pendanaan
17 Juni 2026
Naufal Mamduh
8 Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Riba untuk Bisnis
Modal usaha tanpa riba dapat diperoleh dari 8 jalur, mulai dari tabungan pribadi, modal keluarga, kemitraan bagi hasil, angel investor, bootstrapping, uang muka pelanggan, sampai penerbitan saham dan sukuk melalui securities crowdfunding.
Masing-masing punya karakter berbeda, dan yang paling sesuai bergantung pada besar kebutuhan serta siklus bisnis Anda.
Apa Itu Modal Usaha Tanpa Riba?
Modal usaha adalah dana yang digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis. Adapun frasa tanpa riba berkaitan dengan struktur dan mekanisme transaksinya, bukan sekadar mengganti istilah bunga dengan kata lain.
Intinya, dana yang masuk tidak menimbulkan tambahan yang diperjanjikan atas pokok pinjaman. Sebagai gantinya, imbalan bagi pemilik dana berasal dari bagi hasil usaha, bagian kepemilikan, atau margin atas transaksi yang nyata.
Karena itu yang perlu diperiksa adalah akadnya, hak dan kewajiban para pihak, serta dari mana imbal hasilnya berasal. Bukan sekadar ada atau tidaknya kata bunga.
8 Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Riba
1. Tabungan Pribadi
Cara paling sederhana adalah memakai dana sendiri. Tidak ada cicilan, tidak ada bunga, dan seluruh keputusan bisnis tetap di tangan Anda.
Pastikan dana yang dipakai memang sudah dialokasikan untuk usaha, bukan dana darurat yang justru membuat keuangan pribadi goyah.
2. Modal Keluarga
Keluarga sering menjadi sumber modal pertama. Umumnya tanpa bunga dan lebih fleksibel soal waktu pengembalian.
Supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, buat kesepakatan tertulis sejak awal, termasuk jumlah dan target pengembaliannya.
3. Kemitraan atau Bagi Hasil
Mitra masuk membawa modal, dan imbalannya berupa bagian dari hasil usaha, bukan bunga atas pinjaman.
Yang perlu disepakati di depan adalah porsi bagi hasilnya, pembagian risiko, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak.
4. Angel Investor
Individu yang bersedia mendanai bisnis dengan potensi pertumbuhan. Selain dana, mereka biasanya membawa pengalaman dan jaringan.
Siapkan proposal yang matang, karena di jalur ini penilaiannya bersifat personal dan sangat bergantung pada keyakinan terhadap rencana Anda.
5. Bootstrapping
Membesarkan usaha pelan-pelan dari keuntungan yang dihasilkan sendiri.
Prosesnya paling lambat, tapi bisnis tumbuh tanpa ketergantungan pada pihak luar sama sekali.
6. Uang Muka Pelanggan
Untuk bisnis berbasis pesanan, meminta pembayaran sebagian di awal adalah bentuk pendanaan paling murah karena tidak melibatkan pihak ketiga.
Syaratnya, kemampuan memenuhi pesanan harus benar-benar terjamin.
7. Pendanaan Melalui Saham
Perusahaan menerbitkan saham baru kepada investor. Dana masuk sebagai modal, bukan sebagai utang, sehingga tidak ada kewajiban pelunasan berjadwal.
Contoh untuk akuisisi. PT Annisa Maju Abadi menempuh jalur ini untuk mengakuisisi Klinik Annisa Medika 2, dengan total pendanaan Rp10 miliar melalui securities crowdfunding di LBS Urun Dana. Pendanaannya terpenuhi penuh dan proses akuisisinya berjalan.
Contoh untuk ekspansi. PT Mang Ujang Indonesia, pemilik Sambal Bakar Mang Ujang, menggunakan skema serupa untuk memperluas restorannya ke Jakarta. Total pendanaan yang terkumpul Rp5,4 miliar.
Dua contoh ini menunjukkan skema saham bisa dipakai untuk langkah besar seperti akuisisi dan ekspansi, bukan hanya modal kerja harian.
Baca juga: Eksekusi! Panduan Lengkap Bisnis F&B dari Nol hingga Siap Ekspansi
8. Pendanaan Melalui Sukuk
Berbeda dari saham, sukuk punya tenor dan jadwal pengembalian, dengan proyek tertentu sebagai dasar penerbitannya.
Contoh untuk modal kerja berulang. NusaQu, startup agritech yang fokus pada penggemukan sapi, kambing, dan domba, rutin menerbitkan sukuk di LBS Urun Dana sesuai siklus produksinya. Penawarannya kini sudah memasuki tahap IV, dengan pembayaran pokok dan imbal hasil yang berjalan sesuai jadwal di tiap periodenya.
Sukuk cocok untuk bisnis dengan siklus produksi berulang, ketika kebutuhan modalnya datang lagi dan lagi, bukan sekali besar.
Cara Memilih Modal Usaha Sesuai Kebutuhan Bisnis
Dari ketiga contoh tadi, polanya terbaca jelas.
- Kebutuhan kecil dan bisnis masih dirintis: tabungan pribadi, modal keluarga, atau bootstrapping
- Kebutuhan terikat pesanan tertentu: uang muka pelanggan
- Butuh modal sekaligus keahlian: kemitraan bagi hasil atau angel investor
- Kebutuhan besar dan sekali waktu, seperti akuisisi atau ekspansi: penerbitan saham
- Kebutuhan berulang mengikuti siklus produksi: penerbitan sukuk
Annisa Maju Abadi dan Mang Ujang memilih saham karena kebutuhannya besar dan sekali waktu. NusaQu memilih sukuk karena kebutuhan modalnya berulang.
Jadi pertanyaannya bukan mana yang paling populer, melainkan mana yang paling sesuai dengan pola kebutuhan bisnis Anda.
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengambil Modal
1. Pastikan akad dan strukturnya. Periksa dari mana imbal hasil pemilik dana berasal, dan apa konsekuensinya bagi perusahaan Anda.
2. Hitung kebutuhannya lebih dulu. Tentukan angkanya dari rencana penggunaan dana, bukan dari plafon maksimal yang tersedia.
3. Sesuaikan dengan siklus kas. Kewajiban berjadwal hanya aman bila arus kas Anda sanggup menanggungnya di bulan-bulan yang lebih sepi.
4. Pahami konsekuensi kepemilikan. Skema saham mengurangi porsi kepemilikan Anda secara permanen.
5. Siapkan dokumennya. Legalitas, laporan keuangan, dan rincian penggunaan dana menentukan cepat lambatnya proses di jalur mana pun.
Pendanaan Usaha Melalui Securities Crowdfunding
Securities crowdfunding adalah penghimpunan dana dari investor publik melalui platform berizin dan diawasi OJK. Perusahaan menerbitkan efek, investor membelinya, dan dananya masuk sebagai modal atau pembiayaan proyek.
Bedanya dengan pinjaman cukup mendasar. Tidak ada bunga berjalan dan tidak ada denda keterlambatan.
Saham cocok untuk kebutuhan jangka panjang. Investor menjadi pemegang saham dan memperoleh dividen sesuai kinerja perusahaan. Tidak ada pengembalian pokok, tetapi porsi kepemilikan Anda berkurang.
Baca juga: Tancap Gas! 10 Langkah Buat Timeline Project Efektif yang Bikin Bisnis Cepat Maju
Sukuk cocok untuk kebutuhan berbasis proyek. Ada tenor, ada jadwal pengembalian pokok, dan wajib disertai jaminan. Struktur kepemilikan tetap utuh, tetapi ada kewajiban berjadwal yang harus dipenuhi.
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang menyediakan kedua instrumen tersebut, dengan seluruh strukturnya disusun di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah.
FAQ Modal Usaha Tanpa Riba
Apa itu modal usaha tanpa riba?
Modal usaha yang struktur transaksinya tidak menimbulkan tambahan yang diperjanjikan atas pokok pinjaman. Imbalan bagi pemilik dana berasal dari bagi hasil usaha, bagian kepemilikan, atau margin atas transaksi yang nyata.
Apakah bisa untuk kebutuhan dana yang besar?
Bisa. Beberapa perusahaan menghimpun miliaran rupiah melalui penerbitan saham maupun sukuk untuk keperluan akuisisi dan ekspansi.
Mana yang lebih baik, saham atau sukuk?
Tidak ada yang secara umum lebih baik. Saham sesuai untuk kebutuhan besar sekali waktu, sukuk sesuai untuk kebutuhan berulang yang terikat proyek.
Apa yang paling menentukan pengajuan diterima?
Kelengkapan legalitas, laporan keuangan yang tertata, serta rencana penggunaan dana yang rinci dan dapat dijelaskan.
Ajukan Pendanaan Usaha di LBS Urun Dana
Bila bisnis Anda sedang membutuhkan modal untuk berkembang, LBS Urun Dana membuka akses pendanaan melalui skema saham atau sukuk, bukan pinjaman berbunga.
Kriteria pengajuannya:
- Kebutuhan dana minimal Rp2 miliar
- Omzet tahunan minimal Rp6-7 miliar
- Usaha sudah berjalan minimal 3 tahun
- Berbadan hukum PT atau CV
- Memiliki laporan keuangan 2 tahun terakhir
Ajukan pendanaan di LBS Urun Dana, atau diskusikan dulu kondisi usaha Anda bersama tim kami lewat Open Plan:
- Esa: Chat via WhatsApp
- Rasyid: Chat via WhatsApp

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






