literasi keuangan
14 Juli 2026
Naufal Mamduh
Galau! Dana Darurat atau Investasi Dulu? Ini Jawaban yang Selama Ini Dicari
Pertanyaan ini muncul hampir di setiap diskusi keuangan pribadi: mana yang harus didahulukan, dana darurat atau investasi? Sekilas terlihat sederhana, tapi jawabannya bergantung pada kondisi finansial, tanggungan, dan tujuan hidup masing-masing orang.
Yang pasti, keduanya penting. Yang berbeda adalah urutannya. Dan urutan yang salah bisa membuat fondasi keuangan Anda rapuh di saat paling tidak diinginkan.
Dana Darurat Adalah Pondasi, Bukan Pilihan
Sebelum membahas mana yang lebih dulu, penting untuk memahami apa itu dana darurat?
Dana darurat adalah kumpulan dana khusus yang disiapkan untuk kebutuhan mendesak yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya rumah sakit mendadak, atau kerusakan rumah akibat bencana. Bukan untuk liburan, bukan untuk beli gadget baru, dan bukan untuk investasi.
Fungsinya satu: menjadi penopang finansial ketika situasi di luar kendali terjadi. Tanpa dana darurat, saat keadaan darurat datang, Anda terpaksa menjual aset investasi yang mungkin sedang turun nilainya, atau lebih buruk lagi, berutang.
Financial planner M. Kharisma mengatakan hal ini: dana darurat baiknya disimpan di tempat yang aman, mudah diakses, dan mudah dicairkan. Bukan instrumen yang nilainya bisa naik turun. Itulah mengapa dana darurat bukan pilihan. Ini kebutuhan dasar sebelum langkah finansial lainnya dimulai.
Berapa Dana Darurat yang Ideal?
Jumlah dana darurat yang ideal dihitung dari pengeluaran rutin bulanan, bukan dari penghasilan. Berikut panduan umumnya:
- Single tanpa tanggungan: 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan
- Menikah dengan tanggungan: 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan
- Pengusaha atau freelancer dengan tanggungan ganda: minimal 12 kali pengeluaran bulanan
Prita Gozi, CEO Zeph Finance, menambahkan bahwa kondisi yang paling ideal, terutama di masa penuh ketidakpastian, adalah memiliki dana darurat hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan.
Contoh konkret: jika pengeluaran bulanan Anda Rp5 juta dan sudah menikah dengan satu anak, dana darurat ideal yang perlu disiapkan adalah Rp60 juta. Ketika tiba-tiba tidak ada pemasukan selama beberapa bulan, kehidupan keluarga tetap berjalan normal.
Baca juga: Awas! Ini 7 Tips Atur Keuangan di Tengah Krisis, Jurus Jitu Biar Duit Tetap Aman!
Cara mengumpulkannya tidak harus sekaligus. Sisihkan minimal 5 persen dari penghasilan setiap bulan dan simpan di tempat yang mudah dicairkan.
Lalu, Kapan Boleh Mulai Investasi?
Jawaban singkatnya: setelah dana darurat minimal 50 persen dari nilai ideal terpenuhi.
Artinya, jika target dana darurat Anda adalah Rp60 juta, Anda sudah bisa mulai berinvestasi setelah mengumpulkan Rp30 juta. Sambil terus menabung dana darurat hingga 100 persen, investasi bisa berjalan paralel.
Prita Gozi mengingatkan: "Usahakan sudah memiliki dana darurat minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan sebelum mulai berinvestasi."
Kenapa tidak investasi dulu? Karena investasi punya risiko fluktuasi. Saham bisa turun, sukuk bisa terdampak kondisi bisnis, reksa dana pun tidak selalu naik. Jika keadaan darurat datang saat nilai investasi sedang turun dan Anda terpaksa mencairkannya, kerugian tidak bisa dihindari.
Sebaliknya, dengan dana darurat yang cukup, investasi bisa bekerja dalam jangka panjang tanpa harus diganggu gugat di tengah jalan.
Di Mana Sebaiknya Menyimpan Dana Darurat?
Dana darurat harus memenuhi tiga kriteria utama dalam pemilihan tempatnya:
- Mudah dicairkan kapan saja — keadaan darurat tidak menunggu waktu yang tepat
- Nilai pokok stabil — dana yang tersimpan tidak boleh berkurang karena fluktuasi pasar
- Terpisah dari rekening utama — agar tidak tergoda untuk dipakai di luar kebutuhan darurat
Yang perlu dihindari adalah menempatkan dana darurat di instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Ketika keadaan darurat datang dan nilai instrumen tersebut sedang turun, Anda terpaksa mencairkan dengan kerugian. Dana darurat yang seharusnya melindungi justru tidak bisa diandalkan.
Prinsipnya sederhana: dana darurat bukan untuk ditumbuhkan, tapi untuk dijaga agar selalu siap pakai.
Sudah Punya Dana Darurat? Saatnya Investasi yang Tenang di Hati
Ketika fondasi keuangan sudah kuat, investasi bukan lagi tentang mengejar keuntungan semata, tapi tentang memilih instrumen yang sesuai prinsip dan memberikan ketenangan.
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang mempertemukan investor dengan bisnis-bisnis nyata di Indonesia lewat skema saham atau sukuk. Bukan spekulasi harga komoditas, tapi kepemilikan atas usaha riil yang beroperasi langsung di Indonesia.
Baca juga: Jangan Panik! Ini Strategi Mengelola Keuangan Rumah Tangga Saat Harga Naik Terus
Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah Kontemporer sekaligus Founder LBS Urun Dana, sehingga setiap transaksi insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
- Minimum investasi mulai Rp1.000.000
- Insya Allah bebas dari riba, gharar, dan kezaliman
- Diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA
Ada yang ingin didiskusikan dulu sebelum memutuskan? Tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau langsung saja. Daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






