berita
21 Januari 2026
Oalah! Menkeu Purbaya Sebut Nilai Tukar Rupiah Itu Tugas BI, Ini Alasannya!
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengembalikan tekanan pada rupiah dan mengarahkannya menjadi penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu 1-2 hari, bahkan dalam semalam. Namun, Purbaya menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah tugasnya.
Sebagai Menteri Keuangan, perannya lebih berfokus pada pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, pengelolaan nilai tukar rupiah dan kebijakan moneter sepenuhnya menjadi tanggung jawab Bank Indonesia (BI).
Menkeu Purbaya: “Saya Bukan Bank Sentral”
Meski Purbaya menyatakan kemampuannya untuk mengatasi pelemahan rupiah dalam waktu singkat, ia dengan tegas menekankan bahwa hal itu bukan merupakan kewenangannya. Sebagai Menteri Keuangan, tugas utamanya adalah mengelola keuangan negara dan APBN, sementara kebijakan terkait nilai tukar rupiah adalah wewenang Bank Indonesia.
“Saya bisa memperbaiki ini dalam dua hari atau semalam, tetapi saya bukan bank sentral,” ujar Purbaya sebagaimana dikutip dari CNBC pada Rabu (21/1/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah melalui kebijakan moneter yang tepat, seperti pengaturan suku bunga dan intervensi pasar valuta asing.
Baca juga: Wadaw! 4 Fakta Mengapa Rupiah Melemah Tapi IHSG Menguat Biar Gak Salah Paham!
Purbaya mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada pada level yang lebih lemah dibandingkan dengan nilai fundamental perekonomian Indonesia. Ia menyebutkan bahwa rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, yang berarti nilai tukarnya lebih rendah daripada yang seharusnya berdasarkan kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya.
“Tidak ada alasan rupiah melemah ketika modal asing terus masuk ke Indonesia. Itu artinya ada yang aneh,” ujar Purbaya. Menurutnya, pergerakan nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang stabil, dan itulah mengapa Bank Indonesia perlu turun tangan.
Mengapa Pelemahan Rupiah Terjadi?
Purbaya juga menyatakan bahwa meskipun aliran modal asing terus mengalir ke Indonesia, rupiah tetap berada dalam tekanan. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, yang bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi domestik. Ia menegaskan bahwa penjelasan terkait penyebab pelemahan rupiah harus datang dari Bank Indonesia, yang memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan dan menstabilkan kondisi ini.
“Penyebab utama pelemahan rupiah harus dijelaskan oleh Bank Indonesia, karena mereka yang memiliki kewenangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Purbaya.
Pelemahan Rupiah, Kenapa Ini Tugas Bank Indonesia?
Pelemahan rupiah adalah isu yang langsung berkaitan dengan kebijakan moneter, dan ini menjadi tugas utama Bank Indonesia (BI). Sebagai bank sentral, BI memiliki kewenangan untuk mengelola kebijakan yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah di pasar internasional. Bank Indonesia menggunakan berbagai instrumen moneter seperti suku bunga acuan dan intervensi pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas mata uang Indonesia.
Salah satu cara BI menjaga stabilitas rupiah adalah dengan melakukan intervensi pasar. Ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang signifikan, BI dapat menjual cadangan devisa untuk membeli rupiah, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang tersebut dan memberikan dukungan terhadap nilai tukar rupiah. Sebaliknya, jika rupiah terlalu menguat dan mengganggu perekonomian, BI juga dapat membeli dolar AS untuk menstabilkan kurs rupiah.
Pelemahan rupiah yang tajam dapat menyebabkan inflasi impor, di mana harga barang-barang impor menjadi lebih mahal. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia, mempengaruhi daya beli masyarakat, dan menambah beban utang luar negeri yang denominasi dalam dolar AS. Oleh karena itu, Bank Indonesia bertanggung jawab untuk mengatur kebijakan yang menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap terkendali.
Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Rupiah
Meskipun Purbaya Yudhi Sadewa dapat mengatasi masalah pelemahan rupiah dalam waktu singkat, peran utama dalam menstabilkan nilai tukar rupiah adalah tanggung jawab Bank Indonesia. BI memiliki kewenangan untuk menggunakan instrumen moneter guna menjaga kestabilan rupiah dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Baca juga: Sikat! 7 Strategi Cari Pendanaan Proyek Pemerintah Cepat Cair 300 Juta–10 Miliar!
Dengan demikian, Bank Indonesia harus segera turun tangan untuk memastikan nilai tukar rupiah kembali sesuai dengan nilai fundamental perekonomian Indonesia. Keputusan dan langkah-langkah yang diambil oleh BI akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.






