investasi

calendar_today

24 Februari 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Sruput! Kisah Saham Harvies Coffee yang Bikin Investor Girang Berkat Lonjakan 548%

Pasar Sekunder LBS Urun Dana akan segera hadir, membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi di PT Sinar Kopi Nusantara atau brand Harvies Coffee. Berawal dari penjualan kopi secara online di komunitas, emiten asal Aceh ini berkembang menjadi jaringan coffee shop yang dikenal luas di Serambi Mekkah.

Melalui Pasar Sekunder, investor dapat memiliki saham Harvies Coffee dan ikut serta dalam perjalanan pertumbuhan bisnisnya. Skema securities crowdfunding ini memberikan akses investasi yang lebih terbuka, termasuk bagi investor yang ingin mulai memahami potensi investasi saham pemula di sektor riil.

Apa Itu Pasar Sekunder LBS Urun Dana? 

Pasar Sekunder LBS Urun Dana merupakan fitur yang memungkinkan investor melakukan transaksi jual beli saham dari emiten yang telah terdaftar di platform. Melalui skema securities crowdfunding, saham yang sebelumnya diterbitkan dapat diperdagangkan kembali antar investor dalam periode tertentu saat pasar sekunder dibuka.

Pasar Sekunder memberi akses bagi investor untuk masuk ke bisnis yang sudah berjalan dan memiliki rekam jejak operasional. Selain itu, investor dapat mengelola portofolio secara lebih fleksibel dengan memanfaatkan dinamika harga saham sesuai strategi investasi masing-masing.

Baca juga: Sedap! Profil Makacha Bakery, Emiten Kue Kemojo yang Sahamnya Melesat Hingga 140%

Pada tahun 2026, Pasar Sekunder LBS Urun Dana dijadwalkan berlangsung empat kali. Periode pertama akan dibuka pada 2–13 Maret 2026 selama 10 hari kerja. Dalam rentang waktu tersebut, investor dapat melakukan transaksi sesuai ketentuan yang berlaku di platform.

Profil Harvies Coffee 

Salah satu emiten saham yang siap berlaga di pasar sekunder pada Maret 2026 adalah Harvies Coffee, brand coffee shop asal Aceh yang mulai menarik perhatian investor. Berikut profil lengkap serta gambaran kinerja bisnis dan sahamnya.

Berawal Dari Jualan Kopi Gayo Secara Online

Harvies Coffee merupakan jaringan kedai kopi yang dikelola oleh PT Sinar Kopi Nusantara. Perusahaan ini didirikan oleh Tommy Harvie dan resmi beroperasi pada 2014.

Namun, perjalanan bisnisnya sebenarnya dimulai lebih awal. Pada 2012, sang pendiri terlebih dahulu memasarkan kopi Arabika Gayo secara online melalui forum komunitas. Dari langkah sederhana tersebut, Harvies kemudian membuka gerai pertamanya di Banda Aceh dan perlahan berkembang menjadi coffee shop lokal yang semakin dikenal.

Konsep yang diusung adalah Positive Vibes Coffee Shop. Artinya, Harvies tidak hanya menjual minuman kopi, tetapi juga menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman, hangat, dan ramah bagi komunitas. Pendekatan ini dinilai menarik bagi investor yang mencari keuntungan investasi saham dari bisnis dengan basis pelanggan loyal.

Kinerja Keuangan Harvies Coffee

Sejak berdiri, Harvies Coffee menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil. Usaha ini bermula dari modal sekitar Rp42 juta, lalu berkembang menjadi jaringan kedai kopi dengan beberapa cabang aktif. Model bisnis berbasis komunitas ini juga menjadi daya tarik tersendiri dalam ekosistem securities crowdfunding yang kini semakin populer di Indonesia.

Dari sisi kinerja keuangan, penjualan perusahaan tercatat naik dari sekitar Rp4,4 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp5,4 miliar per September 2025. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 23 persen, menandakan ekspansi bisnis yang berjalan positif dan membuka peluang investasi saham pemula untuk ikut berpartisipasi.

Baca juga: Kelas! Cerita RSIA Annisa, Dari Klinik Jadi Saham yang Melejit di Pasar Sekunder

Manajemen menegaskan bahwa Harvies bukan sekadar tempat ngopi. Kedai ini diposisikan sebagai ruang produktif bebas asap rokok yang ramah komunitas dan mendukung aktivitas kreatif pengunjung, sebuah positioning yang memperkuat fundamental bisnisnya.

Momentum positif semakin terlihat pada Oktober 2025, ketika Harvies Coffee membuka penawaran saham right issue senilai Rp3.009.621.000. Seluruh saham yang ditawarkan habis terjual hanya dalam waktu 3 hari, 7 jam, dan 56 menit.

Fakta ini menjadi sinyal kuat bahwa Harvies Coffee tidak hanya berkembang sebagai brand kopi lokal, tetapi juga mulai dilirik sebagai instrumen investasi saham yang diminati pasar, khususnya di ranah securities crowdfunding dan perdagangan di pasar sekunder.

Performa Saham Harvies di Pasar Sekunder 2025 

Supaya lebih jelas mari simak performa saham Harvies di Pasar Sekunder periode Desember 2025: 

a. Harga penawaran awal: Rp2.500 per lembar saham
b. Nilai saham akhir: Rp16.200 per lembar saham

c. Dividen Tunai Tahun Buku 2023:  Rp65 per lembar saham

d. Dividen Tunai Tahun Buku 2024: Rp133,03 per lembar saham.

 Artinya, terjadi peningkatan harga saham dari 548 persen di pasar sekunder dan telah melakukan pembagian dividen sebanyak 2 kali.

Investasi Cerdas Bersama LEDX 

Investor cerdas harus didukung oleh data yang lengkap dan transparan. Untuk mendukung hal tersebut, LBS Urun Dana menghadirkan LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index), sebuah indeks yang dirancang untuk menampilkan informasi kinerja dan pergerakan saham yang ada di Pasar Sekunder LBS Urun Dana. 

Contoh Indeks LEDX 

Di LEDX data perdagangan saham disajikan dalam bentuk indeks, grafik, dan parameter yang relevan. Informasi ini membantu pengguna memantau perkembangan saham dari waktu ke waktu, sehingga proses analisis dapat dilakukan berdasarkan data yang tersedia di platform.

LEDX tidak hanya menampilkan indeks secara keseluruhan, tetapi juga menyediakan tampilan khusus untuk masing-masing saham yang diperdagangkan di Pasar Sekunder. Dengan adanya grafik pergerakan dan indikator pendukung, pengguna dapat memahami dinamika harga serta aktivitas perdagangan secara lebih jelas.

Contoh Grafik Per Saham

Indeks ini menjadi bagian dari upaya LBS Urun Dana dalam menyediakan transparansi dan akses informasi, sehingga setiap aktivitas investasi saham di platform securities crowdfunding dapat dilakukan dengan dasar data yang terbuka dan terukur.

Baca juga: Join! Investasi Saham CilokKu, Bisnis Frozen Food yang Terus Melejit

Persiapkan Diri Sebelum Pasar Sekunder Dibuka! 

Ingat Pasar Sekunder LBS Urun Dana akan berlangsung pada 2–13 Maret 2026. Pada periode ini, saham dari emiten yang telah terdaftar dapat ditransaksikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di platform.

Sebelum periode dimulai, pastikan akun Anda sudah terdaftar dan proses KYC telah diselesaikan. Anda juga dapat menggunakan fitur LEDX untuk melihat data dan aktivitas perdagangan saham yang tersedia. Lengkapi pendaftaran dan pastikan akun Anda siap agar dapat berpartisipasi saat Pasar Sekunder dibuka.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID