pendanaan
14 Oktober 2026
Naufal Mamduh
Catat! Cara Menawarkan Saham Bisnis kepada Investor melalui Securities Crowdfunding
Cara menawarkan saham perusahaan kepada investor dimulai dari menentukan kebutuhan dana dan tujuannya, menyiapkan informasi perusahaan, memahami struktur penawarannya, lalu menempuh jalur yang tersedia. Salah satunya melalui platform securities crowdfunding yang berizin OJK.
Jalur ini relevan bagi pemilik usaha yang ingin menghimpun dana tanpa menjadikan IPO sebagai satu-satunya pilihan. Berikut langkah-langkah yang perlu dipahami sebelum menawarkan saham perusahaan Anda.
Mengapa Pengusaha Mempertimbangkan Penawaran Saham?
Kebutuhannya biasanya muncul di fase yang sama. Bisnis sudah berjalan, permintaan bertambah, tetapi kas internal tidak lagi mengejar. Contohnya menambah kapasitas produksi, membuka cabang, atau memperluas jaringan distribusi. Semuanya menuntut dana besar di depan sementara hasilnya baru terasa beberapa bulan kemudian.
Di sinilah penawaran saham menjadi pertimbangan, karena karakternya berbeda dari pinjaman. Pada pinjaman, dana yang masuk adalah kewajiban yang harus dikembalikan sesuai perjanjian, lengkap dengan jadwalnya. Pada penawaran saham, dana yang masuk menjadi modal perusahaan dan investor memperoleh bagian kepemilikan. Tidak ada cicilan yang menekan arus kas, tetapi ada kepemilikan yang dibagi.
Tentukan Kebutuhan Dana dan Tujuan Penawaran Saham
Sebelum menawarkan saham kepada investor, pastikan dulu angkanya. Ada 3 hal yang perlu dijawab lebih dulu:
- Berapa dana yang dibutuhkan?
- Untuk apa dana itu digunakan, dengan rincian per pos?
- Kapan penggunaan dana tersebut mulai menghasilkan?
Angka kebutuhan harus berangkat dari rencana bisnis yang realistis, bukan dari keinginan menghimpun sebanyak mungkin. Dana yang melebihi kebutuhan akan mengendap tanpa produktivitas, sementara kepemilikan sudah terlanjur dilepas.
Baca juga: Modal Besar Belum Tentu Sehat! Ini Fakta Penting tentang Struktur Modal
Siapkan Informasi Perusahaan Sebelum Menawarkan Saham
Investor menilai dari apa yang bisa mereka periksa. Karena itu kesiapan informasi menentukan banyak hal. Yang perlu tersedia dan dapat diverifikasi:
- Legalitas dan struktur kepemilikan perusahaan
- Laporan keuangan serta rekam jejak usaha
- Model bisnis, sumber pendapatan, dan potensi pasarnya
- Rencana penggunaan dana beserta proyeksi bisnisnya
- Informasi saham yang ditawarkan, valuasi, dan faktor risiko usahanya
Bagian yang paling sering menghambat biasanya laporan keuangan, terutama ketika pencatatan keuangan pribadi dan perusahaan masih bercampur. Membenahinya butuh waktu, jadi sebaiknya dimulai jauh sebelum pengajuan.
Pahami Struktur Penawaran Saham
Di sinilah 3 angka saling terkait: kebutuhan dana, valuasi perusahaan, dan porsi saham yang ditawarkan. Valuasi adalah nilai perusahaan yang disepakati sebagai dasar penawaran. Dari situ porsi sahamnya terbentuk.
Contoh sederhananya begini. Bila sebuah perusahaan dinilai Rp20 miliar dan membutuhkan dana Rp4 miliar, maka porsi yang ditawarkan setara 20% kepemilikan. Setelah penawaran selesai, kepemilikan pemegang saham lama menyusut dari 100% menjadi 80%. Penyusutan itu disebut dilusi, dan sifatnya permanen.
Meski demikian tidak ada persentase yang ideal untuk semua perusahaan. Porsi yang tepat bergantung pada kebutuhan dana, valuasi yang wajar, serta kesiapan pemilik berbagi kepemilikan dalam jangka panjang.
Kenali Penawaran Saham Melalui Platform Securities Crowdfunding
Securities crowdfunding memungkinkan perusahaan menawarkan efek kepada investor publik melalui penyelenggara yang berizin dan diawasi OJK.
Bagi pengusaha, ini membuka jalur penawaran saham tanpa harus menempuh IPO yang persyaratan dan biayanya jauh lebih berat.
Meski begitu, jalurnya tetap berpagar. Perusahaan harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan melewati proses penelaahan penyelenggara sebelum efeknya boleh ditawarkan.
Bagaimana Pengusaha Memulai Proses Penawaran Saham melalui Securities Crowdfunding?
Alurnya melewati 5 tahap.
- Memeriksa kesesuaian bisnis dengan kriteria penyelenggara. Mulai dari bentuk badan usaha, lama beroperasi, omzet, sampai kelengkapan laporan keuangan.
- Mengajukan informasi dan dokumen perusahaan. Termasuk legalitas, data keuangan, dan rencana penggunaan dana.
- Menjalani proses verifikasi dan penelaahan. Kelayakan bisnis dan penawarannya dinilai, termasuk oleh komite yang berwenang. Perlu dicatat, pengajuan tidak otomatis disetujui.
- Menyelesaikan persiapan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. Mencakup penyusunan dokumen penawaran, penetapan struktur dan harga saham, serta pemenuhan persyaratan administratif lainnya.
- Menyampaikan informasi penawaran kepada calon investor. Setelah seluruhnya terpenuhi, penawaran ditayangkan melalui mekanisme penyelenggara.
Pencairan dana berlangsung setelah target penawaran terpenuhi dan proses administrasi serta penyelesaian penawarannya rampung. Tidak ada jaminan bahwa setiap penawaran terserap penuh. Dua hal yang perlu dipahami sejak awal, baik oleh emiten maupun calon investornya.
- Saham tidak otomatis bisa langsung diperdagangkan. Ada ketentuan yang berlaku, termasuk pencatatan di Kustodian Sentral Efek Indonesia selama paling sedikit 12 bulan sebelum saham dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder, dan itu pun hanya pada periode perdagangan yang dibuka.
- Dividen bukan kewajiban berjadwal. Pembagiannya bergantung pada kinerja perusahaan, kebijakan dividen yang berlaku, serta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Memahami keduanya sejak awal membantu perusahaan menyampaikan ekspektasi yang tepat kepada calon investornya.
Baca juga: Layak Dilirik! Equity Financing: Pendanaan Berbasis Ekuitas untuk Ekspansi Bisnis
Ajukan Penawaran Saham di LBS Urun Dana
Cara menawarkan saham perusahaan pada akhirnya bermuara pada kesiapan. Bila kebutuhan dana sudah terukur, informasi perusahaan tersedia, dan Anda siap berbagi kepemilikan, langkah berikutnya adalah memeriksa kesesuaian bisnis dengan kriteria penyelenggara.
Hal yang perlu dipenuhi calon emiten saham:
- Berbadan hukum PT dan sudah beroperasi minimal 2 tahun. Bentuk PT disyaratkan karena penawaran saham menyangkut pengalihan kepemilikan
- Omzet berada di kisaran Rp5 sampai Rp7 miliar per tahun
- Tersedia laporan keuangan 2 tahun terakhir
- Kebutuhan permodalan berada di rentang Rp2 sampai Rp10 miliar, dengan rencana penggunaan dana yang jelas
Pelajari kriteria dan proses pengajuan pendanaan di LBS Urun Dana, atau diskusikan dulu kondisi usaha Anda bersama tim kami:
- Esa: Chat WhatsApp
- Rasyid: Chat WhatsApp

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






