berita
22 Maret 2026
Naufal Mamduh
Ngeri! DPR dan Ekonom Minta Pemerintah Tunda Kenaikan Harga BBM, Ini Alasannya!
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta Pemerintah Indonesia untuk berhati-hati dalam menghadapi dampak ekonomi akibat konflik di Timur Tengah. Misbakhun mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM harus menjadi opsi terakhir yang dipertimbangkan oleh pemerintah.
"Saya minta kalau bisa opsi itu paling akhir, bukan terakhir, paling akhir," ujar Misbakhun sebagaimana dikutip dari Detik pada Kamis (12/3/2026).
1. Pemerintah Hati-Hati Tanggapi Dampak Konflik Iran Amerika Serikat
Komisi XI DPR berencana memanggil Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas dampak kenaikan harga minyak dunia akibat konflik global. Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa situasi global yang volatile bisa berdampak pada ekonomi Indonesia. Harga minyak yang sempat mencapai 100 dolar AS telah mengguncang pasar, namun Misbakhun berharap harga minyak akan segera mereda, dengan harga saat ini sudah mendekati 80 dolar AS.
2. Kenaikan Harga BBM Bisa Picu Inflasi dan Turunkan Daya Beli
Fahmy Radhi, Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada, menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM berpotensi memicu inflasi tinggi, yang akan mengurangi daya beli masyarakat.
Baca juga: Ninuninu! Ini 7 Penyebab Rupiah Anjlok Rp17.000, Lebih Parah Dari Krisis 1998?
"Jika harga energi subsidi dinaikkan, dampaknya bisa sangat tinggi bagi masyarakat kecil," jelas Fahmy kepada Detik.
Fahmi juga memperingatkan bahwa kenaikan harga BBM menjelang mudik Lebaran berisiko memicu inflasi ganda mengingat tingginya permintaan.
3. Kenaikan BBM Bisa Menyebabkan Resesi
Selain itu, Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), menambahkan bahwa kenaikan harga BBM bisa memperburuk kondisi ekonomi Indonesia dan mendorong negara menuju resesi.
Bhima memprediksi bahwa inflasi tahunan bisa mencapai 6-8% jika harga BBM naik, mengingat APBN tidak mampu menopang beban subsidi energi. "Ujungnya PHK naik tajam di semua sektor termasuk industri manufaktur, dan perdagangan," ujar Bhima.
Dalam jangka panjang, kenaikan BBM bisa menurunkan kelas menengah dan memperburuk kemiskinan, memperbesar potensi resesi.
4. Relokasi Anggaran untuk Menahan Kenaikan Harga BBM
Untuk mengurangi dampak dari gejolak harga minyak dunia, Bhima mengimbau pemerintah untuk mengalihkan anggaran ke program yang dapat menahan kenaikan harga BBM, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Bhima menekankan bahwa menahan inflasi jauh lebih mendesak dibandingkan dengan memberikan makanan gratis, terutama karena situasi ini adalah force majeure yang membutuhkan perhatian lebih.
Baca juga: Krisis! Penutupan Selat Hormuz Guncang 4 Wilayah Dunia, Indonesia Ikut Terseret?
Fahmy pun menambahkan bahwa pemerintah kini menghadapi pilihan sulit antara menjaga daya beli masyarakat atau menahan anggaran untuk program prioritas. Dalam situasi ini, Fahmy menyarankan agar pemerintah melakukan relokasi anggaran untuk menahan kenaikan harga BBM subsidi, yang lebih bijaksana daripada menaikkan harga BBM.
Dengan meningkatnya ketidakpastian global, pemerintah Indonesia perlu menerapkan kebijakan yang lebih hati-hati dan terukur. Kenaikan harga BBM sebaiknya menjadi opsi paling akhir untuk menghindari dampak yang lebih besar, seperti inflasi tinggi dan penurunan daya beli masyarakat. Pemerintah juga perlu lebih fokus pada relokasi anggaran yang dapat mendukung kebijakan berkelanjutan tanpa membebani rakyat kecil.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






