pendanaan

calendar_today

23 April 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Cocok! Strategi Branding dari Para Ahli, Bangun Brand Bisnis Kuat Mulai Disini!

Branding itu bukan cuma soal logo atau tampilan, tapi tentang bagaimana bisnis Anda dikenal dan dirasakan oleh orang lain. Lewat artikel ini, LBS Urun Dana ingin mengajak Anda memahami bahwa branding adalah kunci agar bisnis lebih dipercaya, mudah diingat, dan dipilih di tengah banyaknya pilihan. 

Saat brand Anda kuat, pemasaran jadi lebih ringan dan hubungan dengan pelanggan pun lebih dekat mari simak selengkapnya disini.

Apa Itu Branding?

Pertama-tama, perlu membahas definisi branding dari berbagai tokoh. Berikut ini beberapa pandangan yang dapat membantu memahami makna branding secara lebih utuh:

1. Philip Kotler dan Waldemar Pfoertsch

Menurut Philip Kotler dan Waldemar Pfoertsch dalam buku B2B Brand Management (2006), branding adalah upaya strategis untuk membentuk dan menjaga citra brand melalui penyampaian nilai yang konsisten kepada target pasar, sehingga mampu membangun kepercayaan, memperkuat persepsi, dan menciptakan pembeda yang jelas yang berorientasi jangka panjang.

2. David Aaker

Menurut David Aaker dalam buku Aaker on Branding: 20 Principles That Drive Success, branding adalah proses strategis untuk membangun, mengembangkan, dan menjaga brand sebagai sebuah aset bisnis yang bernilai, melalui penciptaan visi brand yang kuat, diferensiasi yang jelas, serta konsistensi dalam menghadirkan nilai kepada pelanggan sehingga mampu mendorong pertumbuhan jangka panjang.

3. Subiakto Priosoedarsono

Menurut Subiakto Priosoedarsono atau yang akrab disapa Pak Bi, Bapak Branding Indonesia, branding adalah proses membangun persepsi dan kepercayaan di benak publik melalui pengalaman, komunikasi, dan konsistensi yang dirasakan oleh audiens, sehingga sebuah brand tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki makna dan citra yang kuat di mata orang lain.

Baca juga: Catat! 7 Rahasia Proposal Pendanaan Bisnis yang Bikin Investor Melirik!

Dari ketiga pandangan tersebut branding adalah proses strategis untuk membangun, mengelola, dan mengkomunikasikan nilai serta identitas sebuah brand secara konsisten agar tercipta persepsi, kepercayaan, dan pembeda yang kuat di benak publik, sehingga mampu memberikan nilai jangka panjang bagi bisnis.

Fungsi Branding

Fungsi utama branding adalah membangun ekuitas merek (brand equity) yang kuat melalui identitas, asosiasi, kualitas, dan loyalitas. David Aaker menyatakan branding tidak sekadar nama atau logo, tetapi aset strategis yang menanamkan persepsi unik di benak konsumen sekaligus menjadi arah dalam strategi pemasaran. Berikut fungsi utama branding menurut David Aaker: Berikut fungsi utama branding menurut Aaker:

1. Penanda & Pembeda (Diferensiasi)

Brand menjadi identitas yang membedakan produk atau jasa dari kompetitor di pasar.

2. Membangun Ekuitas Merek (Brand Equity)

Mengelola elemen seperti kesadaran merek, loyalitas, persepsi kualitas, dan asosiasi untuk meningkatkan nilai brand.

3. Menciptakan Identitas Merek (Brand Identity)

Membentuk karakter, nilai, dan janji brand agar lebih mudah dikenali dan diingat.

4. Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Membangun hubungan emosional yang membuat pelanggan tetap setia dan terus kembali.

5. Menyampaikan Persepsi Kualitas

Memberikan kesan bahwa brand memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan pesaing.

6. Sebagai Aset Strategis (Brand Asset)

Menjadi fondasi penting dalam strategi pemasaran yang mendukung pertumbuhan dan tujuan bisnis jangka panjang.

Jenis-Jenis Branding

Dalam buku seperti Principle of Marketing (2012) karya Philip Kotler dan Gary Armstrong, branding dijelaskan bukan sekadar nama atau simbol, melainkan fondasi penting dalam membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan antara perusahaan dan pelanggan. 

Dari konsep tersebut, berkembang berbagai jenis branding yang umum digunakan dalam praktik pemasaran modern, di antaranya:

1. Product Branding

Jenis ini paling umum digunakan. Fokusnya memberi identitas yang jelas pada produk atau jasa agar mudah dikenali dan lebih dipilih dibandingkan pesaing.

2. Corporate Branding

Branding ini berfokus pada perusahaan secara keseluruhan, bukan hanya produk. Tujuannya membangun citra dan reputasi agar perusahaan lebih dipercaya oleh publik.

3. Personal Branding

Digunakan oleh individu untuk membentuk citra diri yang kuat. Dengan personal branding, seseorang bisa lebih dikenal, diingat, dan memiliki pengaruh.

4. Geographic Branding

Jenis ini menekankan pada asal daerah sebagai nilai tambah. Biasanya digunakan untuk membangun persepsi positif terkait kualitas atau keunikan suatu wilayah.

5. Cultural Branding

Branding ini mengangkat nilai budaya dan gaya hidup tertentu agar brand terasa lebih dekat dan relevan dengan target audiens.

Manfaat Branding 

Branding bukan sekadar tampilan atau identitas, tetapi fondasi yang membentuk bagaimana sebuah bisnis dipersepsikan, dipercaya, dan dihargai oleh pasar. Dalam berbagai kajian seperti yang dibahas oleh Harvard Business Review, branding dipandang sebagai aset strategis yang tidak hanya membedakan bisnis dari kompetitor, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dalam dengan konsumen melalui nilai dan makna yang dibawa. Berikut beberapa manfaat utama branding:

1. Membangun Kepercayaan (Trust)

Branding membantu membentuk reputasi yang konsisten, sehingga bisnis lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari pelanggan.

2. Menciptakan Diferensiasi

Di tengah pasar yang padat, branding menjadi alat untuk menegaskan keunikan dan posisi bisnis agar tidak mudah tergantikan.

3. Membangun Koneksi Emosional

Brand yang kuat mampu menciptakan kedekatan emosional, membuat konsumen merasa terhubung, bukan sekadar membeli.

4. Memperjelas Nilai (Value Alignment)

Branding berperan dalam menyampaikan nilai dan prinsip yang dipegang, sehingga menarik konsumen yang memiliki kesamaan visi.

5. Meningkatkan Nilai Bisnis

Dengan persepsi yang kuat, brand tidak hanya meningkatkan daya tarik, tetapi juga memperbesar nilai jual dan daya saing bisnis secara keseluruhan.

Branding berperan penting dalam membentuk kepercayaan, membedakan bisnis, serta membangun hubungan emosional dengan konsumen. Dengan branding yang kuat, bisnis tidak hanya lebih dikenal, tetapi juga memiliki nilai dan daya saing yang lebih tinggi di pasar.

Tujuan Branding

Tujuan utama branding adalah membuat produk atau jasa punya pembeda yang jelas di tengah persaingan, sekaligus membangun identitas yang kuat, menumbuhkan kepercayaan, dan mendorong loyalitas konsumen. Dengan branding yang tepat, bisnis juga bisa punya nilai lebih dan bertahan dalam jangka panjang. Secara lebih rinci, tujuan branding meliputi:

1. Memudahkan Produk Dikenali

Brand membantu konsumen langsung mengenali produk hanya dari nama, logo, atau tampilannya.

2. Menciptakan Pembeda yang Jelas

Brand membuat produk terlihat lebih menonjol dan tidak mudah disamakan dengan kompetitor.

3. Membangun Kepercayaan

Brand yang konsisten mampu menumbuhkan keyakinan konsumen terhadap kualitas dan nilai yang ditawarkan.

4. Mendorong Loyalitas Konsumen

Brand yang kuat membuat konsumen terus kembali dan tidak mudah beralih ke pilihan lain.

5. Menyampaikan Brand Value

Brand menjadi sarana untuk mengkomunikasikan kualitas serta komitmen yang ingin diberikan kepada konsumen.

Cara Membangung Branding Bisnis 

Membangun branding bukan sekadar soal menjual produk, tetapi tentang menanamkan kepercayaan dan nilai (value) di benak konsumen. Hal ini juga ditekankan oleh Subiakto Priosoedarsono atau Pak Bi, yang melihat branding sebagai proses membentuk persepsi dan kebiasaan pelanggan agar sebuah brand terus diingat dan dipercaya. Pendekatan ini menekankan bahwa brand yang kuat lahir dari strategi yang terarah sekaligus pengalaman yang konsisten. Berikut beberapa poin utama membangun branding ala Pak Bi yang bisa dipahami lebih dalam:

1. Pahami Langkah Membangun Brand Secara Utuh

Branding tidak bisa dibangun secara instan. Prosesnya dimulai dari menggali insight produk (apa yang benar-benar dibutuhkan pasar), memahami perilaku target konsumen, hingga merumuskan DNA brand dan core value. Ini penting agar brand punya arah yang jelas, tidak sekadar ikut tren, dan mampu berdiri dengan identitas yang kuat sejak awal.

2. Membangun Kepercayaan (Trust)

Kepercayaan adalah fondasi utama branding. Ini dibangun dari konsistensi baik dari kualitas produk, komunikasi, hingga pengalaman pelanggan. Saat brand mampu memenuhi ekspektasi secara berulang, konsumen akan mulai percaya, lalu terbiasa, hingga akhirnya menjadikan brand tersebut sebagai pilihan utama tanpa banyak pertimbangan.

3. Fokus pada Value, Bukan Sekadar Produk

Produk bisa saja ditiru, tetapi nilai tidak. Karena itu, brand perlu menawarkan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar fungsi misalnya makna, cerita, atau solusi emosional. Ketika konsumen merasa brand punya nilai yang sejalan dengan mereka, hubungan yang terbentuk akan jauh lebih kuat dibanding sekadar transaksi.

4. Gunakan Pendekatan 5F (Fast, Fokus, Fleksibel, Friendly, Fun)

Brand harus mampu bergerak cepat mengikuti perubahan pasar (fast), tetap fokus pada target yang jelas (fokus), luwes dalam menghadapi dinamika (fleksibel), membangun kedekatan lewat komunikasi yang hangat (friendly), serta menciptakan pengalaman yang menyenangkan (fun). Kelima elemen ini membantu brand tetap relevan sekaligus disukai.

5. Libatkan Pengalaman Panca Indra

Branding yang kuat tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan. Selain visual dan audio, pengalaman seperti rasa, aroma, hingga sentuhan bisa memperkuat kesan brand di benak konsumen. Inilah alasan mengapa pengalaman langsung seperti event, pameran, atau interaksi produk seringkali lebih membekas.

Baca juga: Satset! Panduan Lengkap Ekspor Barang dari Indonesia, Ini Regulasi dan Tipsnya!

6. Brand adalah Persepsi

Pada akhirnya, brand bukan apa yang Anda katakan, melainkan apa yang dirasakan dan diingat oleh konsumen. Pak Bi mengibaratkannya seperti pantulan: apa yang Anda “lempar” ke pasar adalah stimulus, sementara yang kembali adalah persepsi. Karena itu, penting memastikan setiap komunikasi dan pengalaman yang diberikan selaras dengan citra yang ingin dibangun.

Naik Kelas dengan Branding Kuat & Pendanaan LBS 

Setelah membangun branding yang kuat, langkah berikutnya adalah mencari pendanaan yang amanah dan prosesnya cepat cair melalui LBS Urun Dana.

LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding yang diawasi OJK dan dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA selaku Founder LBS Urun Dana dan Pakar Fikih Muamalah Kontemporer menggunakan skema sukuk dan saham. 

Menariknya terdapat program FAST 17, yang mana proses pendanaan bahkan dapat cair lebih cepat, sekitar 17 hari kerja, sehingga membantu menjaga arus kas tetap stabil dan mempercepat ekspansi usaha. Berikut sejumlah sektor usaha yang bisa mengajukan pendanaan di LBS Urun Dana.

a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner dan hospitality
e. Konstruksi dan properti
f. Pergudangan
g. FMCG
h. Pertanian dan perkebunan

Baca juga: Awas Mandek! Ini Cara Ekspansi Bisnis Biar Usaha Gak Jalan di Tempat!

Syarat Utama

a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
c. Usaha berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan

Alur Pengajuan

a. Ajukan melalui lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legalitas
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Listing dan mulai didanai investor

Pendanaan ini membantu bisnis berkembang lebih terarah, proyek selesai tepat waktu, dan peluang ekspansi semakin terbuka. Tunggu apalagi? Ajukan sekarang jangan sampai bisnis Anda ketinggalan. 

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID