berita
9 Juni 2026
Naufal Mamduh
Waspada! Rupiah Ambruk ke Level Rp18.100, Ini yang Harus Dilakukan Investor
Nilai tukar rupiah baru saja mencetak rekor terburuknya. Senin, 8 Juni 2026, kurs dolar AS resmi menembus level psikologis baru: Rp18.100 per dolar. Ini bukan sekadar angka di layar trading. Ini sinyal nyata yang perlu direspons, bukan sekadar ditonton.
Rupiah Melemah ke Rp18.100, Ini Kronologinya
Data Refinitiv (sebagaimana dikutip dari CNBC) mencatat, pada Senin (8/6/2026), hanya tujuh menit setelah pembukaan perdagangan pukul 09.07 WIB, rupiah melemah langsung 0,50% dari posisi penutupan pekan lalu.
Padahal Jumat (5/6/2026) kemarin, rupiah sempat menguat tipis 0,06% ke level Rp18.010/US$. Harapan itu tidak bertahan lama. Dalam hitungan hari, semua penguatan itu terhapus dan nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terendah sepanjang masa.
Yang menarik, pelemahan ini terjadi di saat indeks dolar AS (DXY) justru sedang melemah 0,07% ke posisi 99,998 di hari yang sama. Tapi level DXY masih tinggi. Minggu lalu sempat menguat tajam 0,66% hingga kembali menembus level 100.
Artinya: tekanan terhadap rupiah bukan semata soal dolar naik, tapi juga soal kepercayaan dan kondisi fundamental dalam negeri yang sedang diuji. Selama ketidakpastian global belum mereda, nilai tukar rupiah berpotensi terus berada di bawah tekanan.
Baca juga: Gawat! Kurs Dollar Rp17.630 Bikin Harga Plastik hingga Pangan Terancam Naik
Kurs Dolar Naik, Uang Kita Ikut Turun
Ini yang perlu dipahami dulu: ketika kurs dolar menguat dan rupiah melemah, daya beli kita ikut tergerus. Harga barang impor naik. Biaya hidup merangkak. Dan uang yang diam di tabungan? Nilainya perlahan terkikis tanpa terasa.
Dalam kondisi seperti ini, banyak orang refleks ingin beli dolar atau emas. Wajar. Tapi ada pilihan lain yang sering luput dari perhatian: investasi dalam negeri langsung ke bisnis riil seperti sukuk dan saham.
Logikanya sederhana. Bisnis yang beroperasi di Indonesia, menjual ke pasar lokal, dan menggunakan rupiah sebagai basis transaksinya, tidak terlalu terekspos langsung ke fluktuasi nilai tukar rupiah. Justru di saat ekonomi sedang goyang, bisnis-bisnis seperti ini yang punya ketahanan paling nyata. Dan inilah cara paling konkret untuk lindungi aset dari gejolak mata uang.
Investasi Dalam Negeri Lewat Securities Crowdfunding
Di Indonesia sudah ada mekanisme securities crowdfunding, yaitu cara untuk ikut mendanai bisnis riil dalam bentuk saham atau sukuk. Bukan menitipkan uang ke instrumen yang tidak jelas ujungnya. Tapi benar-benar ikut memiliki bagian dari bisnis yang beroperasi nyata, bebas riba, gharar, dan kezaliman.
Ambil contoh PT Mang Ujang Indonesia dengan brand Restoran Sambal Bakar Mang Ujang, atau PT Kartini Bangun Bangsa yang mengelola RSIA Annisa Pekanbaru. Keduanya beroperasi penuh di pasar lokal, tidak bergantung impor, dan justru punya ketahanan nyata di tengah tekanan nilai tukar seperti sekarang.
Salah satu platform yang sudah berizin OJK untuk ini adalah LBS Urun Dana.
Angkanya bicara sendiri: lebih dari Rp328,2 miliar sudah disalurkan ke pengusaha Indonesia, dengan lebih dari 16.800 investor aktif yang sudah bergabung. Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah sekaligus Founder LBS Urun Dana.
Minimumnya Rp1.000.000. Bukan karena murah itu tujuannya, tapi karena tidak ada alasan menunda hanya karena modal belum besar.
Dolar Rp18.100 Itu Sinyal, Bukan Sekedar Berita
Setiap kali rupiah melemah dan cetak rekor baru, orang ramai membicarakannya. Tapi kebanyakan berhenti di sana, di level ngobrol, bukan bertindak.
Padahal kondisi seperti inilah yang justru jadi momen paling masuk akal untuk mulai mengalihkan sebagian aset ke instrumen investasi dalam negeri yang punya nilai riil: bisnis yang berjalan, produk yang terjual, pendapatan yang mengalir.
Kalau masih ada yang ingin didiskusikan lebih dulu, tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Baca juga: Cair! Imbal Hasil Sukuk di LBS Urun Dana Sudah Diterima Investor, Cek Daftarnya
Kalau sudah yakin, tidak perlu ditunda. Daftar di lbs.id, pilih bisnis yang punya pelanggan nyata, omzet yang tercatat, dan masa depan yang lebih terukur.
Disclaimer: Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






