investasi
9 September 2026
Naufal Mamduh
Kupas Tuntas Saham Harvies Coffee: Kenali Bisnis, Kinerja & Pergerakan Sahamnya
Pasar Sekunder LBS Urun Dana sedang berlangsung hingga 18 September 2026. Selama 10 hari kerja itu, saham emiten yang sudah tercatat di LEDX bisa diperjualbelikan antar-investor.
Salah satu nama yang menarik adalah PT Sinar Kopi Nusantara, emiten di balik jaringan kedai kopi Harvies Coffee asal Aceh. Sejak dilepas ke publik pada 2023, harga sahamnya sudah bergerak berkali lipat dari harga penawaran awal. Berikut kondisi bisnis di balik pergerakan tersebut.
Lebih Dekat dengan Harvies Coffee
Harvies Coffee dimulai oleh Tommy Harvie pada 2012 yang berjualan kopi Arabika Gayo lewat Forum Jual Beli Kaskus dengan modal Rp42 juta. Gerai fisik pertama baru dibuka 2 tahun kemudian di Banda Aceh di bawah bendera PT Sinar Kopi Nusantara, dengan konsep bebas rokok dan tanpa musik yang dikemas lewat kampanye "Positive Vibes Coffee Shop".
Tantangan terbesarnya justru selera pasar. Warga Banda Aceh saat itu terbiasa dengan kopi Robusta saring, sementara Arabika Gayo belum akrab di lidah. Jawabannya adalah Kopi Kampung, racikan Arabika Gayo dengan gula aren Gayo Lues yang rasanya lebih familiar dan harganya terjangkau.
Babak berikutnya dimulai pada 2023, ketika Harvies masuk program AKSES dan membuka penawaran saham perdana di LBS Urun Dana senilai Rp601.362.500. Right issue menyusul pada 2025 dengan nilai Rp3.009.621.000 dan ludes hanya dalam 3 hari
Baca juga: Keren! Kiprah Harvies Coffee dari Kaskus hingga Punya 5 Cabang dan Omzet Rp7,9 Miliar
Kinerja Keuangan Harvies
Perkembangan bisnis Harvies paling jelas terbaca dari perbandingan capaian tahun lalu dengan realisasi tahun berjalan.
Januari sampai Desember 2025
- Pendapatan: Rp7.911.782.582
- Laba bersih: Rp1.722.982.182
Januari sampai Maret 2026 (kuartal I)
- Pendapatan: Rp2.212.840.559
- Laba bersih: Rp408.384.522
Januari sampai Juni 2026 (semester I)
- Pendapatan: Rp6.323.436.724
- Laba bersih: Rp1.688.399.494
- Margin bersih: 26,7%
Kinerja Harvies menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang semester I 2026. Pendapatan naik dari Rp2,21 miliar pada kuartal I menjadi Rp6,32 miliar pada semester I, sementara laba bersih meningkat dari Rp408,38 juta menjadi Rp1,69 miliar. Capaian laba tersebut juga sudah mendekati laba bersih sepanjang 2025 yang sebesar Rp1,72 miliar.
Dividend Payout Ratio hingga 90%
Dari laba tahun buku 2025 tersebut, jumlah yang dapat dibagikan setelah penyesuaian pajak tercatat Rp1.722.000.000. Manajemen kemudian memutuskan menaikkan dividend payout ratio menjadi 90%. Alasannya, kas perusahaan dinilai masih cukup untuk membiayai ekspansi pada 2026 tanpa harus menahan porsi laba yang besar.
Dengan kebijakan itu, dividen yang dibagikan mencapai Rp357,75 per lembar saham. Investor yang masuk lewat platform LBS Urun Dana, yang menguasai sekitar 14,6% saham perusahaan, menerima total sekitar Rp227.000.000.
Payout sebesar 90% termasuk tinggi untuk perusahaan yang masih dalam fase ekspansi. Keputusan ini menunjukkan manajemen memilih mengembalikan hampir seluruh laba ke pemegang saham, bukan menahannya di kas.
Pergerakan Harga Saham Harvies
Saham Harvies ditawarkan ke publik dengan harga Rp2.500 per lembar. Setelah itu, saham ini mencatat penguatan signifikan di Pasar Sekunder.
Maret 2026: Saham Harvies berada di level Rp9.675 per lembar, atau 287% di atas harga penawaran awal.
7 September 2026: Pada hari pertama perdagangan periode September, saham ditutup di Rp11.500, setelah sempat menyentuh Rp11.975 pada pagi hari. Level penutupan tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 360% dari harga awal.
Perlu diketahui bahwa pergerakan saham di Pasar Sekunder tetap bergantung pada mekanisme permintaan dan penawaran. Kinerja sebelumnya juga tidak menjamin pergerakan yang sama akan berlanjut.
Peluang di Pasar Sekunder September 2026
Saham Harvies masih tersedia di Pasar Sekunder LBS Urun Dana. Investor baru maupun pemegang saham Harvies dapat memanfaatkan periode perdagangan ini untuk menambah atau menyesuaikan portofolionya.
Sebelum chip in, investor dapat menelusuri data pergerakan harga, volume transaksi, serta riwayat emiten melalui LEDX. Untuk dapat bertransaksi, investor perlu menyelesaikan proses KYC, memiliki Single Investor Identification (SID), dan memastikan Sub Rekening Efek dalam kondisi aktif.
Baca juga: Kenalan dengan Saham RSIA Annisa: Bisnis, Fundamental & Potensi Investasinya
Siap bertransaksi saham Harvies? Masuk ke akun LBS Urun Dana untuk bertransaksi, atau daftar dulu di sini bila belum punya akun. Mau tanya-tanya dulu? Tim kami siap membantu lewat WhatsApp:
- Wisnu:Chat WhatsApp
- Dwian:Chat WhatsApp

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






