berita
7 Februari 2026
Naufal Mamduh
Meleset! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Mentok 5,11%, Ini Penyebabnya
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 secara kumulatif tercatat 5,11%. Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan menunjukkan ekonomi nasional tetap tumbuh positif, meskipun belum sepenuhnya mencapai target pemerintah yang dipatok dalam APBN 2025.
Capaian tersebut menjadi sorotan karena pertumbuhan ekonomi 2025 masih berada di bawah target 5,2%, sekaligus mencerminkan tantangan struktural dan momentum pemulihan yang belum merata sejak awal tahun. Berikut rangkuman fakta-fakta penting pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025.
1. Pertumbuhan Ekonomi 2025 Secara Kumulatif Capai 5,11%
BPS mencatat ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 5,03% yoy.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan perbaikan kinerja ekonomi, khususnya pada paruh kedua tahun 2025.
“Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tumbuh 5,39%,” ujar Amalia sebagaimana dikutip dari Okezone pada Jumat (6/2/2026).
2. Masih di Bawah Target Pemerintah
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 masih berada di bawah target pemerintah dalam APBN 2025 yang dipatok sebesar 5,2%.
Baca juga: Cihuy! 5 Tantangan Pembiayaan Alat Berat dan Solusi Dana Rp500 Juta - Rp10 Miliar
Pemerintah sebelumnya juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 berada di kisaran 5,4%–5,6%, namun realisasi BPS menunjukkan angka 5,39% yoy. Selisih tipis ini menunjukkan ekonomi memang menguat di akhir tahun, namun belum cukup untuk mengerek capaian tahunan secara signifikan.
3. Kinerja Awal Tahun Jadi Penekan Utama
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa penyebab pertumbuhan ekonomi 2025 belum optimal salah satunya berasal dari lemahnya kinerja ekonomi di awal tahun.
“Kita sudah lihat yang kita dorong di kuartal IV target 5,4%, dicapainya 5,39%. Dan memang kalau pertumbuhan kumulatif 5,11% karena di Januari terlalu rendah,” ujar Airlangga sebagaimana dikutip dari Berita Satu.
Menurut Airlangga, perlambatan di awal tahun cukup menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun pemerintah berupaya mengejar ketertinggalan tersebut pada kuartal-kuartal berikutnya.
4. Kuartal IV-2025 Jadi Penopang Pertumbuhan
Akselerasi ekonomi pada kuartal IV-2025 menjadi penopang utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tetap berada di atas 5%.
Dilansir dari CNBC, BPS mencatat ekonomi pada kuartal IV-2025 tumbuh 5,39% yoy, lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2025 yang sebesar 5,04% yoy, serta lebih baik dibandingkan kuartal IV-2024 yang tercatat 5,02% yoy.
Pertumbuhan di akhir tahun ini menunjukkan aktivitas ekonomi mulai bergerak lebih agresif, terutama di sektor konsumsi dan perdagangan.
5. Konsumsi Masyarakat Masih Jadi Motor Utama
Salah satu faktor utama penyebab pertumbuhan ekonomi 2025 adalah meningkatnya konsumsi rumah tangga. Momentum belanja masyarakat, terutama menjelang akhir tahun dan libur Natal serta Tahun Baru (Nataru), memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian.
Airlangga menegaskan bahwa stimulus fiskal pemerintah turut berperan besar dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Pertumbuhan 5,11% itu ditopang oleh stimulus fiskal melalui bantuan sosial yang mendorong konsumsi masyarakat,” kata Airlangga.
6. Sektor Riil Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional
Selain konsumsi, beberapa sektor utama seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian menunjukkan kinerja yang relatif solid sepanjang 2025.
Airlangga menyebut sektor-sektor tersebut tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi penyangga penting di tengah tekanan global.
“Jadi konsumsi terdorong, sektor riil baik tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi, dan kemudian tentunya distribusi anggaran juga baik. Jadi mesinnya semua bergerak,” tegas Airlangga.
7. Pemerintah Akui Proyeksi Melenceng
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengakui bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 tidak sepenuhnya sesuai dengan proyeksi awal pemerintah.
Ia menyebutkan bahwa berbagai faktor, termasuk dinamika global dan perlambatan pada awal tahun, membuat realisasi pertumbuhan ekonomi meleset dari target yang dijanjikan.
Baca juga: Ajib! 7 Tips Pembiayaan Multiguna Usaha Plus Peluang Raih Modal 500 Juta-10 Miliar
Pertumbuhan ekonomi 2025 secara kumulatif capai 5,11% menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada di jalur positif, meskipun belum memenuhi target pemerintah. Lemahnya kinerja ekonomi di awal tahun menjadi tantangan utama, sementara penguatan konsumsi, stimulus fiskal, dan kinerja sektor riil menjadi penopang penting di paruh kedua tahun.
Ke depan, konsistensi pertumbuhan sejak awal tahun menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah agar target ekonomi tahunan dapat tercapai secara lebih optimal.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






