inspirasi nabawiyah
9 Oktober 2026
Naufal Mamduh
Sarat Makna! Abdullah bin Amr bin Haram dan Pesan Penting tentang Amanah Utang
Abdullah bin Amr bin Haram al-Anshari merupakan sahabat Rasulullah ﷺ dari suku Khazraj, Bani Salimah di Madinah. Ia dikenal dengan kuniyah Abu Jabir, mengikuti nama putranya, Jabir bin Abdullah.
Abdullah termasuk tokoh Anshar yang berperan dalam fase awal perkembangan Islam di Madinah. Ia hadir dalam Baiat Aqabah II sekitar 621 M atau tahun ke-12 kenabian dan termasuk salah satu dari 12 naqib yang dipilih dari kalangan Anshar.
Setelah Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, Abdullah turut serta dalam Perang Badar pada tahun 2 H. Setahun kemudian, ia kembali berangkat bersama kaum Muslimin menuju Perang Uhud.
Wasiat Abdullah Sebelum Perang Uhud
Menjelang Perang Uhud pada tahun 3 H, Abdullah memanggil putranya, Jabir, pada malam hari. Ia menyampaikan firasat bahwa dirinya akan menjadi salah satu orang pertama dari para sahabat Nabi ﷺ yang terbunuh.
Ia juga menyampaikan pesan penting kepada Jabir. Dalam Hadist Sahih al-Bukhari 1351, Jabir meriwayatkan bahwa ayahnya berkata:
“Aku memiliki utang, maka lunasilah. Dan perlakukanlah saudara-saudaramu dengan baik.”
Riwayat tersebut juga menyebut bahwa Jabir merupakan orang yang paling ia cintai setelah Rasulullah ﷺ. Keesokan harinya, Abdullah benar-benar menjadi orang pertama yang terbunuh dari kalangan sahabat dalam Perang Uhud.
Baca juga: Panutan! Kisah Haritsah bin An-Nu'man, Sahabat yang Suaranya Terdengar dari Surga
Syahid di Uhud dan Kemuliaannya
Abdullah bin Amr bin Haram gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud dan dimakamkan bersama Amr bin al-Jamuh.
Setelah itu, Rasulullah ﷺ menyampaikan kepada Jabir tentang kemuliaan yang diperoleh ayahnya di sisi Allah ﷻ. Dalam Jami' at-Tirmidzi 3010, disebutkan bahwa Allah ﷻ berbicara kepada Abdullah secara langsung dan Abdullah berharap dapat dikembalikan ke dunia untuk kembali berjuang di jalan Allah. Riwayat tersebut kemudian dikaitkan dengan firman Allah ﷻ:
“Dan jangan sekali-kali engkau mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati...” QS. Ali Imran: 169
Jabir Menyelesaikan Utang Ayahnya
Pesan Abdullah tentang utang tidak berhenti sebagai wasiat. Setelah ayahnya wafat, Jabir benar-benar berusaha menyelesaikannya. Jabir memiliki kebun kurma dan bermaksud menggunakan hasilnya untuk membayar para pemberi pinjaman. Namun, mereka menilai hasil kebun tersebut belum cukup untuk melunasi seluruh utang.
Jabir kemudian meminta bantuan Rasulullah ﷺ. Dalam Sahih al-Bukhari 2127, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ meminta Jabir mengumpulkan kurmanya berdasarkan jenis, kemudian memanggil para pemberi pinjaman. Jabir membayar seluruh utang tersebut hingga lunas, sementara kurmanya masih tersisa.
Riwayat lain dalam Sahih al-Bukhari 2781 juga menyebut bahwa Abdullah meninggalkan enam anak perempuan dan sejumlah utang. Setelah hasil kurma dikumpulkan, Rasulullah ﷺ membantu Jabir membayarkan seluruh hak para pemberi pinjaman.
Pelajaran tentang Utang dan Amanah
Kisah Abdullah bin Amr bin Haram menunjukkan bahwa utang merupakan kewajiban yang harus diperhatikan, bahkan ketika seseorang menghadapi kematian. Abdullah tidak pergi ke medan perang tanpa memikirkan kewajiban yang masih melekat padanya. Ia justru menyampaikan pesan tersebut kepada Jabir agar utangnya diselesaikan.
Kisah ini juga memperlihatkan pentingnya mengelola harta dan kewajiban secara bertanggung jawab. Jabir menggunakan aset yang tersedia, yaitu hasil kebun kurma, untuk memenuhi hak para pemberi pinjaman.
Baca juga: Takbir! Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib, Pahlawan Uhud yang Dijuluki Singa Allah ﷻ
Abdullah gugur sebagai sahabat Rasulullah ﷺ dan memperoleh kemuliaan sebagai syahid. Namun, kemuliaan tersebut tidak membuat hak orang lain menjadi gugur. Utangnya tetap harus diselesaikan.
Dari kisah Abdullah bin Amr bin Haram, kita belajar bahwa menjaga amanah bukan hanya tentang ibadah kepada Allah ﷻ, tetapi juga tentang menunaikan hak sesama manusia.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






