pendanaan
2 November 2026
Naufal Mamduh
Jangan Asal Pasang Harga! Begini Cara Menentukan Valuasi Usaha Sebelum Listing Saham
Perusahaan Anda membutuhkan dana untuk ekspansi, dan menawarkan sebagian saham kepada investor menjadi salah satu pilihannya.
Sebelum menentukan berapa banyak saham yang ditawarkan, Anda perlu mengetahui lebih dulu berapa nilai bisnis Anda. Valuasi usaha sebelum menjual saham inilah yang menjadi dasar penentuan target pendanaan sekaligus porsi kepemilikan yang akan dilepas.
Mengapa Valuasi Penting Sebelum Perusahaan Menawarkan Saham?
Bagi pemilik usaha, valuasi punya 4 fungsi.
- Menjadi dasar penentuan nilai perusahaan secara terukur
- Membantu menentukan target pendanaan dan porsi saham yang ditawarkan
- Memberi gambaran yang lebih jelas kepada calon investor
- Membantu Anda menimbang dampak berkurangnya porsi kepemilikan atau dilusi
Tanpa valuasi, angka yang Anda tawarkan sulit dijelaskan dasarnya.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Menentukan Valuasi Perusahaan?
Cara menentukan valuasi perusahaan dimulai dari pengumpulan data. Ada 3 kelompok informasi yang perlu tersedia.
Kinerja keuangan. Mencakup laporan keuangan, pendapatan, laba, arus kas, aset, serta kewajiban perusahaan.
Kondisi bisnis. Meliputi model bisnis, basis pelanggan, posisi di pasar, dan kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
Prospek pertumbuhan. Termasuk rencana ekspansi, kebutuhan investasi, peluang pasar, serta proyeksi bisnis yang berdasar.
Ketiganya perlu berangkat dari data, bukan dari harapan pemilik usaha. Valuasi yang disusun tanpa dasar akan sulit dipertahankan ketika dibahas bersama calon investor.
Baca juga: Perusahaan Belum Siap Cari Investor? Ini Saatnya Belajar di Kelas Korporatisasi Jakarta
Bagaimana Menentukan Valuasi dan Porsi Saham yang Ditawarkan?
Alurnya terdiri dari 4 langkah.
1. Tentukan kebutuhan pendanaannya, berdasarkan rencana penggunaan dana yang sudah dirinci per pos.
2. Tentukan valuasi sebelum pendanaan atau pre-money valuation, yaitu nilai perusahaan sebelum dana masuk.
3. Hitung valuasi setelah pendanaan atau post-money valuation.
4. Hitung porsi kepemilikan yang akan dimiliki investor baru.
Bagaimana Menentukan Pre-Money Valuation?
Tidak ada satu metode yang tepat untuk semua jenis usaha. Secara umum, ada 3 pendekatan yang lazim dipakai.
Berbasis aset. Menghitung nilai aset bersih perusahaan, yaitu total aset dikurangi kewajibannya. Cocok untuk usaha yang nilainya banyak tertanam pada aset.
Berbasis kinerja. Bertumpu pada pendapatan atau laba perusahaan, lalu dikalikan faktor tertentu yang mengikuti praktik di industrinya.
Berbasis pembanding. Melihat nilai transaksi pada perusahaan sejenis dengan skala yang mirip.
Pemilihan metodenya bergantung pada karakter usaha Anda. Agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan di hadapan calon investor, perhitungannya sebaiknya melibatkan pihak yang kompeten, misalnya penilai atau konsultan keuangan.
Rumus Menghitung Valuasi dan Porsi Saham
Post-money valuation = Pre-money valuation + dana yang dihimpun
Persentase saham investor baru = dana yang dihimpun ÷ post-money valuation × 100%
Contoh Perhitungan Valuasi dan Porsi Saham
- Valuasi sebelum pendanaan: Rp20 miliar
- Target pendanaan: Rp5 miliar
- Valuasi setelah pendanaan: Rp25 miliar
- Porsi saham investor baru: 20%
Angka 20% diperoleh dari Rp5 miliar dibagi Rp25 miliar dikali 100%. Artinya kepemilikan pemegang saham lama menyusut dari 100% menjadi 80%.
Perlu dicatat, ilustrasi ini mengasumsikan penerbitan saham baru dan belum memperhitungkan penyesuaian lain. Angkanya juga bukan patokan valuasi yang berlaku untuk semua perusahaan.
Apa Risiko Menentukan Valuasi Terlalu Tinggi atau Rendah?
Valuasi terlalu tinggi membuat penawaran sulit diterima bila tidak didukung kinerja dan prospek bisnis yang memadai.
Valuasi terlalu rendah membuat Anda melepas porsi kepemilikan lebih besar daripada yang sebenarnya diperlukan untuk memperoleh dana yang sama.
Karena itu, valuasi perlu memiliki dasar yang rasional dan dapat dijelaskan secara transparan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan edukasi mengenai valuasi perusahaan secara umum dan tidak dapat dijadikan acuan untuk memahami metode maupun standar evaluasi yang diterapkan LBS Urun Dana dalam proses seleksi calon Penerbit.
Siapkan Perusahaan Anda untuk Mengakses Pendanaan
LBS Urun Dana memfasilitasi pendanaan usaha dengan penerbitan saham dan sukuk. Perusahaan yang ingin mengajukan pendanaan perlu memenuhi kriteria awal berikut:
- Berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan telah beroperasi minimal 3 tahun.
- Memiliki omzet minimal Rp500 juta per bulan, dengan acuan tahunan sekitar Rp6–7 miliar.
- Menyediakan laporan keuangan profesional untuk 2 tahun terakhir.
- Membutuhkan pendanaan sekitar Rp2–10 miliar.
- Memiliki rencana penggunaan dana yang jelas untuk pengembangan usaha.
Baca juga: Cek Kesiapan Perusahaan Anda Sebelum Mengajukan Pendanaan Saham di LBS Urun Dana
Peluang pendanaan terbuka bagi berbagai sektor, seperti logistik, fashion, manufaktur, kuliner, konstruksi, properti, pertanian, perkebunan, hingga perdagangan dan distribusi. Sudah siap mengajukan pendanaan? Klik halaman pendanaan LBS Urun Dana atau hubungi tim kami melalui kontak berikut:
FAQ Valuasi Saham
Apa bedanya pre-money dan post-money valuation?
Pre-money valuation adalah nilai perusahaan sebelum dana investor masuk, sedangkan post-money valuation adalah nilainya setelah dana tersebut diterima. Selisih keduanya sebesar dana yang dihimpun.
Bagaimana cara menentukan harga saham per lembar?
Harga per lembar diperoleh dari pre-money valuation dibagi jumlah saham beredar sebelum pendanaan. Melanjutkan ilustrasi di atas, bila saham beredar 20.000.000 lembar, harganya Rp1.000 per lembar. Dana Rp5 miliar berarti diterbitkan 5.000.000 lembar saham baru.
Berapa porsi saham yang sebaiknya dilepas kepada investor?
Tidak ada angka baku. Porsinya mengikuti kebutuhan dana dan valuasi yang disepakati, serta kesiapan pemilik berbagi kepemilikan dalam jangka panjang.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






