artikel

calendar_today

9 Januari 2026

Lapor! 10 Tantangan Bisnis 2026 dan Solusi Pendanaan Cepat untuk Usaha Ngegas

Memasuki tahun 2026, para pengusaha di Indonesia dihadapkan pada serangkaian tantangan yang semakin kompleks. Ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang terus merangkak naik, serta produk impor murah yang membanjiri pasar, semua ini menambah beratnya beban. Namun, di balik tantangan besar ini, ada banyak peluang untuk mereka yang siap beradaptasi dan memiliki perencanaan bisnis yang matang. Untuk bertahan dan berkembang, pengusaha perlu memanfaatkan modal usaha yang tepat dan strategi yang cerdas.

Berikut adalah 10 tantangan bisnis 2026 yang harus dihadapi pengusaha, beserta solusi praktis dan perencanaan bisnis efektif agar bisa tetap bertumbuh, terutama di kondisi ekonomi yang tidak pasti. 

1. Biaya Operasional yang Makin Mahal

Salah satu tantangan terbesar bagi pengusaha di 2026 adalah kenaikan biaya operasional yang terus meningkat. Dengan inflasi dan harga bahan baku yang semakin tinggi, biaya tenaga kerja yang naik akibat penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) membuat bisnis harus cerdas dalam mengelola pengeluaran.

Solusi:

Untuk mengatasi masalah ini, pengusaha harus fokus pada efisiensi operasional melalui otomatisasi dan digitalisasi proses. Mengadopsi teknologi yang bisa mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual akan sangat membantu. Modal usaha yang tepat sangat diperlukan untuk berinvestasi dalam sistem digital yang dapat meminimalkan biaya dan meningkatkan produktivitas.

2. Digitalisasi Harus Segera Dilakukan

Jika dulu digitalisasi dianggap sebagai hal yang keren, kini di 2026, digitalisasi adalah keharusan. Bisnis yang masih bergantung pada sistem manual, seperti pencatatan stok di buku atau laporan keuangan di Excel, akan semakin tertinggal.

Solusi:

Saya harus memasukkan sistem digital ke dalam bisnis untuk memudahkan pengelolaan stok, keuangan, dan operasional secara real-time. Untuk itu, pendanaan untuk digitalisasi sangat diperlukan agar saya bisa bertransformasi lebih cepat. Securities crowdfunding adalah salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan perubahan ini.

3. Pengelolaan Sumber Daya Manusia yang Tidak Efisien

Dengan biaya tenaga kerja yang terus meningkat, dan pengaruh PHK yang terjadi di berbagai sektor, mengelola sumber daya manusia yang ada menjadi tantangan besar. Banyak pengusaha harus lebih pintar dalam memaksimalkan produktivitas tanpa menambah jumlah tenaga kerja.

Baca juga: Militan! Cerita Dibalik Saham Harvies Coffee yang Laris Manis dalam Waktu 3 Hari!

Solusi:

Penggunaan teknologi otomatisasi untuk menggantikan pekerjaan yang rutin adalah solusi yang sangat tepat. Pendanaan untuk mengembangkan sistem otomatisasi yang mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual sangat dibutuhkan. Dengan modal usaha yang tepat, saya bisa mendigitalisasi banyak aspek bisnis dan membuat proses lebih efisien.

4. Persaingan dengan Produk Impor yang Makin Dominan

Produk impor dari luar negeri, terutama dari China, semakin mudah masuk dan menguasai pasar. Bagi pengusaha lokal, persaingan harga menjadi semakin ketat. Tanpa strategi yang tepat, produk lokal bisa tersingkirkan.

Solusi:

Untuk bisa bersaing, saya perlu menonjolkan keunggulan lokal dan nilai tambah dari produk yang saya tawarkan. Ini bisa dilakukan dengan memperbaiki kualitas produk, inovasi, dan pengalaman pelanggan. Dengan pendanaan untuk riset produk, saya bisa mengembangkan produk lokal yang lebih baik dan memiliki daya saing lebih tinggi.

5. Daya Beli Konsumen yang Menurun

Inflasi dan kenaikan harga barang membuat daya beli konsumen semakin menurun. Hal ini berdampak langsung pada penurunan omzet bagi pengusaha.

Solusi:

Dalam menghadapi penurunan daya beli, saya perlu lebih cerdas dalam mengelola harga dan menyesuaikan produk agar tetap terjangkau. Memanfaatkan platform pemasaran digital yang lebih efisien akan membantu menjangkau pelanggan dengan biaya lebih rendah. Modal usaha untuk memperkuat strategi pemasaran digital menjadi hal yang sangat penting.

6. Kompetisi Global yang Semakin Ketat

Dengan semakin terbukanya pasar global, produk asing masuk dengan harga yang lebih murah dan lebih kompetitif. Hal ini membuat persaingan bisnis semakin ketat, baik di pasar lokal maupun internasional.

Solusi:

Fokus pada perencanaan bisnis di aspek keunikan produk dan nilai tambah lokal yang tidak bisa ditiru oleh produk impor. Untuk itu, saya membutuhkan pendanaan guna memperkuat brand dan meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing dengan produk dari luar negeri.

Baca juga: Starter On! 7 Jurus Membuat Rencana Bisnis 2026 Biar Usaha Ngebut dan Terarah

7. Sustainability: Kebutuhan Bisnis, Bukan Hanya Tren

Kini, konsumen semakin peduli dengan isu keberlanjutan. Mereka lebih memilih produk yang diproduksi secara ramah lingkungan dan beretika. Jika saya tidak mengikuti tren ini, saya bisa kehilangan banyak pelanggan.

Solusi:

Mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam produksi saya adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Saya bisa mulai dari pengurangan limbah, penggunaan bahan baku yang lebih hijau, dan efisiensi energi. Untuk itu, pendanaan untuk implementasi keberlanjutan akan sangat membantu.

8. Tantangan Regulasi yang Semakin Ketat

Regulasi terkait pajak digital, perlindungan data pribadi, dan transaksi online akan semakin ketat pada 2026. Bisnis yang tidak mematuhi peraturan ini bisa terkena denda atau sanksi hukum yang merugikan.

Solusi:

Pengusaha harus memperbarui sistem digital untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan terbaru. Menggunakan teknologi yang memungkinkan pelacakan transaksi dengan mudah akan membantu dalam memenuhi kepatuhan regulasi. Pendanaan untuk membangun sistem yang tepat akan sangat membantu dalam hal ini.

9. Pengelolaan Data yang Lebih Efisien

Di era digital ini, data menjadi aset yang sangat penting. Namun, banyak pengusaha yang belum memanfaatkan data dengan maksimal. Tanpa sistem manajemen data yang terintegrasi, pengambilan keputusan bisnis menjadi tidak efisien.

Solusi:

Menggunakan sistem manajemen data yang terintegrasi akan memudahkan pengusaha untuk mengelola data operasional, penjualan, dan keuangan. Pendanaan untuk implementasi sistem data digital adalah kunci untuk membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat.

10. Keterbatasan Akses Modal untuk Mengembangkan Bisnis

Tantangan terbesar yang sering dihadapi pengusaha adalah keterbatasan modal untuk mengembangkan bisnis. Mereka sulit menemukan cara mendapatkan modal usaha atau cara dapat modal usaha 1 miliar. 

Solusi:

Dengan pendanaan yang tepat, pengusaha dapat mengembangkan bisnis lebih cepat, mulai dari inovasi produk, digitalisasi, hingga ekspansi pasar. LBS Urun Dana menyediakan platform securities crowdfunding untuk pengusaha yang membutuhkan modal usaha mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 10 miliar.

Solusi Pendanaan Bisnis Cepat Cair 17 Hari 

Lebih dari sekedar pendanaan, LBS Urun Dana adalah solusi bagi Anda yang membutuhkan dana Rp300 juta sampai Rp10 miliar yang insya allah cepat cair lewat program FAST 17. Jawaban atas kebutuhan dana cepat cair 17 hari kerja sesuai syarat dan ketentuan berlaku. 

LBS menawarkan pendanaan berbasis sukuk dan saham yang transparan, memungkinkan pengusaha untuk mengakses dana yang dibutuhkan dengan cepat. LBS didirikan oleh Pakar Fiqih Muamalah, UStadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA telah sukses mendukung bisnis dengan akses modal usaha Rp278 miliar lebih kepada 911 pengusaha dari seluruh Indonesia. Berikut jenis usaha, syarat dan alur pendanaan di LBS Urun Dana:

Jenis Usaha yang Dapat Ajukan Pendanaan:

a. Transportasi & Logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi & Properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian & Perkebunan

Kriteria Usaha untuk Pendanaan Cepat Cair:

a. Kebutuhan dana minimal Rp300 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp1,5 miliar
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Laporan keuangan sederhana. 

Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!

Alur Pengajuan Pendanaan:

a. Pengajuan di lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Listing proyek dan pendanaan oleh investor

Ajukan pendanaan sekarang dan percepat ekspansi bisnis Anda dengan LBS Urun Dana. Proses cepat, hasil maksimal!

search

Informasi Terbaru

Ingin investasi yang amanah dan sesuai prinsip Islam?

Temukan investasi halal dari bisnis yang sesuai prinsip Islam hanya di LBS Urun Dana!

Investasi Sekarang

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID