artikel
8 Februari 2026
Naufal Mamduh
Gurih! Ini Dampak MBG Bagi Pengusaha Plus Pendanaan Rp500 Juta - Rp10 Miliar
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirancang sebagai intervensi pemenuhan gizi nasional, tetapi juga berkembang menjadi instrumen kebijakan yang membuka peluang pendanaan MBG bagi berbagai sektor usaha.
Skema pendanaan yang besar dan berkelanjutan membuat MBG menciptakan ekosistem ekonomi baru, melibatkan UMKM, industri pendukung, hingga penyedia logistik dan jasa di daerah. Hal ini ditegaskan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang menyebut MBG kini tidak lagi sekadar program sosial, melainkan telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi lokal di berbagai wilayah.
1. Apa Itu MBG?
MBG adalah program penyediaan makanan bergizi gratis yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah. Seluruh operasional dapur SPPG dibiayai melalui pendanaan MBG dari APBN yang disalurkan langsung ke unit pelaksana di daerah.
Per Januari 2026, program ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 82 juta penerima paling lambat pada Desember 2026.
2. MBG Menggerakkan Industri Pendukung
Menurut Dadan, MBG tidak hanya mendorong permintaan bahan pangan seperti beras, sayur, telur, dan protein hewani, tetapi juga memicu pertumbuhan industri pendukung operasional dapur, sekaligus membuka peluang pendanaan MBG bagi pelaku usaha di sektor terkait.
Baca juga: Mau Jadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis? Ini Caranya
“MBG sudah menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya kebutuhan bahan baku saja, tetapi juga faktor pendukungnya,” kata Dadan sebagaimana dikutip dari CNBC pada Jumat (6/2/2026).
3. Kebutuhan Sabun Dorong Usaha Kecil Baru
Salah satu dampak konkret dari MBG terlihat dari kebutuhan operasional harian dapur SPPG. Untuk membersihkan alat makan seperti food tray atau ompreng, setiap dapur membutuhkan sekitar 25 liter sabun cuci per hari.
Kebutuhan rutin ini menciptakan permintaan besar dan berkelanjutan, sehingga banyak usaha kecil dan industri rumahan sabun mulai bermunculan di berbagai daerah.
“Sekarang banyak pengusaha baru yang bergerak memproduksi sabun karena kebutuhan SPPG cukup besar,” jelas Dadan.
4. Penyaluran Dana MBG dan Efek Ekonomi Langsung
BGN mencatat bahwa sepanjang Januari 2026, total pendanaan MBG melalui APBN yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp19,5 triliun. Dana ini langsung mengalir ke dapur-dapur SPPG, pemasok bahan baku, serta berbagai usaha pendukung di tingkat lokal.
Skema penyaluran tersebut membuat uang beredar langsung di masyarakat, sehingga dampak ekonominya relatif cepat dirasakan oleh UMKM dan pelaku usaha daerah.
“Selain intervensi pemenuhan gizi, ekonomi masyarakat juga bergerak karena dana yang diturunkan langsung ke bawah,” ujar Dadan.
5. Dampak MBG terhadap Lapangan Kerja
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa MBG telah menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja langsung dari operasional 22.275 dapur SPPG yang telah berjalan.
Setiap dapur rata-rata menyerap sekitar 50 tenaga kerja, mulai dari tenaga masak, distribusi, hingga administrasi. Jumlah tersebut belum termasuk pekerja tidak langsung yang terlibat dalam rantai pasok bahan makanan dan kebutuhan pendukung lainnya.
6. Efek Domino ke Pemasok Desa
Besarnya dampak ekonomi MBG juga berdampak pada meningkatnya permintaan bahan baku dari desa-desa sekitar dapur SPPG. Setiap dapur membutuhkan pasokan rutin sayuran, telur, ikan, ayam, dan daging.
Baca juga: Sikat! 7 Strategi Cari Pendanaan Proyek Pemerintah Cepat Cair 500 Juta–10 Miliar!
Satu dapur dapat melibatkan 10 hingga 20 pemasok lokal, sehingga menciptakan lapangan kerja tambahan di sektor pertanian, peternakan, dan distribusi.
7. Potensi Dampak Jangka Panjang MBG
Jika target 82 juta penerima manfaat tercapai, pemerintah memperkirakan MBG berpotensi menciptakan 3 hingga 5 juta lapangan kerja secara keseluruhan.
Dengan skala anggaran yang besar dan pola belanja yang berkelanjutan, MBG tidak hanya berfungsi sebagai kebijakan sosial, tetapi juga membuka skema pendanaan MBG bagi pelaku usaha yang ingin terlibat langsung dalam operasional program.
Bagi pengusaha dan UMKM, khususnya yang ingin membuka dan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapat mengajukan pendanaan MBG sebagai modal operasional di lembaga keuangan, sekaligus mendapatkan kepastian permintaan dari program pemerintah.
Solusi Pendanaan Rp500 Juta - Rp10 Miliar di LBS Urun Dana
Bicara mengenai pendanaan, LBS Urun Dana menawarkan solusi pendanaan bisnis mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar. Pendanaan berbasis investasi ini terstruktur dengan jelas, diawasi oleh OJK, dan dibimbing oleh Founder LBS dan Pakar Fikih Muamalah Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Tanpa bunga tersembunyi dan skema memberatkan, pengusaha bisa menjaga arus kas usaha tetap sehat terjerat bunga memberatkan.
Bikin Usaha Makin Gaspol Lewat FAST 17
FAST FUNDING 17 adalah program pendanaan cair cepat ± 17 hari dari LBS Urun Dana. Program ini ditujukan bagi pengusaha dengan kebutuhan modal proyek Rp500 juta hingga Rp10 miliar dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tujuannya untuk membantu bisnis menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengeksekusi rencana usaha jadi lebih maksimal.
Baca juga: Mantul! 7 Cara Dapat Modal Usaha Bisnis Kuliner, Cuan Cepat 500 Juta-10 Miliar
Sektor Usaha yang Dapat Mengajukan Pendanaan
a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan
Syarat Utama Pendanaan
a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana
Alur Pengajuan Pendanaan
a. Pengajuan melalui website resmi lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legalitas
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Proyek ditayangkan dan didanai oleh investor
Saat bisnis butuh dorongan nyata untuk tumbuh, LBS Urun Dana adalah pilihan utama pendanaan amanah yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Ajukan sekarang dan wujudkan mimpi bisnis Anda!

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






