berita
31 Agustus 2026
Naufal Mamduh
Ciamik! Pembiayaan Pindar untuk UMKM Kian Moncer, OJK Ungkap Faktanya!
Pinjaman daring atau pindar makin mendapat tempat di kalangan pengusaha kecil dan menengah. Otoritas Jasa Keuangan mencatat porsi pembiayaan pindar ke sektor UMKM terus meningkat dan kini menjadi salah satu alternatif akses pembiayaan yang semakin diandalkan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan hal ini dalam Focus Group Discussion di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.
"Kita melihat porsinya terus naik. Pindar menjadi alternatif akses pembiayaan untuk UMKM," kata Agusman sebagaimana dikutip dari Kumparan.
Baca juga: Bangga! Ekonomi Digital RI Dekati USD 100 Miliar, AI dan Data Center Jadi Kunci!
Pembiayaan Pindar ke UMKM Capai 33,41 Persen
Hingga Juni 2026, nilai aset pindar mencapai Rp11,58 triliun dengan total pelaku industri sebanyak 94. Dari sisi pembiayaan, nilainya mencapai Rp105,14 triliun.
Yang menarik adalah komposisinya. Dari total pembiayaan pindar tersebut, sebesar 33,41 persen atau sekitar Rp35,13 triliun mengalir ke sektor UMKM. Angka ini menunjukkan bahwa pengusaha kecil dan menengah semakin memanfaatkan kanal pembiayaan digital sebagai alternatif dari perbankan konvensional.
Kinerja Sektor PVML Secara Keseluruhan
Di luar pindar, kinerja sektor PVML secara keseluruhan juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hingga Juni 2026, total aset sektor PVML mencapai Rp1.157,74 triliun, terdiri dari:
- Konvensional: Rp1.022,85 triliun
- Syariah: Rp134,89 triliun
Dari sisi penyaluran pembiayaan, nilainya mencapai Rp1.064,25 triliun, dengan rincian konvensional Rp939,04 triliun dan syariah Rp125,1 triliun. Total pelaku sektor PVML sebanyak 749, terdiri dari 650 konvensional dan 99 pelaku syariah.
Agusman menambahkan bahwa penyaluran pembiayaan UMKM oleh sektor PVML pada Juni 2026 tumbuh 7,03 persen secara tahunan menjadi Rp338,65 triliun, atau setara 30,93 persen dari total penyaluran pembiayaan UMKM di Indonesia.
Apa Artinya bagi Pengusaha?
Data ini memberi gambaran yang jelas: akses pembiayaan bagi UMKM semakin terbuka lebar, baik melalui kanal digital seperti pindar maupun melalui lembaga pembiayaan syariah yang terus tumbuh.
Baca juga: Makin Sangar! Purbaya Bidik Pertumbuhan 6% Lewat Strategi Baru Hadapi FTA
Bagi pengusaha yang ingin tumbuh tanpa terjebak dalam skema bunga konvensional, pilihan pembiayaan berbasis syariah kini semakin beragam dan semakin mudah diakses. Pertumbuhan segmen syariah dalam sektor PVML, dari sisi aset maupun penyaluran, menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk keuangan yang sesuai prinsip Islam terus meningkat secara konsisten.
Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan literasi keuangan publik. Informasi yang termuat tidak merepresentasikan pandangan resmi, kebijakan, maupun skema transaksi dan investasi yang berlaku di LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






