pendanaan
14 Oktober 2026
Naufal Mamduh
Kick Off! Bukan Cuma Modal, Ini Cara Pegiat Ekraf Unlocking Value Lewat AKSES 2026
Banyak pegiat ekonomi kreatif (ekraf) dan pengusaha bisnis skala menengah dan besar terjebak dalam growth trap: produk diminati pasar, penjualan terbukti tinggi, tetapi bisnis sulit naik kelas karena terbentur batas modal kerja. Di sisi lain, menggunakan jalur pinjaman bank atau utang sering kali membebani arus kas (cash flow) dengan cicilan dan bunga tetap setiap bulan.
Lantas, bagaimana cara pegiat ekraf melompat dari bisnis bernilai jutaan rupiah menjadi bernilai miliaran rupiah?
Pertanyaan inilah yang menjadi sorotan utama dalam Webinar Kick-Off AKSES 2026 (Akselerasi Keuangan Ekonomi Kreatif) yang digelar oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Disparekraf DKI Jakarta, dan LBS Urun Dana pada Senin kemarin (12/10/2026).
Pahami Beda Skema Pinjaman vs Permodalan
Dalam sesi paparan materi webinar, Dr. Anggara Hayun Anujuprana, S.T., M.T., Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan & Investasi Kemenekraf, menggarisbawahi pentingnya pegiat EKRAF memahami perbedaan mendasar antara skema pinjaman dan investasi sebelum mengambil langkah ekspansi:
"Ketika memilih skema pinjaman, Anda harus mengembalikan pokok dan bunga yang berarti wajib memiliki cash flow stabil serta repayment capacity. Berbeda dengan skema bagi hasil atau investasi permodalan, pengusaha berbagi kepemilikan dan risiko tanpa dibebani cicilan bulanan. Yang perlu disiapkan di sini adalah business plan, kesiapan valuasi, serta tim yang solid,” kata Dr. Anggara Hayun Anujuprana, S.T., M.T.
Mengapa Unlocking Value Itu Penting?
Menyambung hal tersebut, CEO LBS Urun Dana dan Pakar Equity Crowdfunding, Rezza Zulkasi, M.AppFin, menekankan bahwa tantangan utama pengusaha bukan sekadar mencari dana, melainkan bagaimana membuka nilai tersembunyi (unlocking value) dari bisnis yang mereka jalankan.
"Keunggulan permodalan berbasis saham bagi emiten adalah membuka potensi nilai bisnis (unlocking value) secara maksimal. Melalui skema securities crowdfunding, permodalan yang terhimpun murni bersifat investasi untuk ekspansi dan pengembangan usaha, tanpa membebankan cicilan tetap harian atau bulanan yang memberatkan arus kas,” ungkap Rezza Zulkasi, M.AppFin.
Baca juga: Open Call! AKSES 2026 Bawa Semangat Baru, Dari Bisnis Nggak Biasa Jadi Luar Biasa!
Ketika perusahaan melepaskan porsi saham (equity) kepada publik, nilai perusahaan (valuation) tidak lagi dihitung sebatas aset fisik atau saldo kas, melainkan dari potensi pertumbuhan laba, kekuatan merek, dan skalabilitas masa depan. Inilah titik balik yang mengubah bisnis biasa menjadi luar biasa.
Dari Pegiat Ekraf Menjadi Korporasi Berdaya Saing
Dampak nyata dari terbukanya nilai bisnis ini dirasakan langsung oleh pegiat EKRAF yang telah membuktikannya. Salman Al-Farisi, CEO RSIA Annisa, membagikan pengalamannya saat berhasil menghimpun permodalan hingga belasan miliar rupiah melalui LBS Urun Dana untuk ekspansi gedung rumah sakit dan jaringan klinik:
"Satu hal yang paling penting, bagian terpenting itu bukan ketika dana masuk ke rekening perusahaan, tetapi apa yang bisa kami lakukan setelah dana itu masuk. Permodalan SCF ini menuntut kami menjadi jauh lebih profesional, menerapkan Good Corporate Governance (GCG), dan membuka peluang ekspansi yang sebelumnya sulit kami eksekusi,” tutur Salman Al-farisi.
Pendapat tersebut selaras dengan arahan Prof. D.Sc. Ir. Mohammed Ali Berawi, M.Eng. Sc., Ph.D. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Kemenekraf yang mendorong ekonomi kreatif juga harus dilihat dari aspek pertumbuhan bisnisnya. Serta ditegaskan oleh Endrati Fariani selaku Kepala PPKP2K Disparekraf Pemprov DKI Jakarta bahwa permodalan harus diimbangi dengan kesiapan pondasi bisnis:
"Pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk dan inovasi, tetapi juga bagaimana kesiapan usaha untuk terus bertumbuh, berkembang, dan memperoleh sumber pembiayaan yang cepat melalui ekosistem yang saling terhubung,” jelas Prof. Ali Berawi, Ph.D.
Baca juga: Layak Dilirik! Equity Financing: Pendanaan Berbasis Ekuitas untuk Ekspansi Bisnis
"Untuk memperoleh dukungan permodalan bukan hanya tentang mendapatkan dana, namun bagaimana membangun pondasi bisnis yang kuat, memiliki perencanaan matang, serta mampu menunjukkan prospek dan keberlanjutan usaha kepada calon investor,” sambung Endrati.
Melalui program AKSES 2026, bisnis Anda tidak hanya berkesempatan meraih permodalan hingga Rp10 Miliar, tetapi juga dibimbing langsung oleh para profesional untuk merapikan laporan keuangan, menyusun business plan/deck, hingga memperkuat legalitas usaha.
Saatnya berhenti berjalan di tempat. Unlock nilai bisnis Anda sekarang dan jadilah bagian dari pegiat ekraf yang siap scale-up bersama ribuan investor. Klik Di Sini untuk Mendaftar Program AKSES 2026.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






