berita
11 Februari 2026
Naufal Mamduh
Oke Gas! 5 Cara Pemerintah Genjot Target Ekonomi Kuartal I-2026
Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencapai 5,6% year on year (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan target baseline 5,5% yang dipatok untuk tiga bulan pertama tahun ini. Target ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 pada Selasa (10/2/2026).
Untuk mencapainya, pemerintah akan mempercepat belanja negara, terutama di kuartal I yang penting untuk mendorong pertumbuhan. Ini menjadi langkah krusial setelah kuartal I-2025 hanya mencatatkan pertumbuhan 4,87% akibat tertahannya belanja pemerintah.
5 Cara Genjot Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pemerintah kini berencana mengoptimalkan pengeluaran anggaran yang bisa segera disalurkan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia 2026. Berikut adalah langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengejar target pertumbuhan ini.
1. Mempercepat Belanja Pemerintah
Strategi utama yang akan ditempuh pemerintah adalah mempercepat belanja negara di kuartal I-2026. Hal ini sangat krusial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di awal tahun, mengingat kuartal I-2025 lalu hanya mencatatkan pertumbuhan 4,87%. Salah satu alasan lambatnya pertumbuhan tersebut adalah karena banyaknya anggaran yang tertunda atau belum terealisasi.
Baca juga: Meleset! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Mentok 5,11%, Ini Penyebabnya
Juda Agung menjelaskan, "Kuartal I baseline kita di bidang keuangan itu 5,5%. Kita akan dorong ke 5,6% dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal I ini." Pemerintah berencana mengoptimalkan pengeluaran anggaran yang bisa segera dipakai untuk mendukung perekonomian nasional.
2. Fokus pada Pengeluaran untuk Bansos dan Insentif
Salah satu fokus utama dalam belanja pemerintah adalah mempercepat pengeluaran untuk bantuan sosial (bansos). Menurut Juda, pengeluaran ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, yang pada gilirannya akan mendukung konsumsi domestik.
Bantuan sosial yang dimaksud antara lain adalah program perlindungan sosial yang mencakup berbagai jenis insentif yang dapat segera disalurkan pada awal tahun 2026. "Itu tetap dilakukan. Semua, kan ada beberapa program perlinsos ya, yang bisa kita lakukan di kuartal I, ya kita lakukan segera," ujar Juda.
3. Mendorong Konsumsi Masyarakat
Konsumsi masyarakat merupakan pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berfokus untuk mendorong konsumsi dengan memberikan bantuan sosial dan insentif lainnya. Dengan mengalirnya dana bantuan, diharapkan masyarakat dapat memperkuat daya beli dan menjaga stabilitas perekonomian di tengah ketidakpastian global.
4. Menargetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,6% YoY
Dengan tambahan 0,1% dari baseline 5,5% menuju 5,6%, pemerintah berusaha meningkatkan akselerasi ekonomi di awal tahun. Angka ini dianggap realistis mengingat belanja negara yang dipercepat dan dukungan dari sektor konsumsi. Menurut Juda Agung, akselerasi pertumbuhan sebesar 0,1% ini akan menjadi tambahan yang signifikan untuk mendorong perekonomian Indonesia di kuartal pertama 2026.
"Artinya dari baseline 5,5% ke 5,6% berarti kan tambahan 0,1%. Jadi akselerasinya, additional tambahan pertumbuhannya, tambahan dari 5,5% ke 5,6% kan berarti 0,1%," jelasnya lebih lanjut.
5. Harapan untuk Pemulihan Ekonomi yang Lebih Cepat
Dengan strategi yang telah disusun, pemerintah berharap ekonomi Indonesia 2026 dapat tumbuh lebih baik di kuartal ini dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, percepatan belanja dan dukungan untuk konsumsi masyarakat diharapkan bisa menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi.
Baca juga: Eksekusi! 5 Tantangan Perekonomian Indonesia 2026 & Strategi Jitu Prabowo!
Secara keseluruhan, strategi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi ini melibatkan langkah-langkah yang berfokus pada peningkatan pengeluaran belanja negara, terutama dalam bentuk bantuan sosial dan insentif untuk masyarakat. Dengan tambahan 0,1% dalam target pertumbuhan, diharapkan Indonesia bisa mencapai angka 5,6% pada kuartal pertama 2026.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






