berita
14 Juli 2026
Naufal Mamduh
Melongo! Harga Emas dan Perak Kompak Ambruk, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Harga emas ambruk ke level US$3.900 per troy ons. Pada perdagangan Senin (13/7/2026), berdasarkan data Refinitiv, emas ditutup melemah 2,9% level penutupan terendah sejak 24 Juni 2026. Dan pada Selasa (14/7/2026) pukul 06.39 WIB, tekanan berlanjut dengan emas melemah 0,16% ke US$3.999 per troy ons.
Pelemahan dua hari beruntun ini membawa emas turun hampir 3% dalam 48 jam terakhir. Perak pun tidak luput. Pada Senin (13/7/2026), harga perak ditutup di US$57,65 per troy ons, jatuh 3,7%. Pada Selasa pagi pukul 06.42 WIB, perak kembali melemah 0,37% ke US$57,43 per troy ons. Dalam dua hari, perak sudah jatuh 4%.
Dua Pemicu Utama: Blokade Iran dan The Fed
Kejatuhan harga emas ini bukan tanpa sebab. Ada dua faktor yang saling memperkuat tekanan terhadap logam mulia.
Pertama, blokade laut Iran. Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran dan akan mengenakan biaya 20% atas seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Kabar ini langsung mendorong harga minyak melonjak sekitar 5%. Kenaikan harga minyak berpotensi memicu inflasi karena meningkatkan biaya energi dan transportasi, yang pada gilirannya menekan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Baca juga: Oke Gas! 3 Lembaga Dunia Kompak Prediksi Ekonomi RI 2026, Apa Hasilnya?
Kedua, ekspektasi suku bunga The Fed yang makin hawkish. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 75% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September. Kondisi ini menjadi angin kepala bagi emas, karena emas adalah aset tanpa imbal hasil semakin tinggi suku bunga, semakin tidak menarik emas dibanding instrumen berbunga.
"Harga minyak melonjak akibat konflik di Timur Tengah, dan ada potensi pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve. Ini merupakan kabar buruk bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas," kata analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, dikutip dari Reuters.
Fawad memperingatkan jika tekanan jual terus berlanjut, harga emas berpotensi menembus ke bawah US$3.800 per troy ons dalam jangka pendek, bahkan bisa turun menuju US$3.500 apabila tekanan semakin kuat.
Apa yang Ditunggu Pasar Pekan Ini?
Pasar masih menunggu beberapa katalis penting. Pada Selasa, Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan kesaksian pertamanya mengenai kebijakan moneter di hadapan Kongres AS pernyataannya akan dicermati ketat oleh investor untuk mencari petunjuk arah suku bunga.
Pekan ini juga akan dirilis sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI), Indeks Harga Produsen (PPI), data penjualan ritel Juni, serta klaim pengangguran mingguan. Data-data ini akan sangat menentukan arah ekspektasi suku bunga dan, pada akhirnya, pergerakan emas dalam waktu dekat.
Haruskah Kita Beralih ke Instrumen Investasi Lain?
Di tengah penurunan harga emas dan perak seperti ini, sebagian investor mulai mempertanyakan: apakah ada instrumen yang tidak semata bergantung pada sentimen global yang sulit diprediksi?
Salah satu jawabannya ada pada kepemilikan bisnis nyata. Bukan spekulasi harga, tapi bagi hasil dari usaha yang beroperasi langsung di Indonesia.
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang mempertemukan investor dengan bisnis-bisnis riil di Indonesia lewat skema saham atau sukuk. Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah Kontemporer sekaligus Founder LBS Urun Dana, dengan harapan setiap transaksi insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
Baca juga: Sengit! 8 Indikator Ekonomi Indonesia 2026: Kuat di Mana, Rapuh di Mana?
LBS Urun Dana telah menyalurkan lebih dari Rp337,8 miliar ke bisnis pengusaha Indonesia, dengan lebih dari 17.000 investor aktif yang sudah bergabung. Minimum investasi mulai Rp1.000.000.
Kalau Anda ingin tahu lebih lanjut atau sekadar ingin ngobrol dulu sebelum memutuskan, tim LBS siap:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






