berita
29 Juni 2026
Naufal Mamduh
Mantap! Menkeu Purbaya Yakin Mesin Baru Ini Bisa Dongkrak Ekonomi RI hingga 8 Persen
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi banyak negara, mulai dari perang dagang hingga kebijakan suku bunga negara-negara besar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru tampil optimis.
Ia yakin, ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 8 persen, bukan sekadar wacana, tapi target yang menurutnya realistis untuk dikejar, berkat penguatan struktur ekonomi nasional, reformasi birokrasi fiskal, serta meningkatnya peran sektor swasta dan investasi.
"Ketika global gonjang ganjing aja kita masih bisa tumbuh 5,61 persen, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan," kata Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6).
Analoginya menarik. Kalau mesin yang baru dipanaskan saja sudah sanggup melaju di angka 5,61 persen meski badai global menghantam, bayangkan performanya saat benar-benar digeber penuh.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Dikejar Bertahap
Menkeu Purbaya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan didorong secara bertahap. Mula-mula laju ekonomi dibawa ke kisaran 6 persen, baru kemudian terus naik seiring membaiknya iklim investasi, ekspor, dan produktivitas nasional.
Momentum pemulihan sejak akhir 2025 disebut Purbaya sebagai pijakan penting. Beberapa kebijakan pemerintah belakangan ini, mulai dari peningkatan likuiditas, dorongan investasi, hingga percepatan belanja negara, semuanya mengarah ke tujuan yang sama.
Baca juga: Sengit! 8 Indikator Ekonomi Indonesia 2026: Kuat di Mana, Rapuh di Mana?
Salah satu mesin ekonomi baru yang disebut langsung oleh Menkeu adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang berada di bawah Kementerian Keuangan. "Di Kemenkeu ada LPEI yang punya Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi untuk UKM eksportir, kita menawarkan suku bunga maksimal 6 persen per tahun bahkan 4 persen jika diperlukan demi pertumbuhan," tambah Purbaya.
Program semacam ini menyasar persoalan klasik pelaku usaha kecil: akses modal yang murah dan terjangkau. Selain dari sisi pembiayaan, Kemenkeu juga menggarap reformasi fiskal di bidang perpajakan dan kepabeanan. Tujuannya sederhana, memperkuat penerimaan negara sekaligus membuka ruang fiskal yang lebih besar untuk pembangunan.
Saat Ekonomi Bertumbuh, Siapa yang Ikut Bergerak?
Target pertumbuhan 8 persen bukan sekadar angka di atas kertas. Kalau benar terwujud, ini berarti lebih banyak proyek berjalan, lebih banyak bisnis berkembang, dan lebih banyak peluang terbuka, baik untuk pelaku usaha besar maupun kecil.
Tapi pertumbuhan sebesar itu tidak akan terjadi hanya karena kebijakan dari atas. Ia butuh modal yang benar-benar bergerak di lapangan, dari berbagai sumber, bukan cuma dari instrumen pemerintah seperti LPEI, tapi juga dari masyarakat yang ingin ambil bagian langsung dalam pertumbuhan bisnis di sekitarnya.
Tidak semua pelaku usaha kecil dan menengah memenuhi kriteria untuk mengakses program pembiayaan tertentu. Ada juga yang memang lebih memilih jalur pendanaan tanpa bunga sama sekali. Di sinilah urun dana punya peran, bukan untuk menyaingi program pemerintah, tapi melengkapi, sebagai jalur tambahan bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan modal.
Mengenal LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang menghubungkan investor dengan bisnis-bisnis riil di Indonesia. Skemanya lewat penerbitan saham atau sukuk, bukan pinjaman berbunga. Bedanya dengan instrumen pembiayaan konvensional, LBS Urun Dana berjalan dengan prinsip kepemilikan bersama. Investor tidak sekadar meminjamkan uang, tapi turut memiliki bagian dari bisnis yang didanai.
Seluruh produk di LBS Urun Dana diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah yang juga menjadi Founder LBS Urun Dana, dengan harapan setiap transaksi insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
Punya Bisnis? Saatnya Akses Pendanaan Bebas Riba
Di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi yang terus digaungkan pemerintah, momentum ini juga bisa jadi waktu yang tepat bagi pelaku usaha untuk mulai mengembangkan bisnisnya. Kalau bisnis Anda sedang butuh modal untuk berkembang, LBS Urun Dana membuka akses pendanaan mulai Rp500 juta hingga Rp10 miliar melalui skema saham atau sukuk, bukan pinjaman berbunga.
Sebelum mengajukan, pastikan bisnis Anda memenuhi kriteria berikut: dana yang dibutuhkan minimal Rp500 juta, omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar, usaha sudah berjalan minimal satu tahun, berbadan hukum PT atau CV, dan memiliki laporan keuangan.
Baca juga: Cihuy! Equity Day 2026 Hadir, Modal Usaha Tanpa Utang Kini Bukan Mimpi!
Ajukan Sekarang atau diskusikan dulu kondisi usaha Anda bersama tim melalui Open Plan LBS Urun Dana:
- Esa: Chat via WhatsApp
- Rasyid: Chat via WhatsApp
Sama seperti optimisme yang disampaikan Menkeu soal mesin pertumbuhan ekonomi yang baru dipanaskan, bisnis Anda juga punya potensi yang sama untuk digeber lebih kencang, tanpa harus terbebani riba. Tinggal pilih instrumen yang paling pas dengan kebutuhan, lalu mulai ajukan sekarang.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






