berita
25 April 2026
Naufal Mamduh
Ngilu! Rupiah Tembus Rp17.300, Awas Bahaya yang Diam-Diam Menguras Dompet!
Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Dalam perdagangan Kamis (23/4/2026), rupiah sempat menyentuh level Rp17.300 per dollar AS sebelum ditutup di Rp17.286. Pelemahan ini dipicu ketidakpastian global serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Kondisi seperti ini membuat banyak masyarakat bertanya, apakah pelemahan rupiah akan langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari?
Belum Menjadi Krisis Langsung
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini belum memberikan dampak signifikan secara langsung kepada masyarakat.
"Dampaknya bagi masyarakat, belum berarti krisis langsung hari ini, tetapi tekanan ke depan jelas ada,” jelas Josua sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Jumat (24/4/2026).
Daya beli juga dinilai masih cukup terjaga. Hal itu tercermin dari indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 di level 122,9 dan indeks Penjualan Eceran Februari 2026 tumbuh 6,5 persen.
Artinya, aktivitas konsumsi masyarakat masih berjalan baik. Namun tekanan ke depan tetap perlu diwaspadai.
Dampak yang Bisa Terasa Pelan-Pelan
Meski belum terasa besar saat ini, pelemahan rupiah yang berlangsung lama berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa. Terutama sektor yang bergantung pada impor. Beberapa sektor yang paling rentan antara lain:
a. Transportasi dan logistik
b. Pertanian dan perikanan
c. Industri kimia dasar
d. Plastik dan karet
e. Farmasi
f. Manufaktur berbahan baku impor
Baca juga:
Bagi masyarakat umum, dampaknya bisa muncul dalam bentuk:
a. Ongkos transportasi naik
b. Harga pangan meningkat
c. Barang elektronik dan impor lebih mahal
d. Harga obat-obatan naik
e. Biaya usaha kecil bertambah.
Baca juga: Syok! 7 Fakta Dibalik Utang Kopdes Ditanggung Negara & OJK Ubah Aturan Bank!
"Jadi, efeknya bukan semata kurs di pasar uang, tetapi biaya hidup yang naik pelan-pelan,” tutur Josua.
Tidak Perlu Panik Beli Dollar
Saat rupiah melemah, sebagian orang tergoda membeli dollar sebagai langkah perlindungan. Namun para ekonom justru mengingatkan agar masyarakat tidak bertindak panik.
Langkah yang lebih bijak justru memperkuat kondisi keuangan pribadi, seperti menjaga arus kas tetap sehat, menunda belanja impor yang tidak mendesak, menambah dana darurat, berhati-hati mengambil utang berbunga mengambang dan fokus pada kebutuhan utama. Intinya, yang perlu dilakukan bukan berspekulasi, tetapi mengurangi risiko finansial.
Peran Pemerintah dan Bank Indonesia
Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyebut dampak imported inflation sejauh ini masih bisa diredam pemerintah melalui APBN. Salah satu contohnya adalah tidak menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan ini membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan kurs.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar valas, kebijakan suku bunga dan menjaga cadangan devisa tetap kuat.
Pelemahan rupiah ke level Rp17.300 memang perlu diperhatikan, tetapi belum berarti krisis langsung. Dampak utamanya cenderung terasa bertahap melalui kenaikan biaya hidup dan harga barang impor.
Masyarakat tidak perlu panik. Yang lebih penting adalah bersikap tenang, rasional, dan menjaga kondisi keuangan agar tetap siap menghadapi perubahan ekonomi.
Tentang LBS Urun Dana
LBS Urun Dana merupakan platform securities crowdfunding resmi telah berizin dan diawasi oleh OJK. Hanya di LBS, investor visioner investasi sukuk maupun saham, dari bisnis yang rill dan kurasi ketat.
Sementara itu bagi pengusaha visioner, LBS Urun Dana juga memberikan solusi pendanaan bagi pengusaha. Mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar, pengusaha visioner dapat mengembangkan bisnisnya melalui skema yang terstruktur dan profesional.
Baca juga: Serem! Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.500 Triliun, Masih Aman atau Waswas?
Seluruh proses dan transaksi di LBS Urun Dana dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah. Hal ini memastikan setiap aktivitas berjalan secara transparan, profesional, dan selaras dengan prinsip yang telah ditetapkan.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar ekonomi, bisnis, dan peluang investasi, Anda dapat mengunjungi situs resmi di lbs.id serta mengikuti Instagram LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






