investasi
14 September 2026
Naufal Mamduh
Oke Nih! Mengenal Saham Frutta Gelato: Profil, Kinerja, dan Prospek Bisnisnya
PT Bali Internusa Gelatonesia atau Frutta Gelato punya posisi yang tidak dimiliki emiten lain di Pasar Sekunder LBS Urun Dana. Perusahaan ini adalah emiten pertama yang IPO di LBS, jauh sebelum nama-nama yang kini meramaikan Pasar Sekunder bergabung.
Pada periode perdagangan September 2026, sahamnya sempat menjadi yang paling tertekan. Namun dalam 2 hari terakhir, arahnya berbalik sepenuhnya. Berikut kondisi bisnis di balik pergerakan itu.
Mengenal Frutta Gelato
Frutta Gelato lahir pada 2020, tepat ketika pandemi Covid-19 melumpuhkan banyak bisnis. Saat sebagian perusahaan mengerem aktivitasnya, Frutta justru melihat celah. Yaitu gelato halal premium untuk konsumen yang mencari produk berkualitas sekaligus terjamin kehalalannya. Taglinenya menegaskan posisi itu, "Not Ice Cream, It's Gelato".
Di awal berdiri, Frutta hadir dengan skema pre-order dan promosi dari mulut ke mulut di Bali. Responsnya positif, dan bisnisnya berkembang hanya dalam hitungan bulan. Keunggulannya ada pada bahan alami tanpa pengawet serta racikan tangan ahli berpengalaman.
Seiring permintaan naik, variasi produknya bertambah menjadi gelato cup, waffle gelato, hingga gelato cake. Distribusinya pun meluas ke Jakarta, Balikpapan, dan Yogyakarta, didukung mitra reseller serta kerja sama dengan restoran dan kafe. Seluruh produknya bersertifikat halal MUI Bali dan mengantongi izin BPOM.
Pada 2022, Frutta membuka penawaran saham perdana melalui LBS Urun Dana dan menghimpun Rp1,3 miliar dalam hitungan hari. Perlu diketahui kalau Frutta adalah emiten pertama yang IPO di LBS Urun Dana. Dua tahun kemudian, emiten kembali menghimpun Rp1,45 miliar melalui skema sukuk.
Baca juga: Kenalan Yuk! Bedah Saham Makacha Bakery, Emiten Kue Tradisional Beromzet Rp5 Miliar
Kinerja Keuangan
Sepanjang 2024-2025, Frutta Gelato membukukan:
- Pendapatan 2024: Rp6,3 Miliar
- Pendapatan 2025: Rp6.9 Miliar
Di tahun 2026, kinerja Frutta pada Januari–Juli tercatat:
- Pendapatan: Rp4,1 Miliar
Data tersebut mencerminkan kinerja Frutta Gelato sepanjang Januari–Juli 2026. Pada periode tersebut, Frutta Gelato mencatat pendapatan Rp4,17 miliar. Data ini menunjukkan bahwa kinerja Frutta Gelato pada 2026 masih berada di jalur untuk mencapai kinerja tahunan yang solid.
Kinerja Saham di Pasar Sekunder
Pergerakan saham Frutta pada periode September 2026 menjadi salah satu yang paling dinamis.
- Sebelum periode dibuka: Rp59.875
- Hari pertama, 7 September: Rp54.000, turun 9,81%
- Hari kedua, 8 September: Rp54.000, tidak berubah
- Hari ketiga, 9 September: Rp56.000, naik 3,70%
- Hari keempat, 10 September: Rp61.600, naik 10,00%
Pada hari pembukaan, Frutta menjadi satu-satunya emiten yang melemah, bahkan menyentuh koreksi terdalam di antara seluruh emiten. Tekanan berlanjut sampai hari kedua. Arahnya baru berbalik pada hari ketiga, lalu menguat 10,00% di hari keempat.
Hasilnya, dari posisi terkoreksi 9,81%, kini harganya berada 2,88% di atas posisi sebelum periode dibuka. Perlu diingat, angka ini lahir dari kesepakatan antara investor yang menjual dan investor yang membeli, sehingga bisa bergerak ke 2 arah pada sisa periode yang masih berjalan.
Prestasi Terbaru Frutta Gelato
Di luar kinerja keuangan, Frutta juga mencatat capaian dari sisi kualitas produk. Pada September 2026, Head Chef Fauzal Akbar dan Chef Fauzi mewakili Frutta Gelato dalam Indonesian Candidate Selection for Asian Individual Gelatiere Competition 2026. Keduanya membawa kreasi gelato dengan cita rasa Indonesia dan meraih Medali Perak dalam ajang tersebut.
Bagi investor, capaian ini relevan karena kualitas produk dan reputasi tim kuliner dapat mempengaruhi daya saing merek, terutama ketika Frutta menyasar pasar B2B yang mencakup hotel dan restoran. Konsistensi kualitas menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung keberlanjutan kerja sama dengan mitra usaha.
Baca juga: Menarik! Bedah Saham Radaza D'mamam, Emiten F&B Anak yang Menguat 20,82%
Tertarik Memiliki Saham Frutta Gelato?
Pasar Sekunder September 2026 berlangsung hingga 18 September 2026, setiap hari pukul 09.00–16.00 WIB. Sebelum bertransaksi, Anda dapat mengecek riwayat harga, volume, dan rekam jejak emiten melalui LEDX. Syarat transaksi:
- KYC sudah selesai
- Memiliki Single Investor Identification (SID)
- Sub Rekening Efek (SRE) aktif
Sudah lengkap semua? Login di lbs.id, lalu pilih emiten yang ingin ditransaksikan. Belum punya akun? Daftar dulu di sini. Masih ingin bertanya sebelum memutuskan? Tim kami siap membantu lewat WhatsApp:
- Wisnu: Chat WhatsApp
- Dwian: Chat WhatsApp

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






