investasi
3 Januari 2026
Main Cantik! 7 Strategi Investasi 2026 Biar Cuan Jalan Risiko Ketahan!
Memasuki 2026, investor tidak cukup hanya mengejar imbal hasil tinggi. Dinamika pasar yang semakin cepat menuntut pendekatan yang lebih adaptif dan terukur. Kinerja pasar saham Indonesia yang positif sepanjang 2025 memang memberi optimisme, tetapi strategi investasi 2026 tidak bisa lagi bergantung pada satu instrumen saja.
Investor perlu menyusun portofolio yang seimbang agar peluang cuan tetap optimal tanpa mengabaikan pengelolaan risiko. Berikut tujuh strategi investasi 2026 yang dapat dipertimbangkan agar portofolio lebih tahan menghadapi berbagai skenario pasar.
1. Tetapkan Target Return Sejak Awal
Langkah pertama dalam menyusun investasi 2026 adalah menetapkan target imbal hasil yang realistis. Pengamat Pasar Modal UI Budi Frensidy menjelaskan bahwa porsi saham sangat bergantung pada target return yang ingin dicapai investor.
Target pertumbuhan sekitar 10 persen per tahun umumnya cukup dengan porsi saham 20–30 persen. Namun, jika investor mengincar return 15 persen atau lebih, porsi saham perlu ditingkatkan hingga 50 persen atau bahkan lebih. Konsekuensinya, risiko yang dihadapi juga semakin besar.
2. Sesuaikan Alokasi dengan Profil Risiko
Setiap strategi investasi 2026 harus disesuaikan dengan profil risiko. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyarankan:
a. Investor konservatif mengalokasikan 20–35 persen ke saham, sisanya pada instrumen yang lebih stabil seperti sukuk dan emas.
b. Investor moderat dapat menempatkan 40–60 persen ke saham, dikombinasikan dengan sukuk dan emas.
c. Investor agresif dapat mengalokasikan 65–80 persen ke saham dengan toleransi tinggi terhadap volatilitas.
3. Jangan Bertumpu pada Satu Instrumen
Dalam konteks investasi 2026, diversifikasi lintas instrumen menjadi semakin penting. Selain saham, investor dapat menyeimbangkan portofolio dengan sukuk dan emas untuk meredam fluktuasi pasar. Reksa dana atau ETF juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana diversifikasi yang lebih praktis.
Baca juga: Ashiap! 7 Jenis Investasi Demi Raih Passive Income Berlimpah Sambil Rebahan!
Pendekatan lintas instrumen ini membantu menjaga stabilitas portofolio tanpa mengorbankan potensi pertumbuhan jangka panjang.
4. Pilih Emiten Berkualitas dan Likuid
Salah satu kunci strategi investasi 2026 di pasar saham adalah memilih emiten yang berkualitas dan likuid. Saham-saham konglomerasi kerap menjadi incaran karena likuiditasnya relatif terjaga dan umumnya siap menjadi liquidity provider.
Masuknya emiten ke indeks global seperti MSCI juga sering meningkatkan minat investor asing. Meski demikian, fundamental, valuasi, dan likuiditas tetap harus menjadi pertimbangan utama.
5. Diversifikasi Lintas Sektor
Diversifikasi tidak hanya soal jumlah saham, tetapi juga lintas sektor. Praktisi pasar modal Raden Bagus Bima menekankan pentingnya mengkombinasikan saham defensif, siklikal, dan saham berorientasi pertumbuhan.
Pada investasi 2026, sektor yang masih relevan antara lain perbankan, energi, komoditas, konsumen, telekomunikasi, serta infrastruktur dan utilitas yang mendapat dukungan proyek jangka panjang.
6. Lakukan Rebalancing Secara Berkala
Rebalancing menjadi bagian penting dalam strategi investasi 2026. Perencana Keuangan Eko Endarto menilai awal tahun merupakan momentum tepat untuk menata ulang portofolio.
Masih banyak saham yang terkoreksi namun memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang positif. Rebalancing membantu investor menyesuaikan komposisi aset dengan kondisi pasar terbaru sekaligus mengunci keuntungan.
7. Solusi Investasi Berdampak di Securities Crowdfunding
Investasi 2026 juga dapat diperkuat melalui securities crowdfunding sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Securities crowdfunding memungkinkan investor menyalurkan dana langsung ke pengusaha dan proyek di sektor riil seperti fashion, manufaktur, logistik, hingga properti produktif.
Baca juga: Menyala! 5 Sektor Investasi 2026 yang Diprediksi Banjir Cuan!
Instrumen ini tidak hanya menawarkan potensi imbal hasil yang terukur, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai bisnis nasional.
Investasi 2026 Mulai 500 Ribuan
Strategi investasi 2026 perlu dijalankan dengan instrumen yang transparan dan berbasis usaha riil agar hasilnya lebih terukur dan berkelanjutan.
LBS Urun Dana membuka akses investasi produktif mulai 500 ribuan melalui securities crowdfunding yang amanah dan transparan, di bawah bimbingan Founder LBS serta Pakar Fikih Muamalah Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA.
Kini, peluang investasi sektor riil segera bisa Anda dapatkan lewat LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index). Saatnya wujudkan strategi investasi 2026 Anda bersama LBS Urun Dana. Mulai disini!






