investasi
3 Juni 2026
Naufal Mamduh
Bongkar Saham Harvies Coffee Jelang Pasar Sekunder Juni 2026, Cuan atau Boncos?
Kalau Anda sudah mulai serius mendalami dunia trading saham, nama Harvies Coffee di platform LBS Urun Dana layak masuk radar Anda sekarang juga.
PT Sinar Kopi Nusantara, perusahaan di balik brand Harvies Coffee, kembali hadir di Pasar Sekunder LBS Urun Dana Juni ini. Bukan sekadar hadir, tapi dengan kinerja keuangan yang tumbuh dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Sebelum masuk ke angka-angkanya, ada satu hal penting yang perlu Anda catat dulu.
Pasar Sekunder Hanya Dibuka 4 Kali Setahun
Berbeda dari trading saham di bursa konvensional yang bisa dilakukan setiap hari, Pasar Sekunder LBS Urun Dana hanya dibuka empat kali dalam setahun. Periode terdekat berlangsung pada 8 sampai 22 Juni 2026, sekitar 10 hari kerja saja.
Artinya, kalau Anda ingin membeli atau menjual saham di platform securities crowdfunding ini, momen ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Tidak ada "nanti saja" di sini.
Kinerja Keuangan Harvies Coffee 2025
Ini bagian yang selalu jadi pertanyaan utama sebelum memutuskan membeli saham manapun: bagaimana kondisi bisnisnya?
Tahun 2025, Harvies Coffee mencatatkan total penjualan sekitar Rp7,9 miliar. Setelah dipotong biaya produksi sebesar Rp3,2 miliar, gross profit yang dihasilkan mencapai Rp4,7 miliar. Margin yang solid untuk bisnis F&B.
Laba operasional tercatat Rp1,9 miliar, sementara laba bersih mencapai Rp1,7 miliar. Dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp884 juta, laba bersih hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Tidak banyak bisnis kopi yang bisa menunjukkan angka seperti ini secara konsisten.
Baca juga: Pecah! Pasar Sekunder Maret 2026 Panas, Saham Naik Turun dan Dividen Mengucur!
Dividen Harvies Coffee Terus Naik Tiap Tahun
Selain potensi kenaikan harga saham, Harvies Coffee juga rutin membagikan dividen kepada investor. Dan trennya terus naik dari tahun ke tahun.
Dividen per lembar saham pada 2023 tercatat Rp64. Naik menjadi Rp133 di 2024. Lalu pada 2025, angkanya melompat jauh ke Rp357,75 per lembar dengan dividend payout ratio 90%.
Total dividen yang dibagikan ke seluruh investor pada 2025 mencapai Rp227 juta lebih. Ini bukan angka proyeksi, ini sudah terjadi dan sudah dibayarkan.
Bagi Anda yang baru belajar investasi untuk pemula, ini contoh nyata bagaimana saham bisa memberikan dua jenis keuntungan sekaligus: dari kenaikan harga (capital gain) dan dari dividen.
Harga Saham: Dari Rp2.500 ke Rp9.675
Satu angka yang langsung menarik perhatian ketika membahas trading saham Harvies Coffee adalah pergerakan harganya.
Harga IPO berada di Rp2.500 per lembar. Di pasar sekunder Maret 2026, harga tercatat Rp9.675, naik 287% dari harga awal.
Tentu harga masa lalu bukan jaminan masa depan. Tapi angka ini menggambarkan bagaimana pasar merespons pertumbuhan bisnis yang konsisten dan fundamental yang kuat.
Harvies Coffee: Brand Lokal dengan Rekam Jejak Panjang
Berdiri sejak 2014 di Banda Aceh, Harvies Coffee bukan brand yang lahir dari tren sesaat. Satu dekade lebih membangun loyalitas pelanggan di pasar lokal adalah pondasi yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Dalam ekosistem securities crowdfunding Indonesia, emiten dengan rekam jejak bisnis yang jelas dan pasar yang sudah terbentuk cenderung lebih stabil dibandingkan bisnis baru yang masih mencari model.
Ini salah satu alasan mengapa Harvies Coffee menjadi salah satu nama yang sering dicari investor LBS Urun Dana.
Di platform LBS Urun Dana sendiri, investor memiliki beberapa pilihan instrumen. Selain saham seperti Harvies Coffee, tersedia juga instrumen Sukuk bagi yang ingin diversifikasi portofolio dengan pendekatan berbasis syariah. Keduanya bisa menjadi bagian dari strategi investasi yang saling melengkapi.
Kenalan dengan LEDX Sebelum Trading Saham
Di periode ini, LBS Urun Dana juga menghadirkan LEDX atau LBS Equity Crowdfunding Index, sebuah indeks yang dirancang untuk membantu investor memantau pergerakan saham di platform secara lebih terstruktur.
Dengan LEDX, Anda bisa melihat data pergerakan harga, volume transaksi, dan berbagai indikator lain yang mendukung analisis sebelum mengambil keputusan. Keputusan investasi berbasis data selalu lebih baik daripada sekadar ikut-ikutan.
Baca juga: Gaspol! Bedah Istilah dan Parameter di Pasar Sekunder, Investasi Cerdas Dimulai!
Tertarik? Hubungi Tim LBS Sekarang
Pasar dibuka 8 Juni 2026. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri, membaca prospektus, dan memahami profil risiko Anda sendiri. Daftar atau login sekarang di lbs.id agar Anda dapat notifikasi langsung begitu pasar dibuka.
Kalau masih punya pertanyaan soal saham, mekanisme pasar sekunder, atau securities crowdfunding secara umum, tim LBS siap diajak ngobrol langsung:
- Wisnu — Chat via WhatsApp
- Faris — Chat via WhatsApp
- Dwian — Chat via WhatsApp
Investasi terbaik selalu dimulai dari pemahaman yang baik, bukan dari terburu-buru.
FAQ
Apa itu Pasar Sekunder LBS Urun Dana?
Pasar Sekunder LBS Urun Dana adalah fasilitas jual beli saham yang sebelumnya telah diterbitkan melalui platform LBS Urun Dana. Berbeda dengan pasar perdana yang mempertemukan investor langsung dengan perusahaan penerbit, transaksi di pasar sekunder berlangsung antar sesama investor dalam periode perdagangan yang telah ditetapkan.
Kapan Pasar Sekunder LBS Urun Dana dibuka?
Pasar Sekunder dibuka empat kali dalam setahun. Periode terdekat berlangsung pada 8–22 Juni 2026 selama 10 hari kerja. Karena waktu transaksinya terbatas, sebagian besar investor sudah menyiapkan strategi dan melakukan analisis sebelum periode perdagangan dimulai.
Apa fungsi LEDX bagi investor?
LEDX atau LBS Equity Crowdfunding Index adalah indeks yang dirancang khusus untuk membantu investor memantau performa saham yang tercatat di platform LBS Urun Dana. Melalui LEDX, investor dapat mengakses data pergerakan pasar dan berbagai indikator pendukung analisis, sehingga keputusan investasi dapat diambil berdasarkan data yang terukur, bukan sekadar perkiraan.
Disclaimer: Investasi melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk risiko penurunan nilai saham dan risiko likuiditas. Investasikan dana sesuai profil risiko Anda dan pelajari prospektus secara lengkap sebelum mengambil keputusan investasi. LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh OJK

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






