investasi
19 Mei 2026
Naufal Mamduh
Sedap! 5 Tips Investasi Saham untuk Ibu Rumah Tangga, Yuk Cuan dari Rumah!
Setiap akhir bulan, Anda tahu persis berapa yang masuk, berapa yang keluar, dan berapa yang tersisa. Anda hafal harga bahan pokok naik berapa, tahu kapan harus tahan pengeluaran, dan sudah terbiasa berpikir untuk kebutuhan keluarga 3 bulan ke depan.
Tanpa sadar, Anda sudah punya fondasi yang banyak investor berpengalaman baru belajar: disiplin dan berpikir jangka panjang. Yang kurang tinggal satu: tahu cara memulai investasi saham dengan benar.
1. Jangan Pakai Uang Panas
Modal investasi saham bukan dari uang belanja atau uang sekolah anak. Sebelum beli saham pertama, tanya dulu ke diri sendiri: "Kalau uang ini hilang besok, apakah dapur masih tetap ngebul?" Kalau jawabannya tidak, berarti itu bukan uang yang tepat untuk diinvestasikan. Gunakan hanya uang dingin, yaitu uang yang memang sudah bebas tugas dari kebutuhan harian keluarga.
2. Atur Pengeluaran Dulu, Baru Mulai Investasi
Investasi untuk pemula dimulai bukan dari aplikasi saham, tapi dari catatan pengeluaran. Ibu yang sudah terbiasa menghitung pengeluaran bulanan sampai ke receh sekalipun sebenarnya punya skill yang paling dibutuhkan investor. Sebelum mulai investasi saham, pastikan dana darurat sudah tersedia. Karena kalau kepepet butuh uang, saham yang seharusnya disimpan jangka panjang malah terpaksa dijual rugi di waktu yang salah.
3. Tentukan Tujuan Investasi Saham dengan Matang
Investasi saham terasa lebih ringan kalau ada "wajah" di balik tujuannya. Bukan sekadar "ingin punya uang banyak", tapi konkret: dana masuk SMP si Kakak 7 tahun lagi, atau pensiun nyaman di usia 55. Tujuan yang jelas inilah yang jadi pegangan saat harga saham tiba-tiba turun dan godaan untuk jual mulai berbisik.
Baca juga: Ini Alasan Investor LBS Urun Dana Pilih Saham Mang Ujang
4. Beli Saham Sedikit-Sedikit tapi Rutin (DCA)
Investasi saham untuk pemula tidak harus nunggu punya uang banyak dulu. Mulai dari Rp1 juta per bulan, dibeli rutin setiap bulan tanpa peduli harga saham sedang naik atau turun. Namanya metode DCA, dan cara ini justru paling cocok buat Anda yang sudah terbiasa atur pos pengeluaran setiap bulan. Tidak perlu timing pasar yang sempurna. Cukup konsisten.
5. Pilih Saham Bebas Riba, Gharar, dan Kezaliman
Investasi saham yang tenang bukan cuma soal portofolio hijau, tapi juga hati yang tentram. Sebelum beli saham perusahaan apapun, cek dulu: apakah produk atau jasanya halal? Apakah perusahaannya tidak terjerat utang berbasis riba? Karena sebagai ibu, Anda tidak hanya memikirkan berapa return-nya, tapi juga dari mana datangnya. Rezeki yang berkah jauh lebih berharga dari sekadar cuan yang besar.
Sudah Siap Mulai? Ada Saham yang Layak Dicermati
Lima tips di atas bisa Anda mulai hari ini. Dan kalau Anda sedang mencari saham perdana yang bisa jadi langkah pertama yang konkret, saham Mang Ujang di LBS Urun Dana layak masuk radar.
Bukan karena namanya unik. Tapi karena angkanya bicara sendiri:
a. Omzet 2023: Rp9,6 miliar
b. Omzet 2025: Rp12,1 miliar
c. Pertumbuhan laba bersih: 63% dalam dua tahun
Detail sahamnya:
a. Harga per lembar: Rp179
b. Pembelian minimal: Rp1.000.073
c. Proyeksi dividen payout ratio: 90%
d. Indikasi dividen yield 2026: 5,74%
e. Porsi saham tersisa: 26%
Dana yang masuk akan digunakan untuk ekspansi cabang Cipete dan Cempaka Putih. Setelah satu tahun, saham juga bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.
Baca juga: Ustadz Erwandi Tarmizi Ungkap Kehalalan Saham Mang Ujang
Investor lain sudah bergerak. Porsi yang tersisa tinggal sedikit. Langsung daftar atau masuk di lbs.id sekarang sebelum kehabisan. Ingin berdiskusi dulu sebelum memutuskan? Tim kami siap membantu:
a. Wisnu: WhatsApp
b. Faris: WhatsApp
c. Dwian: WhatsApp
Disclaimer: Investasi saham melalui platform securities crowdfunding mengandung risiko, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal. Artikel ini bukan rekomendasi investasi. Baca prospektus sebelum berinvestasi. LBS Urun Dana adalah platform resmi berizin dan diawasi OJK.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






