seperti snowball atau avalanche.

6. Mulai atau Tingkatkan Investasi

Setelah kebutuhan dasar tercukupi, mulailah berinvestasi untuk mengatasi inflasi dan meningkatkan nilai aset. Pengusaha harus mempertimbangkan investasi yang juga mendukung pertumbuhan bisnis, seperti pembelian aset usaha atau diversifikasi produk.

7. Sediakan Dana untuk Pengeluaran Tak Terduga

Selain dana darurat, ada juga biaya tak terduga, seperti hadiah pernikahan atau perawatan kendaraan. Untuk pengusaha, pastikan ada dana cadangan untuk kebutuhan yang mendesak, seperti perbaikan mesin atau perubahan regulasi.

8. Lengkapi Perlindungan Finansial

Asuransi kesehatan untuk keluarga sangat penting. Untuk pengusaha, pastikan usaha Anda juga dilindungi dengan asuransi yang memadai, baik untuk karyawan, aset, atau tanggung jawab hukum usaha.

9. Lakukan Review Keuangan Secara Berkala

Setiap bulan, lakukan review terhadap perencanaan keuangan pribadi dan usaha untuk memastikan pengeluaran sesuai anggaran. Evaluasi kinerja bisnis dan sesuaikan strategi keuangan sesuai dengan kondisi pasar.

10. Tetapkan Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Baik keluarga maupun pengusaha harus menetapkan tujuan jangka panjang, seperti dana pensiun atau pendidikan anak. Pengusaha juga perlu merencanakan ekspansi usaha atau persiapan untuk menghadapi resesi ekonomi.

7 Kebiasaan Keuangan untuk Meraih Kebebasan Finansial

Kebiasaan keuangan yang baik adalah dasar untuk meraih stabilitas finansial. Baik untuk keluarga maupun usaha, kebiasaan ini membantu mengelola keuangan dengan lebih terkontrol dan terarah. Berikut adalah 7 kebiasaan keuangan yang perlu diterapkan:

1. Mencatat Pengeluaran Harian

Bagi keluarga, mencatat pengeluaran harian membantu menghindari pemborosan. Bagi pengusaha, pencatatan yang rapi memungkinkan Anda mengontrol arus kas usaha dan membuat keputusan lebih bijak.

2. Menentukan Batas Pengeluaran Mingguan

Menetapkan anggaran mingguan penting untuk keluarga agar lebih mudah mengelola keuangan dan menghindari pengeluaran berlebihan. Untuk pengusaha, ini juga membantu mengatur pengeluaran operasional usaha agar tetap efisien.

3. Mengatur Otomatisasi Pembayaran dan Tabungan

Auto-debit untuk pembayaran rutin dan tabungan membuat keuangan lebih terorganisir. Bagi pengusaha, otomatisasi pembayaran gaji atau cicilan utang juga mengurangi risiko keterlambatan dan memperlancar operasional bisnis.

4. Mengelola Bonus dan THR dengan Bijak

Alihkan bonus atau THR untuk investasi atau melunasi cicilan. Ini membantu mengurangi utang dan memperkuat perencanaan keuangan masa depan. Pengusaha juga bisa menggunakan keuntungan atau bonus untuk reinvestasi dalam bisnis.

5. Melakukan Review Keuangan Secara Berkala

Tinjau keuangan bulanan untuk memastikan pengeluaran sesuai anggaran dan tujuan tercapai. Pengusaha perlu mengevaluasi kinerja bisnis dan melakukan penyesuaian strategi agar tetap relevan dengan kondisi pasar.

6. Tujuan Sosial atau Amal

Sisihkan sebagian penghasilan untuk sedekah atau donasi. Ini tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga menjaga perencanaan keuangan tetap sehat dan bermanfaat bagi masyarakat. Pengusaha dapat melakukan CSR untuk meningkatkan citra perusahaan.

7. Mengatur Dana Pendidikan atau Pensiun

Alokasikan dana untuk pendidikan anak atau pensiun agar masa depan lebih aman. Pengusaha juga perlu merencanakan dana pensiun pribadi dan pendidikan anak, yang memberikan jaminan keuangan di masa depan..

Baca juga: Lapor! 10 Tantangan Bisnis 2026 dan Solusi Pendanaan Cepat untuk Usaha Ngegas

Kesimpulan

Perencanaan keuangan adalah kunci dalam meraih stabilitas finansial di tahun yang baru. Dengan menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan melakukan evaluasi rutin, kamu bisa menciptakan masa depan yang lebih stabil untuk keluarga dan pengusaha. Kebiasaan keuangan yang baik juga akan mendukung tujuan tersebut, membantu kamu menjalani hidup dengan lebih tenang dan terarah. Jadi, mulailah tahun baru ini dengan perencanaan yang matang dan tujuan yang jelas!

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID