investasi
18 Mei 2026
Naufal Mamduh
Gaskeun! 68% Sudah Terpenuhi, Ini Alasan Investor Pilih Saham Mang Ujang
Lebih dari 68% target penawaran saham Sambal Bakar Mang Ujang di LBS Urun Dana sudah terpenuhi. Artinya, porsi yang tersisa tinggal sedikit. Jika Anda masih menimbang-nimbang, mungkin sudah saatnya mendengar langsung dari mereka yang sudah lebih dulu mengambil keputusan sebelum benar-benar habis.
Investasi Saham di Bisnis yang Sudah Terbukti Berjalan
Pak Herbayu Aji tidak butuh waktu lama untuk memutuskan. Alasannya sederhana: usaha Mang Ujang sudah berjalan, sudah punya pelanggan, dan pertumbuhannya terlihat nyata. Baginya, itu sudah lebih dari cukup jadi sinyal untuk masuk.
Harapannya ke depan pun realistis. Selama rasa konsisten, kebersihan terjaga, dan pelayanan kepada pelanggan tetap diutamakan seiring bertambahnya cabang, ia yakin nilainya akan terus naik. Bukan harapan kosong, melainkan kalkulasi yang masuk akal.
Baca juga: Valid! Ini Alasan Investor Memilih Saham Mang Ujang di LBS Urun Dana
Peluang Securities Crowdfunding yang Sesuai Syariat
Pak Denis masuk dari sudut pandang yang berbeda. Sebelum bicara soal bisnis, ia bicara soal prinsip:
"Tujuan saya berinvestasi adalah mengolah harta saya sesuai syariat agar tetap bermanfaat dan berkah. Insya Allah di LBS Urun Dana ini prinsip syariatnya tetap terjaga dan selalu dijauhkan dari riba."
Soal kenapa memilih Mang Ujang, ia punya argumen yang sederhana tapi kuat. Orang Indonesia pada dasarnya suka sambal dan hampir selalu ada momen kumpul makan bersama, baik di rumah maupun di luar. Pasar yang tidak musiman, tidak tergantung tren, dan tidak akan pergi ke mana-mana.
Setelah mempelajari prospektusnya, rekam jejak BEP cabang-cabang Mang Ujang ternyata cukup cepat. Itu yang semakin meyakinkannya untuk masuk dengan orientasi jangka panjang.
"Harapan saya agar Sambal Bakar Mang Ujang bisa terus berkembang dan bertahan hingga generasi-generasi berikutnya."
Baca juga: No Debat! Ustadz Erwandi Tarmizi Ungkap Kehalalan Saham Mang Ujang
Bukan Sekadar Ikut-ikutan, Data Mang Ujang Bicara Sendiri
Dua cerita di atas punya benang merah yang sama: keduanya masuk karena bisnisnya sudah nyata, bukan sekadar proyeksi di atas kertas. Dan kalau masih butuh lebih dari sekadar cerita, angkanya pun tidak kalah meyakinkan.
Lewat securities crowdfunding, siapa pun bisa ikut menjadi bagian dari pertumbuhan ini dengan modal yang jauh lebih terjangkau dibandingkan membeli saham di bursa konvensional. Termasuk bagi Anda yang baru mulai belajar investasi saham, karena bisnisnya dekat dengan keseharian dan mudah dipahami.
1. Pasar Sambal Dunia Tumbuh, Mang Ujang Ada di Posisi yang Tepat
Menurut laporan Cognitive Market Research, nilai pasar sambal dunia diproyeksikan mencapai Rp61,87 triliun pada 2024 dengan pertumbuhan 4,60% per tahun hingga 2031. Persis seperti yang dilihat Pak Denis: pasarnya luas, tidak musiman, dan tidak akan kemana-mana.
2. Di Dalam Negeri, Pasarnya Makin Besar dan Mang Ujang Sudah Lebih Dulu Ada
Di dalam negeri, pasar kuliner sambal diperkirakan telah menembus Rp1,2 triliun pada 2025 dengan kota-kota besar sebagai pusat pertumbuhan, berdasarkan laporan terbaru Ken Research. Mang Ujang bukan pemain baru di pasar ini, dan itu yang membedakannya.
3. Omzet Mang Ujang Naik Terus, Hanya dari Dua Cabang
Inilah yang dilihat Pak Herbayu sebelum memutuskan masuk. Omzet naik dari Rp9,6 miliar pada 2023 menjadi Rp12,1 miliar pada 2025. Laba bersihnya tumbuh 63% dalam dua tahun, dan itu baru dari dua cabang. Prospektus lengkap dapat dilihat di sini.
Penawaran saham Mang Ujang ditujukan untuk ekspansi cabang Cipete dan Cempaka Putih, namun kepemilikan saham tetap mencakup seluruh bisnis perusahaan. Setelah satu tahun, saham juga bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.
68% Sudah Terpenuhi, Ini Detail Saham yang Masih Bisa Anda Ambil
Saham Mang Ujang masih listing dan masih buka di LBS Urun Dana. Tapi tidak untuk waktu yang lama. Berikut rinciannya:
- Total Penerbitan Saham: Rp5.464.146.482
- Harga per Lembar: Rp179
- Pembelian Minimal: Rp1.000.073
- Jumlah Saham Ditawarkan: 344.474.042 lembar
- Proyeksi Dividen Payout Ratio: 90%
- Indikasi Dividen Yield 2026: 5,74%
Baca juga: Bedah Saham Mang Ujang yang Siap Listing di LBS, Prospeknya Cerah?
Investor lain sudah bergerak. Porsi yang tersisa tinggal sedikit. Langsung daftar atau masuk di lbs.id sekarang sebelum kehabisan. Ingin berdiskusi dulu sebelum memutuskan? Tim kami siap membantu:
Disclaimer: Investasi saham dan sukuk melalui platform securities crowdfunding mengandung risiko, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal. Artikel ini bukan rekomendasi investasi. Baca prospektus sebelum berinvestasi. LBS Urun Dana adalah platform resmi berizin dan diawasi OJK

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






