berita
1 Juli 2026
Naufal Mamduh
Awas! Bos BEI Ingatkan Investor Jangan FOMO dengan Influencer, Ini Alasannya
Jumlah investor di pasar modal Indonesia kini sudah melampaui 28 juta entitas. Angka yang besar, tapi bagi Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffry Hendrik, kuantitas saja tidak cukup.
"Mampu melakukan analisis, tidak hanya ikut-ikutan apa kata influencer, tidak FOMO," kata Jeffry di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di balik pertumbuhan jumlah investor yang terus naik, Jeffry melihat adanya tantangan serius soal kualitas. Banyak investor yang masuk ke pasar modal bukan karena pemahaman yang matang, melainkan karena Fear of Missing Out, atau yang lebih dikenal sebagai FOMO, takut ketinggalan tren yang sedang ramai diperbincangkan.
Ikut Influencer Bukan Strategi Investasi
Jeffry menegaskan bahwa pasar modal membutuhkan investor yang benar-benar paham apa yang mereka beli. Bukan mereka yang asal ikut rekomendasi influencer atau terbawa euforia pasar tanpa memahami profil risiko dari instrumen yang dipilih.
Menurutnya, investor yang baik adalah investor yang mampu melakukan analisis sendiri, memahami fundamental dari aset yang dibelinya, dan tidak semata-mata mengikuti tren pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Baca juga: Geger! Fakta di Balik Polemik Saham HSC yang Perlu Diketahui Investor
Ini bukan soal melarang orang belajar dari siapapun, termasuk dari konten kreator keuangan. Tapi ada perbedaan besar antara menggunakan konten edukasi sebagai referensi awal, dengan menyerahkan keputusan investasi sepenuhnya pada rekomendasi orang lain tanpa analisis pribadi.
Investor Berkualitas Adalah Kunci
BEI tidak bekerja sendirian dalam mendorong peningkatan kualitas investor. Bersama OJK dan self-regulatory organization (SRO) lainnya, BEI terus mendorong penguatan transparansi pasar modal, penyediaan data investor yang lebih granular, pendalaman pasar, serta penguatan keterbukaan informasi kepada publik.
"Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, tentu akan ada trust yang lebih tinggi," ujar Jeffry.
Keyakinan itu masuk akal. Investor yang memiliki akses informasi yang baik, yang paham risiko dan memiliki alasan yang jelas di balik setiap keputusan investasinya, cenderung lebih tahan terhadap volatilitas pasar dan lebih jarang membuat keputusan impulsif yang merugikan diri sendiri.
Investasi Dimulai dari Prinsip yang Jelas
Peringatan BEI ini sebenarnya berlaku jauh lebih luas dari sekadar saham. Di era ketika produk investasi makin beragam dan informasinya makin mudah diakses siapapun lewat media sosial, godaan untuk FOMO bisa datang dari mana saja.
Yang membedakan investor yang bertumbuh dengan yang terjebak kerugian sering kali bukan soal seberapa cepat mereka bergerak, tapi seberapa kuat landasan yang mereka punya sebelum memutuskan. Prinsip yang jelas, pemahaman terhadap instrumen yang dipilih, dan kepercayaan pada lembaga yang mengawasinya.
Investasi Cerdas di LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Bukan sekadar label halal, tapi pengawasan akad dari seorang pakar yang memahami detail fikih muamalah kontemporer.
Lewat LBS Urun Dana, Anda bisa ikut memiliki bagian dari bisnis nyata di Indonesia dalam bentuk saham atau sukuk, dengan akad yang jelas, transparan, dan insya Allah bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
- Lebih dari Rp336,2 miliar telah disalurkan ke bisnis pengusaha Indonesia
- Lebih dari 17.000 investor aktif sudah bergabung
- Minimum investasi mulai Rp1.000.000
- Insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
Baca juga: Nah Loh! Fakta Saham Syariah BEI yang Dikritik Ustadz Erwandi, Ini Penjelasannya!
Saat ini Sukuk Sahabat Multi Sarana sedang berjalan dan masih terbuka untuk investor: Kuota setiap listing terbatas dan tidak diperpanjang setelah penuh. Jangan tunda terlalu lama.
Ada yang ingin didiskusikan dulu sebelum memutuskan? Tim LBS siap diajak ngobrol:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau kalau sudah yakin, langsung saja. Daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






