artikel

calendar_today

13 Januari 2026

Serem! Debt Financing, Skema Utang yang Bisa Jadi Bumerang Bagi Bisnis Anda

Banyak pengusaha logistik melihat utang sebagai cara untuk mempercepat ekspansi armada truk mereka. Namun, meskipun tampak seperti solusi cepat, debt financing membawa berbagai risiko yang harus dipertimbangkan, terutama jika arus kas tidak stabil.

Mari simak lebih lanjut bagaimana debt financing bekerja dan mengapa tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan armada truk logistik.

Apa Itu Debt Financing?

Debt financing adalah cara perusahaan mengumpulkan dana untuk modal kerja atau belanja modal dengan cara menjual instrumen utang kepada individu atau investor institusional sebagaimana dikutip dari Investopedia. Sebagai imbalannya, kreditur (baik individu maupun lembaga) meminjamkan uang kepada perusahaan dengan janji bahwa pokok dan bunga utang akan dibayar kembali sesuai kesepakatan.

Dalam dunia keuangan, utang yang diperoleh dari kreditur ini merupakan sumber dana eksternal yang penting. Menurut Ni Putu Ari Arywati dalam bukunya Manajemen Keuangan, pembiayaan dengan utang ini disebut dengan debt financing, yang menjadi salah satu metode utama bagi perusahaan untuk mendanai operasional dan ekspansi mereka.

Jenis-Jenis Debt Financing 

Debt financing atau pembiayaan utang terbagi dalam berbagai jenis. Semuanya terbagi dalam skema cicilan hingga jaminan yang diberikan. Sebagaimana dikutip dari Investopedia, berikut ini adalah beberapa jenis debt financing yang umum digunakan:

1. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari pasar modal. Misalnya perusahaan besar menerbitkan obligasi untuk membiayai ekspansi, di mana pemegang obligasi menerima bunga hingga jatuh tempo.

2. Pinjaman Berjangka

Pinjaman berjangka memberikan dana sekaligus yang harus dilunasi dalam periode tertentu. Perusahaan manufaktur, misalnya, bisa mendapatkan pinjaman berjangka dari bank untuk pembiayaan ekspansi dengan pembayaran cicilan bulanan.

Baca juga: Lapor! 10 Tantangan Bisnis 2026 dan Solusi Pendanaan Cepat untuk Usaha Ngegas

3. Jalur Kredit

Jalur kredit memberi perusahaan fleksibilitas untuk menarik dana sesuai kebutuhan. Bisnis retail sering menggunakan jalur kredit untuk menutupi biaya pembelian stok barang menjelang musim penjualan.

4. Fasilitas Kredit Bergulir

Fasilitas ini mirip dengan jalur kredit, tetapi dengan batas lebih besar. Perusahaan besar menggunakannya untuk menarik dana beberapa kali tanpa melampaui batas yang ditentukan.

5. Pembiayaan Peralatan

Pembiayaan peralatan digunakan untuk membeli peralatan bisnis, dengan peralatan itu sendiri sebagai jaminan. Contohnya, perusahaan transportasi menggunakan pembiayaan ini untuk membeli armada truk baru tanpa pembayaran tunai di awal.

6. Uang Muka Pedagang

Uang muka pedagang memberikan perusahaan pembayaran tunai segera dengan imbalan persentase penjualan kartu kredit di masa mendatang. Ini populer di bisnis dengan volume transaksi kartu kredit tinggi seperti restoran dan toko online.

7. Kredit Perdagangan

Kredit perdagangan memungkinkan perusahaan membeli barang dan membayar dalam 30-60 hari. Ini membantu perusahaan mengelola arus kas dan memproduksi barang tanpa perlu membayar pemasok di awal.

8. Utang Konversi

Utang konversi memungkinkan pinjaman dikonversi menjadi saham ekuitas di masa depan. Perusahaan teknologi, misalnya, bisa menggunakan utang konversi untuk menarik pendanaan yang nantinya bisa berubah menjadi saham.

Jenis debt financing yang tepat bergantung pada kebutuhan dan kapasitas perusahaan. Memahami berbagai opsi ini membantu perusahaan memilih pembiayaan yang sesuai untuk pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.

Keuntungan dan Risiko Debt Financing 

Terdapat sejumlah keuntungan dan risiko terhadap debt financing. Meskipun ada keuntungan yang ditawarkan, tetapi menyimpan banyak risiko yang berbahaya bagi bisnis Anda.  

Keuntungan Debt Financing

1. Kontrol Penuh atas Perusahaan

Dengan menggunakan utang, pemilik perusahaan tetap mempertahankan kontrol penuh atas bisnisnya. Berbeda dengan ekuitas, yang mengharuskan perusahaan untuk membagikan sahamnya, utang hanya memerlukan pembayaran bunga dan pokok tanpa memberi hak kepemilikan kepada kreditur.

2. Pembayaran Bunga yang Dapat Dikurangkan Pajak

Salah satu keuntungan utama debt financing adalah pembayaran bunga utang yang dapat dikurangkan dari pajak. Hal ini dapat mengurangi beban pajak perusahaan, membuat pembiayaan utang lebih menguntungkan dibandingkan bentuk pendanaan lainnya, seperti ekuitas.

3. Fleksibilitas dalam Pembayaran

Debt financing memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menentukan jangka waktu pelunasan dan suku bunga. Dengan pinjaman berjangka atau jalur kredit, perusahaan dapat memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan dan arus kas mereka.

Risiko Debt Financing

1. Beban Pembayaran yang Tinggi

Salah satu risiko terbesar adalah kewajiban untuk membayar cicilan pinjaman secara rutin. Jika perusahaan mengalami penurunan pendapatan atau kesulitan arus kas, pembayaran utang dapat menjadi beban berat yang mengganggu kelangsungan operasional.

2. Risiko Default

Jika perusahaan gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang, risiko default (gagal bayar) muncul. Hal ini dapat merusak reputasi perusahaan dan mempengaruhi kredibilitasnya di mata investor dan lembaga keuangan.

3. Meningkatkan Beban Keuangan

Utang dapat memperburuk struktur keuangan perusahaan jika tidak dikelola dengan baik. Terlalu banyak utang dapat meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas, yang dapat mengurangi kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pembiayaan lebih lanjut di masa depan.

4. Ketergantungan pada Arus Kas

Utang yang besar mengharuskan perusahaan untuk memiliki arus kas yang stabil dan cukup besar untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Jika arus kas terganggu, perusahaan dapat kesulitan membayar cicilan, yang dapat mempengaruhi operasional dan kredibilitasnya.

5. Risiko Tinggi di Waktu Ekonomi Tidak Stabil

Ketika ekonomi sedang tidak stabil, biaya utang dapat meningkat, dan akses ke pembiayaan menjadi lebih sulit. Suku bunga yang tinggi atau penurunan pendapatan yang tak terduga dapat memperburuk beban keuangan perusahaan.

Baca juga: Satset! Bongkar Strategi Milk Run, Jurus Bisnis Logistik Hemat Biaya Cuan Optimal!

6. Terbatasnya Akses ke Pembiayaan Lain

Jika perusahaan sudah memiliki banyak utang, kemampuannya untuk mengakses pembiayaan lain dapat terbatas, karena rasio utang yang tinggi dapat menurunkan daya tarik perusahaan bagi investor.

7. Risiko Tinggi pada Suku Bunga Variabel

Jika utang menggunakan suku bunga variabel, perusahaan akan lebih rentan terhadap perubahan suku bunga pasar yang dapat meningkatkan biaya utang secara signifikan, mengancam kestabilan keuangan.

Secara keseluruhan, debt financing lebih berisiko daripada menguntungkan. Meskipun menawarkan kontrol penuh dan manfaat pajak, beban pembayaran tinggi dan risiko gagal bayar dapat merugikan perusahaan, terutama jika arus kas tidak stabil.

Tinggalkan Debt Financing, Ajukan Pendanaan di LBS Urun Dana!

Daripada memilih debt financing, ajukan pendanaan di LBS Urun Dana. Bagi pengusaha logistik, mengembangkan armada truk sering terhambat biaya operasional dan kebutuhan modal. LBS Urun Dana, yang didirikan oleh Pakar Fiqih Muamalah Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, menawarkan pendanaan mulai dari Rp300 juta hingga Rp10 miliar melalui program Truck Funding. 

Program ini dirancang untuk membantu pengusaha logistik menambah armada, menjaga kelancaran kontrak, dan meningkatkan pendapatan dengan syarat jelas dan proses cepat, semua dilakukan dengan secara transparan. 

Jenis Usaha yang Dapat Didanai LBS Urun Dana

LBS Urun Dana memberikan pendanaan untuk berbagai sektor usaha yang berkembang, di antaranya:

a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan

Syarat Pengajuan Pendanaan hingga Rp10 Miliar

Untuk mengajukan pendanaan melalui Truck Funding, berikut syarat yang harus dipenuhi pengusaha:

a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet usaha minimal Rp1,5 miliar per tahun
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana

Simulasi Perhitungan Angsuran

Program pendanaan Truck Funding dirancang dengan fleksibilitas angsuran yang bisa disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Alur Pengajuan Pendanaan:

a. Pengajuan di lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Listing proyek dan pendanaan oleh investor.

Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!

Ajukan pendanaan sekarang untuk bisnis logistik atau armada truk Anda! Dapatkan dana cepat, fleksibel, dan sesuai kebutuhan untuk mempercepat ekspansi usaha Anda.

search

Informasi Terbaru

Ingin investasi yang amanah dan sesuai prinsip Islam?

Temukan investasi halal dari bisnis yang sesuai prinsip Islam hanya di LBS Urun Dana!

Investasi Sekarang

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID