berita
3 Juni 2026
Naufal Mamduh
Ganas! Inflasi Mei 2026 Melonjak 3,08%, Beras dan Emas Jadi Biang Kerok
Inflasi Indonesia pada Mei 2026 ternyata lebih panas dari yang diperkirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi 2026 ini tembus 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy), jauh di atas proyeksi konsensus Bloomberg Technoz yang hanya mematok 2,94%. Dibanding April yang sebesar 2,42%, lonjakan ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga di Indonesia belum selesai.
Secara bulanan pun trennya berbicara sendiri. Inflasi month-to-month (mtm) Mei tercatat 0,28%, naik dari April yang hanya 0,13%. Artinya bukan sekadar bertahan tinggi, tekanan harganya memang sedang bergerak semakin cepat. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,4 di Mei 2026, melampaui ekspektasi pasar sekaligus menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Dari Dapur Sampai Perhiasan, Semuanya Naik
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai pendorong utama inflasi Indonesia bulan ini. Kelompok tersebut mencatat inflasi 4,94% dan menyumbang andil 1,43 poin persentase dari total inflasi.
"Komoditas dengan andil inflasi terbesar ialah ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah," jelas Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 29 Mei 2026 memperlihatkan kondisi lapangan secara lebih nyata:
- Beras medium: Rp13.456/kg, turun tipis 0,19% dari minggu sebelumnya, masih dalam rentang HET
- Daging ayam ras: Rp38.385/kg, masih di bawah HAP
- Telur ayam ras: Rp29.469/kg, masih di bawah HAP
- Bawang merah: Rp47.185/kg, sudah melampaui HAP tertinggi Rp41.500/kg
- Cabai merah keriting: Rp60.638/kg, di atas HAP maksimal Rp55.000/kg
Beras dan ayam masih terkendali. Tapi bawang dan cabai sudah melampaui batas acuan, dua bumbu yang hampir tidak bisa absen dari dapur manapun di Indonesia.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi: 10,35% dengan andil 0,7 poin persentase, terutama didorong lonjakan harga emas dan perhiasan seiring makin banyaknya orang yang mencari perlindungan aset di tengah ketidakpastian global.
Baca juga: Syok! Inflasi Februari 4,76 Persen, Subsidi Listrik Dihapus Jadi Penyebabnya?
Tekanan Datang dari Luar
Inflasi Indonesia kali ini tidak bisa dibaca tanpa melihat gambaran globalnya. FAO mencatat indeks harga pangan dunia pada April 2026 berada di level 130,7, naik tiga bulan berturut-turut dan menjadi tertinggi sejak Februari 2023.
Kepala Ekonom FAO Maximo Torero menyebut krisis Selat Hormuz sebagai variabel penting. "Harga minyak nabati mengalami kenaikan lebih tinggi, mengikuti kenaikan harga minyak mentah," ujarnya, dan efeknya langsung terasa pada harga minyak goreng dalam negeri.
Yang paling mengejutkan datang dari beras. Bloomberg News melaporkan harga beras di Asia pada Mei 2026 mencatat kenaikan bulanan tertinggi dalam hampir dua dekade. Beras putih Thailand meroket 20% dalam satu bulan, tertinggi sejak 2008.
Pangkal masalahnya ada di pupuk: sejak Selat Hormuz ditutup, harga pupuk nitrogen melonjak 40 hingga 50% menurut International Rice Research Institute. Beban itu bergerak ke harga jual, lalu berakhir di meja makan.
Ketika Inflasi Naik, Uang yang Diam Perlahan Kalah
Ini soal matematika sederhana: ketika inflasi Indonesia bergerak di atas 3%, tabungan biasa yang bunganya jauh di bawah angka itu nilainya menyusut secara riil setiap tahunnya. Nominalnya tetap, daya belinya tidak. Bagi sebagian orang, momen seperti ini justru jadi titik untuk mengevaluasi ulang ke mana uang mereka bekerja.
LBS Urun Dana hadir sebagai platform securities crowdfunding berizin OJK. Bukan sekadar menitipkan uang di instrumen yang tidak jelas kemana mengalirnya, tapi benar-benar ikut memiliki bagian dari bisnis yang beroperasi nyata di Indonesia, dalam bentuk saham atau sukuk.
Yang membedakan LBS Urun Dana:
- Lebih dari Rp317,5 miliar telah disalurkan ke bisnis pengusaha Indonesia
- Lebih dari 16.500 investor aktif sudah bergabung
- Seluruh produk diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah sekaligus Founder LBS Urun Dana
- Minimum investasi mulai Rp1.000.000
- Insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman
Kalau Anda sudah sampai di sini, berarti Anda tipe yang tidak asal ikut panik. Dan orang seperti itu biasanya juga tidak asal pilih tempat investasi.
Baca juga: Merapat! Ini 8 Tips Jitu Investasi Sukuk dan Saham di LBS Urun Dana, Cocok untuk Pemula!
Kalau ada yang ingin didiskusikan sebelum memutuskan, tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu — Chat via WhatsApp
- Faris — Chat via WhatsApp
- Dwian — Chat via WhatsApp
Atau kalau sudah yakin, langsung saja. Daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






