investasi
11 Maret 2026
Naufal Mamduh
Ciamik! RSIA Annisa Bagikan Dividen Rp1,74 Miliar, Siap Ngegas di Tahun 2026
PT Kartini Bangun Bangsa yang mengelola RSIA Annisa mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas laporan keuangan, rencana pembagian dividen, serta strategi ekspansi perusahaan.
RUPS yang berlangsung bertepatan dengan periode Pasar Sekunder LBS Urun Dana yang berlangsung 2-13 Maret 2026. Hal ini juga menjadi momentum bagi investor untuk melihat pemaparan kinerja emiten sekaligus melakukan transaksi jual beli saham melalui platform securities crowdfunding LBS Urun Dana.
Kinerja Keuangan RSIA Annisa
CEO PT Kartini Bangun Bangsa, Salman Al Farisi, menjelaskan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan selama Tahun Buku 2025.
“Sepanjang tahun 2025, PT Kartini Bangun Bangsa mencatatkan total pendapatan operasional sebesar Rp36,45 miliar. Ini menunjukkan adanya kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Salman pada Jumat (6/3/2026).
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai layanan kesehatan yang dijalankan perusahaan, seperti layanan rawat inap, poli spesialis, klinik, apotek, laboratorium, hingga layanan BPJS dan kerja sama dengan perusahaan asuransi.
Menurut Salman, meningkatnya jumlah pasien dan optimalisasi fasilitas baru menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan pada tahun tersebut.
Baca juga: Ajib! Pahami LEDX, Fitur Jagoan Investor Tangkap Peluang Saham di Pasar Sekunder
Dari sisi profitabilitas, perusahaan juga mencatatkan hasil yang cukup positif. Setelah memperhitungkan berbagai biaya operasional dan beban usaha, perusahaan berhasil membukukan laba bersih yang meningkat.
“Dari total pendapatan tersebut, setelah memperhitungkan biaya operasional, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,22 miliar pada tahun 2025,” jelas Salman.
Salman menambahkan bahwa capaian tersebut menunjukkan kondisi operasional perusahaan yang cukup efisien serta prospek bisnis layanan kesehatan yang masih memiliki permintaan kuat di masyarakat.
Selain itu, secara struktur keuangan perusahaan juga berada dalam kondisi yang cukup sehat untuk melanjutkan ekspansi usaha di masa depan.
“Dengan struktur keuangan yang ada saat ini, kami yakin perusahaan memiliki kapasitas untuk terus melakukan ekspansi bisnis,” ujarnya.
Pembagian Dividen 2025
Dalam RUPS tersebut, manajemen juga menyampaikan rencana pembagian dividen kepada para pemegang saham. Salman menjelaskan bahwa perusahaan menetapkan dividend payout ratio sebesar 60 persen dari laba bersih, sementara sisanya akan digunakan sebagai modal untuk pengembangan bisnis.
“Dividend payout ratio yang direncanakan adalah 60 persen dari laba bersih, sementara 40 persen akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan untuk ekspansi di tahun 2026,” kata Salman.
Dengan skema tersebut, total dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham di LBS Urun Dana mencapai sekitar Rp1,74 miliar, atau sekitar Rp14.686 per lembar saham. Pembagian dividen tersebut rencananya akan dilakukan pada April 2026, setelah proses administrasi dengan pihak Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selesai.
Rencana Ekspansi Fasilitas dan Layanan
Selain membahas kinerja dan pembagian dividen, emiten saham ini juga memaparkan rencana ekspansi bisnis pada tahun 2026. Salah satu fokus utama perusahaan adalah pembangunan gedung baru untuk meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit. Tahun 2026, perusahaan berencana membangun gedung baru untuk menambah fasilitas layanan, termasuk unit radiologi dan fasilitas penunjang lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit serta memenuhi berbagai standar layanan kesehatan yang terus berkembang. Selain pembangunan fasilitas baru, perusahaan juga tengah menjajaki peluang ekspansi melalui akuisisi klinik.
“Perusahaan juga sedang dalam proses penjajakan untuk mengakuisisi sebuah klinik sebagai bagian dari strategi ekspansi jaringan layanan kesehatan,” tutur Salman.
Dengan berbagai rencana ekspansi tersebut, manajemen optimistis PT Kartini Bangun Bangsa dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan. Secara jangka panjang perusahaan memiliki visi untuk memperkuat posisi bisnisnya di industri layanan kesehatan nasional.
“Harapannya perusahaan dapat terus berkembang hingga suatu saat siap melangkah ke Bursa Efek Indonesia,” tutupnya.
Perkembangan PT Kartini Bangun Bangsa yang mengelola RSIA Annisa menunjukkan kinerja bisnis yang terus bertumbuh, mulai dari peningkatan pendapatan, pembagian dividen kepada investor, hingga rencana ekspansi fasilitas layanan kesehatan.
Baca juga: Gaspol! Bedah Istilah dan Parameter di Pasar Sekunder, Investasi Cerdas Dimulai!
Hal ini menjadi bukti bahwa skema securities crowdfunding dapat menjadi alternatif investasi saham sekaligus membuka akses pendanaan bagi bisnis riil yang produktif. Melalui platform LBS Urun Dana, investor dapat berpartisipasi dalam investasi saham pada berbagai peluang usaha, sementara pengusaha dapat memperoleh akses pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya secara lebih luas.
Peluang Beli Saham RSIA Annisa Masih Tersedia!
Kesempatan membeli saham RSIA Annisa masih terbuka di Pasar Sekunder LBS Urun Dana hingga 13 Maret 2026. Login atau daftar akun LBS Urun Dana Anda untuk membeli saham RSIA Annisa maupun emiten lainnya.
Investasi saham di LBS Urun Dana menggunakan skema securities crowdfunding, sehingga investor dapat berpartisipasi dalam bisnis riil melalui platform digital yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






