pendanaan
29 Juni 2026
Naufal Mamduh
Mantul! Ini 7 Jenis Pembiayaan Usaha yang Bisa Anda Dapatkan Selain Pinjam ke Bank
Modal masih jadi momok bagi banyak pengusaha di Indonesia, termasuk UKM. Berdasarkan Profil Industri Mikro dan Kecil 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2025, terdapat 1,67 juta usaha mikro dan kecil, atau sekitar 42,91 persen, yang mengaku kesulitan permodalan.
Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada pengusaha yang idenya bagus, pasarnya ada, tapi bisnisnya stagnan karena tidak tahu harus cari modal dari mana. Papua Pegunungan jadi wilayah dengan kendala terbesar, mencapai 80,1 persen usaha. Sementara dari sisi sektor, usaha komputer, barang elektronik, dan optik paling terdampak dengan persentase 58,8 persen.
Kabar baiknya, jenis pembiayaan usaha sekarang jauh lebih beragam dari yang banyak orang kira. Tidak semuanya harus lewat bank, tidak semuanya berbunga, dan tidak semuanya butuh agunan. Berikut tujuh diantaranya, dari yang paling umum sampai yang masih jarang dilirik.
7 Jenis Pembiayaan Usaha yang Bisa Dicoba
Terdapat sejumlah jenis pembiayaan usaha yang cocok untuk UKM, dan dapat diakses dengan mudah selain mengajukan pinjaman di bank.
1. P2P Lending
P2P lending atau peer-to-peer lending adalah jenis pembiayaan usaha berbasis teknologi yang mempertemukan pengusaha yang butuh modal dengan pemberi dana secara langsung, tanpa perantara bank. Di Indonesia, platform P2P lending diawasi oleh OJK dan jumlahnya terus bertumbuh.
Prosesnya relatif cepat dan tidak serumit pengajuan kredit konvensional. Cocok untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek karena limitnya biasanya tidak terlalu besar, berkisar antara Rp2 juta hingga Rp500 juta tergantung platform dan profil bisnis peminjam.
2. Pembiayaan Multiguna
Butuh dana cepat tanpa proses panjang? Pembiayaan multiguna dari perusahaan multifinance bisa jadi pilihan. Tidak ada keterlibatan bank di sini, prosesnya lebih langsung, tapi kamu perlu menyerahkan jaminan aset, baik sertifikat rumah maupun BPKB kendaraan. Besaran pinjaman yang bisa diperoleh ditentukan dari nilai aset yang dijaminkan.
3. Pembiayaan Modal Ventura
Jenis pembiayaan usaha ini cocok untuk bisnis yang sudah punya traksi dan siap membuka pintu bagi investor institusional. Perusahaan ventura masuk bukan sebagai pemberi pinjaman, tapi sebagai mitra yang ikut menanggung risiko dengan imbalan kepemilikan atau bagi hasil dalam jangka waktu tertentu.
Baca juga: Cocok! 7 Cara Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha Tanpa Jaminan, Pengusaha Wajib Catat!
4. Angel Investor
Kalau modal ventura datang dari perusahaan, angel investor adalah individu, seringkali pengusaha senior atau profesional berpengalaman, yang mau menaruh uangnya di bisnis tahap awal. Imbalannya bisa berupa saham atau bagi hasil.
Yang membedakan angel investor dari sumber pembiayaan usaha lainnya: mereka tidak hanya bawa uang. Jaringan, pengalaman, dan mentorship yang mereka tawarkan sering kali lebih berharga dari modalnya sendiri. Tapi karena sifatnya personal, kecocokan visi antara kamu dan investor sangat menentukan.
5. Pinjaman dari Keluarga atau Kerabat
Jujur saja, tidak sedikit bisnis besar yang modalnya berasal dari pinjaman orang tua atau saudara. Jenis pembiayaan usaha ini tidak butuh agunan, tidak berbunga, dan prosesnya tidak birokratis sama sekali.
Tapi justru karena sifatnya personal, ini yang paling mudah disepelekan. Tidak ada perjanjian tertulis, tidak ada tenor yang jelas, dan tiba-tiba hubungan keluarga jadi tegang karena salah paham soal uang.
6. Dana Hibah dari Kompetisi Bisnis
Ini jenis pembiayaan usaha yang paling sering diabaikan, padahal peluangnya lebih nyata dari yang dikira. Pemerintah, BUMN, lembaga internasional, hingga perusahaan swasta rutin menggelar kompetisi bisnis dan program inkubasi berhadiah dana hibah, bukan pinjaman, tidak perlu dikembalikan.
Modal yang didapat dari jalur ini adalah yang paling bersih: tidak ada bunga, tidak ada bagi hasil wajib, tidak ada kepemilikan yang harus diserahkan. Kekurangannya hanya satu: seleksinya kompetitif dan butuh kemampuan presentasi bisnis yang mumpuni.
7. Securities Crowdfunding
Jenis pembiayaan usaha yang satu ini diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi, yang merupakan pembaruan dari aturan sebelumnya yakni POJK Nomor 57/POJK.04/2020. Aturan ini membuka akses pembiayaan usaha bagi UKM lewat pasar modal, tanpa harus melibatkan bank sebagai perantara.
Skemanya patungan: banyak investor ikut mendanai bisnis Anda secara kolektif. Sebagai imbalannya, mereka mendapat kepemilikan dalam bentuk saham atau sukuk.
Pilih Jenis Pembiayaan Usaha yang Paling Cocok
Tidak ada satu jenis pembiayaan usaha yang cocok untuk semua situasi. P2P lending pas untuk kebutuhan modal kerja cepat dalam skala lebih kecil. Multiguna cocok untuk kebutuhan dana dengan jaminan aset. Modal ventura dan angel investor sesuai untuk bisnis yang siap membuka kepemilikan.
Pinjaman keluarga jadi langkah awal yang paling mudah diakses, asalkan dikelola dengan akad yang jelas. Dana hibah dari kompetisi adalah pilihan terbaik jika kamu punya waktu dan kemampuan bersaing. Dan securities crowdfunding cocok bagi yang ingin pembiayaan usaha dari banyak investor sekaligus, termasuk lewat sukuk yang bebas riba.
Punya Bisnis? Saatnya Akses Pendanaan Bebas Riba
Kalau bisnis Anda sedang butuh modal untuk berkembang, LBS Urun Dana membuka akses pembiayaan usaha mulai Rp500 juta hingga Rp10 miliar melalui skema saham atau sukuk, bukan pinjaman berbunga.
Sebelum mengajukan, pastikan bisnis Anda memenuhi kriteria berikut: dana yang dibutuhkan minimal Rp500 juta, omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar, usaha sudah berjalan minimal satu tahun, berbadan hukum PT atau CV, dan memiliki laporan keuangan.
Baca juga: 10 Sumber Pendanaan Bisnis: Mana yang Cocok untuk Usaha Anda?
Ajukan Sekarang atau diskusikan dulu kondisi usaha Anda bersama tim melalui Open Plan LBS Urun Dana:
- Esa: Chat via WhatsApp
- Rasyid: Chat via WhatsApp
Dari sekian banyak jenis pembiayaan usaha yang ada, kini saatnya pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan prinsip Anda dalam mengelola harta. Tinggal pilih yang paling pas, lalu mulai ajukan sekarang.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






