literasi keuangan

calendar_today

23 April 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Lets Go! 7 Cara Nabung Pendidikan Anak, Sedikit Hari Ini Tenang di Masa Depan

Setiap orang tua tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak. Namun ada satu hal yang sering luput dipersiapkan sejak awal, yaitu biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat anak masih kecil, kebutuhan itu terasa jauh. Tetapi ketika waktunya tiba, nominal yang dibutuhkan bisa jauh lebih besar dari perkiraan.

Karena itu, menyiapkan Dana Pendidikan Anak sejak dini adalah langkah penting. Kabar baiknya, Anda bisa mempersiapkannya dengan cara yang lebih transparan dan bebas riba. Bagi Sahabat LBS, berikut 7 strategi yang bisa mulai dilakukan dari sekarang.

1. Tentukan Target Dana Pendidikan Anak Sejak Awal

Menabung tanpa target sering berakhir tanpa arah. Karena itu, langkah pertama adalah menentukan kebutuhan pendidikan anak sejak dini.

Coba buat estimasi biaya dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga kuliah. Tidak perlu langsung sempurna, yang penting Anda memiliki gambaran angka yang ingin dicapai.

Dengan target yang jelas, Anda akan lebih mudah menentukan nominal tabungan bulanan dan strategi keuangan yang tepat.

2. Gunakan Strategi Menabung yang Konsisten

Banyak orang menunggu punya uang lebih dulu baru menabung. Padahal, cara terbaik justru menabung dulu baru mengatur sisanya.

Pisahkan rekening khusus pendidikan anak. Setelah menerima gaji atau pemasukan usaha, langsung sisihkan dana rutin setiap bulan.

Baca juga: Kalem! 10 Tips Keuangan untuk Sandwich Generation, Duit Aman Orangtua Bahagia

Strategi menabung seperti ini terlihat sederhana, tetapi sangat efektif membangun kebiasaan finansial yang sehat dalam jangka panjang.

3. Simpan Dana Jangka Pendek di Deposito Syariah

Jika kebutuhan pendidikan sudah dekat, misalnya 1 sampai 3 tahun lagi, menjaga dana tetap stabil menjadi prioritas.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah deposito syariah. Produk ini menggunakan prinsip syariah dengan sistem bagi hasil, bukan bunga.

Cocok bagi orang tua yang ingin menyimpan dana dengan risiko lebih terukur sambil menunggu waktu pembayaran sekolah.

4. Gunakan Emas untuk Menjaga Nilai Dana

Sebagian orang tua memilih emas sebagai alat penyimpan nilai untuk tujuan pendidikan jangka panjang.

Alasannya sederhana, emas kerap dianggap mampu menjaga daya beli di tengah inflasi. Ketika biaya pendidikan naik, nilai aset juga berpotensi ikut menyesuaikan dalam jangka panjang.

Strategi ini cocok dilakukan secara bertahap, misalnya membeli rutin sesuai kemampuan bulanan.

5. Pertimbangkan Reksadana Syariah yang Praktis

Bagi Sahabat LBS yang ingin solusi praktis, reksadana syariah bisa menjadi pilihan menarik.

Dana Anda dikelola oleh manajer investasi dan ditempatkan pada instrumen yang sesuai prinsip syariah. Modal awalnya juga relatif terjangkau.

Instrumen ini cocok untuk orang tua sibuk yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus memantau pasar setiap hari.

6. Optimalkan Dana dengan Investasi Sukuk

Jika target pendidikan anak masih beberapa tahun lagi, Anda bisa mempertimbangkan investasi sukuk.

Sukuk merupakan instrumen syariah berbasis aset atau proyek yang memberikan potensi imbal hasil sesuai ketentuan yang berlaku. Banyak investor memilih sukuk karena dianggap lebih stabil untuk tujuan menengah hingga panjang.

Kini, peluang memiliki sukuk atau instrumen pendanaan berbasis syariah juga semakin mudah dijangkau melalui platform securities crowdfunding resmi yang diawasi OJK seperti LBS Urun Dana. Artinya, Anda bisa mulai berinvestasi pada sektor riil dengan nominal yang lebih terjangkau.

7. Tumbuhkan Dana melalui Investasi Saham  

Untuk tujuan jangka panjang seperti dana kuliah anak, Investasi saham khususnya saham syariah juga layak dipertimbangkan. Saham syariah adalah saham perusahaan yang memenuhi kriteria syariah tertentu. Dalam jangka panjang, instrumen ini berpotensi memberikan pertumbuhan nilai yang menarik meski memiliki fluktuasi.

Saat ini, akses investasi juga semakin luas. Bahkan melalui platform securities crowdfunding, masyarakat dapat berpartisipasi pada pengembangan usaha riil sebagai alternatif diversifikasi selain saham konvensional.

Baca juga: Awas! Ini 7 Tips Atur Keuangan di Tengah Krisis, Jurus Jitu Biar Duit Tetap Aman!

Menyiapkan Dana Pendidikan Anak tidak harus menunggu mapan. Justru masa depan anak dibangun dari langkah kecil yang dimulai hari ini.

Anda bisa memulai dari tabungan rutin, deposito syariah, emas, reksadana syariah, hingga investasi sukuk dan investasi saham sesuai kebutuhan dan profil risiko.

Tentang LBS Urun Dana

LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding yang telah berizin dan diawasi oleh OJK. Hanya di LBS Urun Dana Anda dapat berinvestasi pada instrumen sukuk maupun saham, sekaligus menjadi bagian dari bisnis riil yang telah terkurasi.

Di sisi lain LBS Urun Dana memberikan akses pendanaan bagi pengusaha. Mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar, pengusaha dapat mengembangkan bisnisnya melalui skema yang terstruktur dan profesional.

Seluruh proses di LBS Urun Dana dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah. Hal ini memastikan setiap aktivitas berjalan secara transparan, profesional, dan selaras dengan prinsip yang telah ditetapkan.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar literasi keuangan, ekonomi, bisnis, dan peluang investasi, Anda dapat mengunjungi situs resmi di lbs.id serta mengikuti Instagram LBS Urun Dana.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID