pendanaan

calendar_today

20 Agustus 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Keren! Kiprah Harvies Coffee dari Kaskus hingga Punya 5 Cabang dan Omzet Rp7,9 Miliar

Sebelum terkenal seperti sekarang, Harvies Coffee dulunya hanya berjualan biji kopi di Forum Jual Beli Kaskus. Modal awalnya Rp42 juta. Tidak ada kedai, tidak ada barista. Cuma Tommy Harvie (Founder dan CEO) dan keyakinannya bahwa kopi Arabica Gayo layak dikenal lebih luas. Sekarang Harvies punya lima cabang aktif di Aceh, omzet Rp7,9 miliar di 2025, dan saham-nya pernah naik 327% dalam satu hari di pasar sekunder. Ini ceritanya.

Dari FJB Kaskus ke Coffee Shop Lima Cabang

Perjalanan Harvies Coffee membuktikan bahwa bisnis bisa tumbuh bertahap dari skala kecil hingga terus berekspansi. Berikut tonggak penting perjalanan Harvies dari awal berdiri hingga kini.

2012 — Mulai dari FJB Kaskus

Tommy Harvie jual kopi Arabika Gayo online lewat Forum Jual Beli Kaskus. Modal Rp42 juta. Tidak ada toko fisik, tidak ada investor. Tapi dari sini kepercayaan pasar mulai terbentuk.

2014 — Buka Gerai Pertama di Banda Aceh

PT Sinar Kopi Nusantara berdiri. Gerai pertama Harvies Coffee dibuka di Banda Aceh. Konsepnya langsung beda dari kedai kopi lain: bebas rokok, tanpa musik, usung kampanye "Positive Vibes Coffee Shop." Bukan sekadar tempat ngopi, tapi ruang yang produktif dan penuh energi positif.

Baca juga: Penuh Inspirasi! Perjalanan RSIA Annisa dari Praktik Bidan hingga Beromzet Rp36 Miliar

Tantangan awalnya tidak kecil. Mayoritas masyarakat Banda Aceh waktu itu terbiasa minum kopi Robusta saring. Kopi Arabika Gayo belum familiar. Harvies menjawab tantangan ini dengan Kopi Kampung, racikan kopi Arabika Gayo dengan gula aren Gayo Lues yang rasanya familiar dan harganya terjangkau.

2023 — Dapat Pendanaan Syariah Lewat LBS Urun Dana

Harvies terpilih masuk program AKSES, kolaborasi Kemenparekraf, KNEKS, dan LBS Urun Dana. Penawaran saham perdana dibuka Juni 2023. Hasilnya: Rp601.362.500 terkumpul. Dana langsung dipakai untuk buka gerai baru dan tambah kapasitas produksi. Ini pertama kalinya Harvies dapat modal usaha tanpa riba dalam skala yang cukup besar untuk ekspansi serius.

2025 — Right Issue Ludes 3 Hari, Saham Naik 327%

Harvies buka right issue senilai Rp3.009.621.000. Ludes dalam 3 hari, 7 jam, 56 menit. Di pasar sekunder, saham yang dibuka Rp2.500 per lembar naik ke Rp10.675 dalam satu hari perdagangan. Kenaikan 327% dengan total transaksi Rp147,9 juta. Antusiasme investor mencerminkan kepercayaan terhadap prospek bisnis Harvies yang sudah terbukti.

2026 — Lima Cabang, Ekspansi Jalan Terus

Gerai aktif sekarang ada di Banda Aceh (2 gerai), Lhokseumawe, Meulaboh, dan Blangpidie. Setiap cabang bukan hanya ekspansi bisnis, tapi juga lapangan kerja baru bagi anak muda lokal.

Bukan Sekadar Kopi, Ada Nilai Syar’i di Baliknya

Harvies dari awal bangun bisnis ini tanpa riba. Pilihan modal usaha tanpa riba bukan sekadar preferensi, tapi bagian dari cara mereka menjalankan usaha dari hari pertama.

Mereka juga bermitra langsung dengan petani kopi organik di Desa Jaluk. Proses panen sampai pasca panen dikontrol ketat supaya rasa tetap konsisten di semua gerai. Filosofinya sederhana: kopi harus bisa dinikmati siapa saja, kapan saja, dengan harga yang adil.

Setiap gerai bebas rokok dan tidak putar musik. Bagi Harvies, suasana kedai harus selaras dengan nilai yang mereka pegang. Bisnis bukan cuma soal untung, tapi juga soal keberkahan di setiap transaksi.

Kinerja Keuangan Harvies Coffee

Di balik ekspansi Harvies, kinerja keuangannya juga menunjukkan pertumbuhan yang nyata.

Tahun buku 2025:

  • Pendapatan: Rp7.911.782.582
  • Laba bersih: Rp1.722.982.182


Kuartal I 2026:

  • Januari: Rp752.528.787
  • Februari: Rp666.381.175
  • Maret: Rp793.930.597
  • Total Q1 2026: Rp2.212.840.559


Kalau tren Q1 2026 berlanjut, Harvies berpotensi melampaui angka 2025 di akhir tahun. Harvies juga sudah dua kali bagi dividen ke investor sejak listing pertama. Bukan sekadar proyeksi di prospektus, sudah cair ke rekening investor.

Pendanaan Syariah Harvies Coffee

Total dana yang terkumpul dari securities crowdfunding di LBS Urun Dana:

  • Saham perdana 2023: Rp601.362.500
  • Right issue 2025: Rp3.009.621.000
  • Total Pendanaan: lebih dari Rp3,6 miliar


Semua tanpa bunga, tanpa riba. Modal usaha tanpa riba yang masuk di waktu yang tepat, dan hasilnya bisa dilihat langsung di angka pertumbuhan mereka. Ini yang dimaksud pendanaan syariah yang bekerja: dana masuk, bisnis tumbuh, investor untung, tidak ada pihak yang dirugikan oleh riba.

Bisnis Anda Sudah Stabil, Siap Ekspansi Lebih Jauh? 

Bisnis sudah solid, omzet konsisten, dan pasar sudah terbentuk. Kini saatnya melihat peluang untuk memperluas skala usaha. Harvies Coffee membuktikan bahwa pendanaan syariah dapat digunakan untuk membuka gerai baru, menambah kapasitas, dan memperluas jangkauan bisnis.

Baca juga: Apa Itu Pendanaan Syariah Bisnis yang Amanah dan Transparan?

Jika omzet Anda sudah konsisten di atas Rp500 juta per bulan dan membutuhkan pendanaan Rp5–10 miliar untuk ekspansi, LBS Urun Dana bisa menjadi pilihan. LBS Urun Dana berizin OJK. Setiap emiten melalui kurasi dari sisi administrasi, bisnis, dan kepatuhan syariah sebelum listing. Sudah siap membawa bisnis ke skala yang lebih besar? Tim LBS siap berdiskusi:


Atau ajukan sekarang melalui LBS Urun Dana.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID